Darryn Binder: Saya Bisa Mengalahkan Morbidelli, Mau ke Tim Resmi?

RiderTua.com – Usai gagal mencetak poin setelah hanya finis ke-16 di Mugello, Darryn Binder tampil impresif di Montmelo-Catalunya. Rider WithU RNF itu mampu finis ke-12 dan berhasil mendulang poin untuk kedua kalinya musim ini. Dalam duel melawan rekan semereknya Franco Morbidelli, pembalap asal Afrika Selatan itu mampu mengalahkan pembalap pabrikan Yamaha itu yang finis ke-13. “Balapan di belakang Franco dan di belakang pembalap Yamaha lain adalah pengalaman penting yang banyak saya pelajari. Kami terlibat duel yang bagus dan pada akhirnya saya bisa mengalahkannya,” kata adik ‘Bradical’ itu… Wah bisa diboyong ke tim resmi Yamaha nih, tapi tahun depan dia (mungkin) ke Aprilia..

Darryn Binder: Saya Bisa Mengalahkan Morbidelli

Dari posisi ke-23 di grid, Darryn berusaha naik ke posisi 14 pada lap pertama. 7 lap kemudian, pembalap berusia 24 tahun itu sudah berada di posisi ke-10 dan bertarung melawan dua pembalap Honda Alex Marquez dan Pol Espargaro.

“Balapan di sini benar-benar berbeda dibandingkan dengan Mugello. Di Mugello saya harus memberikan yang maksimal di setiap lap. Di sini saya nge-push di awal dan menjelang akhir balapan, saya hanya mencoba untuk mencapai garis finish dan melindungi ban,” ujar Darryn setelah melakoni balapan 24 lap.

Adik dari pembalap Red Bull KTM Brad Binder itu terlihat semakin akrab dengan Yamaha M1-nya. “Di Mugello, kami benar-benar mengubah set-up motor dengan lebih banyak memindahkan bobot ke roda depan. Gaya balap saya sangat bergantung pada kepercayaan pada roda depan, itulah mengapa langkah itu sangat penting bagi saya,” lanjutnya.

Binder menyelesaikan balapan 32,881 detik di belakang pemenang Fabio Quartararo dan meninggalkan Morbidelli di belakangnya. “Balapan di belakang Franco dan di belakang pembalap Yamaha lain adalah pengalaman penting yang banyak saya pelajari. Kami terlibat duel yang bagus dan pada akhirnya saya bisa mengalahkannya,” katanya sumringah.

Sejauh ini, Darryn belum melakoni debut yang mudah di kelas MotoGP. Kenaikan langsungnya dari Moto3 kadang-kadang dikritik keras, karena dia dikenal karena gaya membalapnya yang terburu-buru di kelas terkecil. Setelah 9 balapan, Darryn berada di peringkat 20 dengan mengoleksi 10 poin dalam klasemen. Ini membuatnya menjadi pendatang baru terbaik kedua di belakang Marco Bezzecchi (Mooney VR 46 Team). Dan berhasil meninggalkan pembalap seperti Juara Dunia Moto2 Remy Gardner di belakangnya.

“Saya tahu bahwa naik dari kelas Moto3 ke MotoGP akan sulit. Tapi saya mengejutkan beberapa orang. Saya masih membutuhkan waktu, tetapi saya menjadi lebih baik balapan demi balapan. Ini bukan tentang menjadi yang tercepat, ini tentang menjadi orang yang paling memahami ban. Dan saya masih harus belajar itu, tetapi langkah kami berada di arah yang benar. Saya menikmati saat ada di atas motor dan mewujudkan impian saya,” pungkas rekan setim Andrea Dovizioso itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page