Pecco Bagnaia: Sebagai Pembalap Profesional Tindakan Nakagami Tak Bisa Dimengerti

RiderTua.com – Pada tahun ke-10 di Kejuaraan dunia, Pecco Bagnaia selalu gagal finis di 5 besar di Circuit de Barcelona-Catalunya. Pada balapan kali ini dia malah bernasib apes. Rider Ducati MotoGP itu start dari posisi ke-2 di grid sebagai salah satu favorit. Tapi dalam balapan dia hanya berhasil mencapai tikungan pertama di lap pertama. Takaaki Nakagami meluncur keluar dari baris keempat, crash dan membawa serta Bagnaia dan Alex Rins jatuh bersamanya. Usai crash, pembalap murid VR46 itu mengkritik Panel Stewards MotoGP FIM yang tidak melakukan tindakan apapun atas insiden ini. Pecco juga tak habis pikir dengan Nakagami.

“Saya senang Taka Nakagami dan Rins baik-baik saja, itu yang terpenting. Kami adalah pembalap profesional dan kami tidak bisa membuat kesalahan seperti itu dengan pengalaman kami. Sayangnya balapan memang seperti ini, tetapi keselamatan adalah yang utama dan sesuatu harus berubah,” kata Pecco dalam akun sosialnya. Taka datang dari posisi 12 di grid dan mencoba menyalip 10 pembalap di zona pengereman pertama dan itu sangat berbahaya dengan kondisi trek Catalunya yang minim grip di lap pertama saat kondisi ban belum ideal..

Pecco Bagnaia: Sebagai Pembalap Profesional Tindakan Nakagami Tak Bisa Dimengerti

Usai crash, Bagnaia sempat mencoba kembali ke lintasan. Namun dia memutuskan untuk memarkir Desmosedicinya di pit, satu lap kemudian. Sedangkan, Rins mengeluh sakit di pergelangan tangan kirinya. Dan Nakagami dibawa ke Rumah Sakit Umum de Catalunya untuk pemeriksaan lebih lanjut, karena kepalanya sempat membentur roda belakang Bagnaia.

Menurut tim LCR-nya, pemindaian seluruh tubuh pertama tidak ditemukan adanya patah tulang. Bahu kanan dan vertebra serviks C3 hingga C6 juga diperiksa lebih cermat, tetapi tidak ada patah tulang.

“Saya marah, saya kecewa. Yang terpenting, aku senang Taka baik-baik saja. Karena tabrakannya cukup keras,” imbuh Pecco.

Namun, Pecco tidak bisa memahami keputusan Stewards Panel FIM MotoGP untuk tidak melanjutkan insiden itu lebih jauh. “Saya tidak setuju, mereka tidak melakukan tindakan apa-apa. Karena Nakagami selalu melakukan hal-hal seperti itu. Untuk pembalap motor profesional seperti dia, kita tidak habis fikir dia bisa melakukan kesalahan di tikungan pertama di lap pertama. Dia datang dari posisi 12 di grid dan mencoba menyalip 10 pembalap di zona pengereman pertama,” ujar murid Valentino Rossi itu.

“Saya tidak mengerti apa yang dia pikirkan. Ketika dia kembali, saya akan langsung menanyakan hal itu padanya. Kita terus berbicara tentang keselamatan dan fakta bahwa pembalap Moto3 berbahaya. Akhir-akhir ini, dengan slipstream, grup di kualifikasi dan crash seperti ini yang kami lihat dari pembalap yang sama di Mugello, itu tidak dapat diterima,” tegas pembalap asal Italia itu.

“Pandangan saya, para stewards melakukan kesalahan hari ini. Sulit dipercaya bahwa hari ini dikatakan, ‘Tidak ada tindakan lebih lanjut’. Karena dia sangat jauh di belakang dan menyentuh saya sementara saya berada di urutan ketiga. Saya tidak tahu detailnya dan saya bahkan tidak ingin melihatnya. Sudah jelas dari gambar TV bahwa, dia melewatkan titik pengeremannya. Cukup aneh bahwa mereka memutuskan seperti itu.”

Seminggu yang lalu, Nakagami juga dikritik di Mugello. “Crash di Mugello dengan Rins lebih merupakan insiden balap, tapi dia selalu terlibat. Rins protes ke pihak pengawas tetapi mereka mengatakan kepadanya bahwa tidak ada yang bisa dilihat. Saya kira itu tidak bisa diterima untuk manajemen balapan kejuaraan dunia,” tegas Bagnaia.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page