Motor Matik Honda yang Paling Lama Indennya

RiderTua.com – Motor matik menjadi jenis motor yang memiliki banyak peminatnya di Indonesia. Apalagi model dari Honda yang kini bervariasi variasinya dan cukup disukai oleh konsumen. Namun belakangan ini motor matik memiliki banyak peminat sehingga membuat indennya menjadi makin lama. Ini terjadi akibat dampak dari krisis chip yang sudah tak bisa dihindari lagi.

Baca juga: Honda dan Yamaha yang Kini Terdampak Krisis Chip

Motor Matik Punya Antrian Inden yang Lama

Mungkin ini hal yang tak biasa, mengingat inden motor matik tak begitu lama hingga beberapa bulan. Namun sejak krisis chip semi-konduktor melanda, pemenuhan inden konsumen menjadi lebih lambat dari yang diduga. Ini yang dirasakan oleh Honda, dimana inden motor matiknya cukup panjang dan waktu tunggunya semakin lama.

Memang motor matik yang memiliki antrian cukup panjang, tapi Honda tak menyebut model mana saja yang terdampak. Namun jika dilihat dari peminatnya, PCX, Vario, Scoopy, hingga Beat kemungkinan mengalami dampak lebih besar dari skutik lainnya. Jelas karena keempat skutik ini yang selalu mencatatkan hasil penjualan cukup tinggi selama beberapa tahun terakhir.

(Astra Honda Motor)

Tak Terpengaruh

Sementara untuk model impor dari luar negeri juga mengalami dampak serupa, walaupun tak begitu seberapa. Dampak dari krisis chip semi-konduktor ini sudah cukup buruk, sehingga membuat produksi motor Honda terganggu. Astra Honda Motor (AHM) juga meminta maaf kepada konsumen yang harus menunggu lama hingga unitnya dikirimkan.

Namun tak semua jenis motor terkena dampak krisis chip tersebut. Model skutik upper level, motor bebek, hingga motor sport tak mengalami dampak cukup serius, setidaknya untuk sekarang. Honda akan terus memantau perkembangannya, jika suatu saat nanti produksi motor jenis selain skutik ikut terganggu.

Tak hanya Honda yang mengalami dampak akibat krisis chip, tetapi juga kompetitor utamanya, Yamaha. Produsen berlogo garpu tala ini mengumumkan produksi motornya terganggu oleh masalah serupa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page