Alvaro Bautista Bikin Toprak Razgatlioglu Geleng-geleng Kepala

RiderTua.com – Dari posisi 3 di grid, Alvaro Bautista melakukan kesalahan pengereman di tikungan pertama setelah start. Setelah itu, seolah-olah pembalap Ducati itu tidak punya peluang sama sekali untuk memperebutkan kemenangan. Dia butuh empat lap untuk mengalahkan pembalap pabrikan Yamaha, Andrea Locatelli yang berada di posisi ketiga. Selama 10 dari 21 lap berikutnya, rider asal Spanyol itu berada antara 2 atau 3 detik di belakang Toprak Razgatlioglu (Yamaha) dan Jonathan Rea (Kawasaki), yang bertarung dalam duel epik dan menggunakan setiap kesempatan untuk saling menyalip. Namun pada akhirnya, kekuatan Power Ducati di trek lurus mampu mengalahkan Toprak di detik-detik terakhir menjelang garis finis. Kecepatan Bautista kontan bikin Toprak geleng-geleng kepala. “Keduanya (Toprak-Rea) terlibat duel terus-menerus, itulah yang mempersempit jarak (akhirnya Bautista bisa mendekat),” kata Alvaro..

Alvaro Bautista Bikin Toprak Razgatlioglu Geleng-geleng Kepala

Setelah 15 lap, ban depan Rea aus parah sehingga dia melakukan kesalahan serius, salah mengerem dan Bautista langsung melaju menyalipnya. Pada lap terakhir, pemimpin klasemen itu juga mampu mengalahkan juara dunia Toprak Razgatlioglu dan menang dengan selisih 0,126 detik. Pembalap Yamaha itu sempat menggelengkan kepalanya dengan putus asa bahkan sebelum mencapai garis finis. Sementara Bautista dan tim Aruba Ducati-nya hampir tidak bisa mempercayai kemenangan yang tak terduga itu.

Bautista mencoba menganalisa, “Yamaha sangat kuat di trek ini, pengeremannya bagus dan motornya bisa dikendalikan dengan baik. Hanya ketika ban belakang Locatelli sedikit aus, saya bisa memanfaatkan kesempatan itu menyalipnya. Saat itu Toprak dan Jonathan sudah sangat jauh sehingga saya tidak pernah berpikir saya bisa mengejar mereka.”

“Saya senang berada di tempat ketiga setelah saya melakukan kesalahan di tikungan pertama. Setelah itu, saya hanya fokus pada balapan dan berusaha untuk tidak membuat kesalahan. Aku berhenti nge-push untuk menyalip mereka. Itu tidak masuk akal karena jarak saya selalu sama, hingga 0,1 detik atau tidak. Tapi keduanya terlibat duel terus-menerus, yang mempersempit jarak.”

“Saat itulah saya berpikir, bahwa mungkin sesuatu akan terjadi jika mereka terus bertarung seperti ini atau jika mereka membuat kesalahan. Saya tetap tenang, tidak membiarkan diri saya tergoda untuk nge-push dan terus melaju dengan kecepatan yang saya miliki. Saya selalu mendekati limit, tetapi tidak pernah dalam bahaya melebihi itu.”

Akhirnya strategi itu membuahkan hasil. Bautista berhasil menyalip Toprak dua lap menjelang finis dan punya waktu untuk merencanakan manuver yang menentukan. “Saya hanya lebih kuat darinya di tikungan terakhir. Saya punya lebih banyak traksi di sana. Jadi saya mencoba sedekat mungkin dengannya di tikungan terakhir dan kemudian mempercepatnya,” ungkap pembalap berusia 37 tahun itu.

“Saya memainkan kartu saya dan menang, saya sangat senang. Terutama karena saya tidak pernah menyerah dan selalu bertahan untuk tetap tenang. Saya tidak gugup meski kehilangan sentuhan. Saya akan senang dengan podium, tetapi konsistensi dan manuver menyalip saya terbayar. Di Estoril, saya tidak sekuat seperti di trek lain,” imbuhnya.

Ini merupakan kemenangan Bautista yang ke-20 di Kejuaraan Dunia Superbike, dan yang ke-4 dalam 7 balapan musim ini. Rider Ducati itu memperpanjang keunggulannya di klasemen keseluruhan atas Rea yang berada di peringkat 2 menjadi 27 poin. Razgatlioglu di peringkat 3 tertinggal 50 poin.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page