Luca Marini: Valentino Rossi Punya ‘Mata’ yang Tiada Duanya

RiderTua.com – Dalam kondisi sulit di Q1, Luca Marini berhasil mengamankan tiket terakhir untuk Q2 di MotoGP Portugal, di mana kemudian dia menyegel posisi ke-8 di grid. “Posisi start bagus, jadi saya senang. Saya juga cukup senang dengan jalannya Q1 karena itu benar-benar kondisi rumit dan sangat sulit. Kunjungan Valentino Rossi ke Portimao tampaknya berdampak bagus untuk pembalap Mooney VR46. Rekan setim Marini, Marco Bezzecchi start dari posisi ke-6 di grid. “Vale punya ‘mata’ (seorang pembalap) yang tiada duanya,” imbuh Marini. Karena sang kakak, mentor sekaligus bos timnya itu memberi banyak masukan dan tips untuknya. Baru kali ini kita lihat Rossi terjun langsung, kenapa tidak dari awal musim?. Vale sibuk dengan balapannya sendiri sih..(Balap Mobil GT WCE)..

Luca Marini: Valentino Rossi Punya ‘Mata’ yang Tiada Duanya

Pembalap Mooney VR46 Ducati itu memberanikan diri turun ke trek yang dalam proses menuju kering lebih awal dengan ban slick, tetap di atas motornya tidak seperti sejumlah pembalap dan patut dihargai untuk itu. “Menggunakan ban slick sejak awal adalah keputusan yang bagus. Tapi dua lap pertama sangat sulit karena bannya masih dingin. Kita harus membawanya ke suhu yang ideal lap demi lap. Saya hanya menunggu lap terakhir di mana saya mencoba nge-push dan mencatatkan waktu lap terbaik saya,” ungkap Luca Marini. Seperti yang diketahui, strategi ini berhasil.

“Semuanya lebih baik di Q2 dan tentu saja lebih mudah. Saya memperkirakan lap yang lebih baik, tetapi pada akhirnya posisi start di grid sangat bagus,” imbuh adik Valentino Rossi, sang legenda MotoGP yang kini berusia 43 tahun yang kembali ke paddock untuk pertama kalinya sejak pensiun dari MotoGP di Portimao.

Saat Marini ditanya, seberapa besar The Doctor membantu muridnya? Rossi melihat mereka di sisi trek dan menghabiskan banyak waktu di garasi Mooney VR46. “Vale banyak membantu saya. Tidak hanya memiliki hasrat yang besar untuk balapan, tetapi dia juga memiliki ‘mata’ yang tiada duanya. Dia berkecimpung di MotoGP sampai tahun lalu dan sebelumnya sepanjang hidupnya. Dan dia juga cukup bagus dalam hal itu. Dia benar-benar melihat banyak hal. Dia mengawasi kita dan mengerti persis apa yang kita rasakan saat kita membalap,” ungkap runner-up Moto2 2020 itu.

Pengalaman ini juga bisa berguna pada saat balapan, yang kemungkinan dalam dry race, karena semua sesi latihan sebelumnya dilakukan di lintasan basah. “Sesi pemanasan akan menjadi kunci bagi semua orang untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk balapan,” ujar putra Mama Stefania itu yakin.

Namun, sesi pemanasan pada Minggu pagi hanya berlangsung sekitar 20 menit. Rider berusia 24 tahun itu menambahkan, “Jika suhunya bagus, maka itu sudah cukup. Dalam hal pilihan ban, saya pikir semua orang akan memilih kompon medium, depan dan belakang. Temperatur suhu tidak cukup tinggi untuk memilih ban belakang hard.”

“Tahun lalu ban hard itu bagus, tapi sekarang kami tidak memakainya di trek. Jadi ban medium dengan grip yang lebih sedikit bisa menjadi pilihan terbaik untuk semua pembalap. Penting untuk mengoordinasikan elektronik dengan baik. Itu sangat penting di MotoGP hari ini. Ini tentang set-up dan memiliki feeling yang baik di atas motor. Saat ini saya kehilangan sesuatu pada rem saat memasuki tikungani, tetapi kami akan mencoba sesuatu pada Minggu pagi,” pungkas Marini.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: