Aleix Espargaro Sempat Putus Asa dan Cari Pekerjaan Lain, Akhirnya Menang

RiderTua.com – Aleix Espargaro dua tahun lalu sempat putus asa dan cari pekerjaan lain (pensiun) karena tidak ada kemajuan pada Aprilia, namun kini akhirnya bisa menang… dan dia pantas sebagai contoh dari sebuah “seni pantang menyerah”.. Pada balapan MotoGP ke-200 nya, rider berusia 32 tahun itu berhasil meraih apa yang selama ini tak bisa diwujudkannya. Meraih pole position pertama, menang pertama kali dalam karir balapnya sekaligus memberikan kemenangan perdana Aprilia di kelas utama dan yang tak kalah luar biasa Aleix kini menjadi pemimpin klasemen pembalap.

Autodromo Termas de Rio Hondo di Argentina akan menjadi trek bersejarah bagi pembalap asal Spanyol yang tinggal di Andorra itu. Meski untuk meraih kemenangan dia harus duel sengit melawan pembalap Pramac Ducati Jorge Martin, kemenangan langsung melawan rival abadi Ducati membuat hari Minggunya semakin manis bagi Aleix dan tim balap Aprilia. Usai race, Aleix Espargaro mengenang tentang tahun-tahun awal yang sulit di pabrik asal Noale-Italia itu. “Dua tahun lalu saya ingin berhenti. Saya tidak punya energi lagi. Tenaga saya sudah terkuras habis,” ujar pembalap kakal Pol Espargaro (Repsol Honda) itu.

Aleix Espargaro: Sempat Putus Asa dan Cari Pekerjaan Lain, Akhirnya Menang

Sejak paruh kedua musim 2021, Aprilia mampu menunjukkan serangkaian balapan yang kuat. Puncaknya adalah saat Aleix berhasil naik podium di tempat ketiga di Inggris. Tapi di Las Termas, pembalap berusia 32 tahun dan Aprilia tampil tak terkalahkan selama 2 hari.

Itu merupakan balapan akhir pekan yang sensasional bagi Aprilia. Kemenangan GP pertama untuk Aleix Espargaro, kemenangan MotoGP pertama untuk Aprilia, pole position pertama di MotoGP untuk Aprilia, pemimpin klasemen pembalap, tempat ke-3 di klasemen pabrikan, ditambah tempat ke-3 di Klasemen Tim untuk satu-satunya tim konsesi di antara 6 pabrikan!

“Saya sangat senang dengan akhir pekan ini di Argentina. Secara keseluruhan, saya merasa sangat kuat di Qatar dan Mandalika. Semuanya terjadi dari sudut pandang tertentu. Saya merasa kompetitif dan kami menjalani akhir pekan yang solid,” ujar Espargaro sumringah.

Ujung tombak Aprilia itu menambahkan, “Jujur, balapan itu bukan permainan anak-anak. Saya sangat kuat dalam sesi pemanasan di pagi hari. Tapi saya tidak menemukan grip yang sama lagi di balapan. Treknya sangat panas dan setelah balapan Moto2 permukaannya sangat licin. Saya pikir saya melakoni balapan yang cerdas.”

“Akhirnya setelah lebih dari 5 tahun bersama Aprilia kami menang, rasanya seperti mimpi. Kami benar-benar layak mendapatkan kesuksesan ini. Tapi kami harus tetap rendah hati. Sekarang kami harus menjaga momentum itu. Kami akan langsung mempersiapkan GP Texas, itu adalah trek yang sangat sulit bagi kami. Meski demikian, kami telah mengisi banyak energi positif,” lanjutnya.

Sekitar 2 atau 3 tahun lalu, bahkan Aleix sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri karena banyaknya kemunduran di Aprilia. Dia merasa lelah dan energinya terkuras. Tapi dia selalu bisa menenangkan diri dan menemukan motivasi baru dari minggu ke minggu untuk mendorong proyek ke depan.

Aleix mengenang masa-masa sulit yang harus dilaluinya, dia bercerita, “Saya tidak akan pernah melupakan hari ini. Tapi saya juga tidak melupakan situasi di tahun 2020, ketika saya sudah tidak punya tenaga lagi. ‘Tangki’ saya benar-benar kosong. Saya berkata kepada istri saya, ‘Laura, saya tidak bisa melangkah lebih jauh. Saya tidak menikmatinya lagi. saya masih muda. Ayo cari pekerjaan lain untuk saya’. Tapi dia memberi saya dukungan luar biasa selama fase sulit ini dan banyak membantu saya.”

“Dan ketika Massimo Rivola datang kepada kami, perubahan pertama menjadi jelas. Berkat dia, saya percaya pada proyek kami lagi. Kami telah bekerja keras untuk merayakan kesuksesan seperti itu. Itu sebabnya kami benar-benar layak mendapatkannya. Tidak masalah, kita harus melewati masa sulit untuk terus membalap jika pada akhirnya kita menang dan memimpin Kejuaraan Dunia. Tetapi ketika kita berhasil dengan Aprilia, itu adalah sesuatu yang sangat istimewa. Itu sebabnya saya sangat bahagia.”

Di Parc Ferme, Aleix menelepon istrinya Laura serta anak kembarnya Max dan Mia yang berada di rumahnya di Andorra. Dia menangis. “Ya, saya adalah orang yang sangat bersemangat. Setiap kali saya pulang ke rumah setelah melakoni balapan akhir pekan yang sulit, dan itu terjadi hampir setiap hari Senin dalam 5 tahun pertama di Aprilia, istri saya selalu mendukung dan menyemangati saya,” ujar Aleix.

“Kelahiran anak-anak memberi saya dorongan energi positif lainnya. Saya sangat senang, saya berhasil meraih kemenangan pertama untuk si kembar. Karena selalu sangat sulit bagi saya ketika saya harus meninggalkan mereka di rumah. Ini hal terburuk tentang pekerjaan saya ketika saya jauh dari mereka. Jadi istri dan anak-anak saya adalah hal pertama yang saya pikirkan setelah garis finis.”

Espargaro menambahkan, “Baru-baru ini Max berkata kepada saya, ‘Di Qatar Papa berjanji kepada saya bahwa Papa akan mendapatkan trofi, tetapi tidak berhasil’. Dia kesal saat itu. Itulah mengapa saya senang bisa mengatakan kepadanya hari ini, ‘Max, Papa membawa pulang trofi yang sangat spesial’.”

“Masih 8 hari sebelum saya pulang (usai GP Texas). Tapi mungkin saya akan membawa trofi kedua bersama saya,” pungkas Aleix sambil tertawa.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: