Brad Binder: Aneh, Engine Brake Seperti Aktivitas Paranormal

RiderTua.com – Brad Binder: Aneh seperti aktivitas paranormal yang tidak bisa dijelaskan secara teknis fenomena motor RC-16 nya sehubungan dengan engine brake, ganjil… Pembalap Red Bull KTM itu mengawali musim MotoGP 2022 dengan mencatat waktu terbaik di FP1 dengan KTM RC16. Tetapi merosot kembali ke posisi 15 di FP2, setelah mengalami masalah teknis. Pembalap asal Afrika Selatan itu kalah 0,815 detik dari waktu terbaik Alex Rins dari Suzuki. Sementara rekan setimnya, Miguel Oliveira menyelesaikan FP2 di urutan ke-13. Kakak Darryn Binder (WithU Yamaha RNF) itu menjelaskan masalah dengan rem mesin atau engine brake, sering disebut dengan istilah ‘torsi negatif’, yang bisa diatur sesuai kebutuhan pembalap.. Dan dia berbicara tentang ‘aktivitas paranormal’ mengenai kondisi motornya.

Brad Binder: Aneh, Engine Brake Seperti Aktivitas Paranormal

Sekarang tim KTM sangat menantikan latihan bebas hari Sabtu. Semua pembalap dari pabrikan asal Austria itu tampil mengecewakan di balapan ganda GP Qatar pada tahun 2021. Binder finis ke-14 dan 8, Oliveira hanya menempati posisi ke-13 dan 15. Sementara tim Tech3-KTM, Danilo Petrucci dan Iker Lecuona dua kali tanpa gagal mendulang poin di Doha-Qatar!

Engine Brake Aneh..

Brad Binder memiliki penjelasan yang masuk akal untuk kemerosotan di FP2. “Setelah waktu terbaik di FP1, saya puas dengan hasil itu. FP1 bagus, perasaanku juga. Sayangnya, kami mengalami kejadian aneh di FP2. Saya tidak tahu harus menyebutnya apa, itu seperti ‘aktivitas paranormal’,” ujar rider berusai 26 tahun itu.

Brad menambahkan, “Terkadang saat saya menutup throttle dan menurunkan gigi, saya tidak memiliki engine brake. Tetapi kadang engine brake itu bekerja di tempat lain. Kami tidak dapat mengidentifikasi penyebabnya selama latihan. Tapi sekarang para kru sedang mengurusnya. Besok masalah ini tidak akan lagi menghalangi kita.”

“Secara keseluruhan, saya cukup senang dengan hari Jumat. Motor bekerja cukup baik di sini. Saya sudah mengatakan selama tes di Indonesia, kami sepuluh 10 kali lebih siap untuk Losail ketimbang tahun lalu. Saya merasa baik di atas motor. Tapi saya tidak bisa memaksakan diri sampai limit di FP2, karena saya tidak pernah yakin apakah saya bisa mengandalkan engine brake. Itu berbeda dari tikungan ke tikungan. Itu adalah masalah kecil. Sekarang kita harus melihat bahwa kita bisa melompat langsung ke Q2 pada Sabtu pagi. Tapi saya juga cukup sering mencapai Q2 melalui Q1,” pungkas Brad Binder.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives