Pecco Bagnaia: Ducati Tak Memberi Tekanan Apapun

RiderTua.com – Pecco Bagnaia: Ducati tak memberi tekanan apapun…Francesco ‘Pecco’ Bagnaia percaya diri menghadapi GP Qatar, di mana Ducati berhasil menang di sirkuit Losail sebanyak 5 kali bersama Casey Stoner (2007, 2008, 2009) dan Andrea Dovizioso (2018, 2019). Tahun 2021 lalu, Bagnaia naik podium usai finis di posisi ketiga di Qatar. “Saya memiliki keyakinan pada diri sendiri,” kata murid VR46 Academy itu optimis sebelum balapan pertama MotoGP musim 2022. Dia juga telah memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga 2024.

Pecco Bagnaia: Ducati Tak Memberi Tekanan Apapun

Pecco Bagnaia menambahkan, “Saya pikir kami melakukan pekerjaan dengan baik di pra-musim. Sulit untuk memahami level motor dari tes, karena semua orang bekerja dengan cara yang mereka inginkan. Saya senang. Saya cukup yakin, potensi kami luar biasa, seperti di bagian akhir musim lalu.”

Dan seperti diketahui, runner-up MotoGP 2021 itu menorehkan 5 pole position dan 4 kemenangan dalam 6 balapan terakhir.

Tingkat persaingan di kelas MotoGP saat ini menjanjikan balapan yang seru. Pecco menggambarkan fakta bahwa 21 pembalap hanya terpaut 0,855 detik selama tes di Mandalika sebagai pertunjukan yang sangat bagus. Namun, dia juga menunjukkan bahwa itu ada hubungannya dengan cara kerja yang berbeda selama tes.

Menurut pernyataannya sendiri, Juara Dunia Moto2 2018 itu kini dapat berkonsentrasi penuh pada musim mendatang. Karena dia sudah menandatangani perpanjangan kontraknya dengan tim pabrikan Ducati-Lenovo hingga dan termasuk 2024 pada Februari lalu.

Rider berusia 25 tahun itu mengatakan, “4 tahun lalu, kami memilih satu sama lain dan saya sangat senang bahwa sekarang sudah ditambah 2 tahun lagi. Jika saya mendapat kesempatan, saya juga ingin menghabiskan seluruh karir saya dengan Ducati. Tapi, mari kita lihat apa yang terjadi. Ini tentu lebih santai ketika kita memulai musim dengan perpanjangan kontrak 2 tahun dan yang harus kita pikirkan adalah melakukan yang terbaik. Setidaknya begitu bagi saya, saya tidak tahu apakah itu sama untuk pembalap lain. Saya lebih suka situasi ini.”

Tapi apakah Bagnaia merasa lebih tertekan karena Ducati dianggap sebagai motor terbaik di lintasan MotoGP? “Selalu dikatakan bahwa Ducati adalah yang terbaik. Seperti diketahui Ducati berhasil memenangkan gelar pada 2007,” jawab rider asal Italia itu.

“Saya tidak mengatakan bahwa Yamaha lebih baik tahun lalu karena Fabio menang. Saya hanya melihat motor saya dan saya pikir untuk bagian terakhir musim lalu motor saya adalah Ducati terbaik yang pernah saya kendarai. Tapi saya tidak tahu apakah itu motor terbaik karena saya belum pernah menguji Yamaha, Suzuki, KTM atau Honda,” imbuhnya.

“Ducati tidak memberi banyak tekanan pada saya, saya memberi tekanan pada diri sendiri untuk menjadi lebih kuat dan lebih cepat. Tapi saya hanya berusaha melakukan yang terbaik dengan motor saya,” tegas murid Valentino Rossi itu.

Ketika dalam konferensi pers jelang GP Qatar para pembalap diminta untuk menebak tiga juara dunia dari masing-masing kelas di musim 2022, Bagnaia seperti Quartararo dan Marc Marquez menjagokan dirinya sendiri. “Saya percaya pada diri sendiri,” pungkas Pecco sambil tersenyum.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives