Pengamat: Motor MotoGP Saat Ini ‘Terlalu Mudah’ Dikendarai

RiderTua.com – Pengamat: Motor MotoGP saat ini ‘Terlalu Mudah’ untuk dikendarai.. Pada Tes Pramusim ini motor-motor semakin cepat.. jaraknya juga sangat berdekatan, tetapi mengapa pembalapnya yang cepat itu-itu saja? Ini adalah pertanyaan yang banyak dilontarkan. Banyak pengamat percaya bahwa, motor MotoGP saat ini ‘terlalu mudah’ dikendarai, berkat variabel teknis yang terbatas dan teknologi modern. Oleh karena itu, para pembalap pemula yang kuat dapat dengan cepat menggeser pembalap berpengalaman. Jalannya balapan di tahun 2022 akan semakin seru, lantaran Aprilia membuat kemajuan yang signifikan dan Honda juga meningkat secara signifikan setelah mengalami 2 tahun yang sulit.

Pengamat: Motor MotoGP Saat Ini ‘Terlalu Mudah’ Dikendarai

Perburuan waktu di Sepang harus terhenti lantaran hujan deras, setengah jam menjelang tes berakhir. Rencana para pembalap yang telah menjadwalkan ‘time attack’ di sore hari, gagal sudah. Secara mengejutkan, Enea Bastianini berhasil membukukan rekor lap tercepat tidak resmi dengan 1: 58.131 detik. Untuk diketahui, rekor resmi sepanjang masa lap tercepat Sepang dipegang oleh Fabio Quartararo dengan 1:58.303 menit pada tahun 2019.

Tentu, Juara Dunia Moto2 2020 itu telah membuktikan bakatnya di atas motor MotoGP dengan dua podium di musim rookienya, meski hanya menunggangi Desmo GP19 lama di tim satelit Avintia tahun lalu. Tahun ini rider berusia 24 tahun itu juga belum dibekali motor pabrikan dari Borgo Panigale terbaru. Di Gresini Racing, Enea menunggangi motor GP21 dari tahun lalu, meskipun dengan sedikit pembaruan.

Namun, fakta ini dapat dilihat sebagai keuntungan di awal tes. GP21 sudah terbukti mumpuni dan sepenuhnya matang, sementara prototipe 2022 masih harus menemukan set-up yang tepat. Pembalap di tim pabrikan Ducati masih sibuk mengadaptasi elektronik ke mesin baru yang lebih baik.

Tapi angka memang memiliki arti. Sangat mencolok betapa dekat gap antar pembalap. Di Sepang, 6 rider teratas semuanya berada di bawah waktu terbaik sepanjang masa 2019. 13 teratas berada dalam waktu hanya 0,5 detik di atas lintasan sepanjang 5.543 km itu. 21 pembalap menyelesaikan tes Mandalika selama 3 hari hanya dalam 0,855 detik!

Tren di kelas MotoGP telah menuju kepadatan power yang luar biasa untuk waktu yang lama. Konsekuensi alami dari regulasi yang tidak hanya mengatur ban standar dan ECU standar, tetapi juga membatasi jumlah dan lubang silinder. Tak heran jika performa motor mirip hampir tidak berbeda. Dalam banyak hal penting mereka semua identik.

Jalannya balapan di tahun 2022 akan semakin seru, lantaran Aprilia membuat kemajuan yang signifikan dan Honda juga meningkat secara signifikan setelah mengalami 2 tahun yang sulit.

Setelah Start 'Speedometer' Miguel Oliveira Mati, Strategi Balapannya Jadi Ngaco

Mudah Dikendarai

Motornya sangat berdekatan, tetapi mengapa pembalapnya sama? Ini adalah pertanyaan yang banyak dilontarkan. Banyak pengamat percaya bahwa, motor MotoGP saat ini ‘terlalu mudah’ dikendarai, berkat variabel teknis yang terbatas dan teknologi modern. Oleh karena itu, para pembalap pemula yang kuat dapat dengan cepat menggeser pembalap berpengalaman.

Inilah perkembangannya. Mungkin kita semua harus bersyukur bahwa mesin MotoGP belum memiliki perangkat lunak yang secara otomatis melacak atau mengerem secara otomatis untuk memastikan jarak yang aman antar motor.

Paradoksnya adalah, sementara motor MotoGP yang lebih mudah dijinakkan mengurangi ‘kekejaman brutal’ di masa lalu, balapan duel jarak dekat justru membawa serta bahaya lain yang secara tragis terbukti (di kelas-kelas kecil pada khususnya).

Bagi para penggemar, MotoGP hari ini adalah keseruan. Bahkan ketika catatan waktu sangat dekat, nama yang sama cenderung berada di 3 teratas. Dari sudut pandang ini, favorit untuk meraih gelar musim mendatang cukup jelas yakni Pecco Bagnaia, Quartararo, Marc Marquez dan Joan Mir (mungkin Martin dan Miller?).

Apakah 4 rival terpanas tersebut memiliki alasan untuk khawatir mengingat posisi saat tes mereka? Tidak semuanya. Melihat jarak sudah cukup untuk ini. Pembalap lain harus mampu mengalahkan mereka terutama Marquez. Kembali setelah istirahat lebih dari 3 bulan, Marc langsung menggeber Honda RC213V yang sepenuhnya sudah direvisi, yang jauh dari penyetelan sempurna. Meskipun kekurangan dalam persiapan fisiknya. Dan itu baru saja dimulai.

Siapa pun yang berniat merebut mahkota MotoGP pada 2022 harus mengalahkan Marc Marquez terlebih dahulu.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives