Livio Suppo, Kesalahan Honda: Buang Pedrosa dan ‘Anak Emas’kan Marquez

RiderTua.com – Livio Suppo mengatakan bahwa membiarkan Pedrosa pergi dan hanya meng’anak emas’kan Marquez, itu kesalahan Honda… Livio Suppo adalah salah satu manajer tim paling terkenal di paddock MotoGP. Pria asal Italia itu pertama kali terjun di kejuaraan dunia bersama Ducati. Dan pada 2010 menjadi bagian dari Honda. Suppo adalah manajer tim Ducati ketika Casey Stoner meraih juara dunia pertamanya. Dan dia adalah ‘arsitek’ Repsol Honda. Setelah pensiun pada tahun 2017, Alberto Puig mengambil alih pekerjaan Suppo sebagai manajer tim Repsol Honda. Puig membuat beberapa keputusan yang sama sekali tidak disukai Suppo. Salah satunya dengan jelas ‘membiarkan’ hanya Marquez seorang yang sangat kuat dengan motor Honda.

Livio Suppo, Kesalahan Honda: Buang Pedrosa dan Anak Emaskan Marquez

Dalam sebuah wawancara, Suppo menganalisis masalah Repsol Honda. Tim menghabiskan beberapa musim dengan hasil yang kurang signifikan. Cedera Marc Marquez pada Juli 2020, menjadi pemicu situasi ini. Namun menurut Suppo, tidak adanya pembalap kuat bukan satu-satunya kelemahan. “Sejak tahun lalu, sangat jelas bahwa proyek tidak berjalan ke arah yang benar. Tapi sinyal dari trek dan pembalap sendiri malah diabaikan,” katanya.

Setelah pensiun pada tahun 2017, Alberto Puig mengambil alih pekerjaan Suppo sebagai manajer tim Repsol Honda. Puig membuat beberapa keputusan yang sama sekali tidak disukai Suppo. “Banyak kesalahan telah dibuat, dan saya kecewa karena saya sangat dekat dengan Honda dan sejarahnya. Dan itu tidak perlu dipertanyakan. Adalah sebuah kesalahan, misalnya membiarkan Dani Pedrosa pergi. Itu menunjukkan bahwa perkembangan motor sedang menuju ke arah di mana hanya Marc yang bisa menjadi pembalap kuat,” kata Suppo.

Situasi yang dihadapi Honda saat ini adalah, mereka masih ragu tentang kembalinya Marc Marquez. Musim lalu, tim mencoba menebus kekurangan hasil dengan penandatanganan Pol Espargaro. Namun, pembalap berusia 30 tahun itu lambat beradaptasi dengan Honda. Bahkan, hasil bagus baru diraih setelah Marquez kembali.

“Honda mempertaruhkan segalanya hanya pada satu pembalap, sesuatu yang mungkin merugikan mereka di masa depan. Sama sekali tidak ada persiapan setelah Marc cedera,” jelas Suppo.

Selain itu, Suppo juga menyesali langkah yang diambil oleh merek berlogo sayap emas itu. “Saya sangat prihatin untuk Honda, yang sekarang harus kesulitan seperti ini. Karena ketika saya keluar dari tim setelah musim 2017, mereka sangat kuat dan menjadi rujukan semua pembalap,” kenangnya.

“Mereka harus menemukan jalan yang benar. Dan saya berharap Marc Marquez baik-baik saja karena kontribusinya sangat mendasar. Karena hasil semua pembalap Honda lainnya belum bagus. Yang menunjukkan bahwa, perkembangan motornya mungkin juga belum bagus,” pungkas Suppo.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives