Lin Jarvis Siap Mengundurkan Diri, Saya Lelah

RiderTua.com – Lin Jarvis berpikir untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya saat ini sebagai Managing Director Yamaha, “Saya lelah, tidak menyenangkan,” katanya. Dia sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan MotoGP setelah lebih dari 20 tahun bekerja sama dengan pabrikan Jepang. Tapi pertama-tama dia ingin memenangkan dua gelar dunia lagi untuk Yamaha. “Usia saya 64 tahun dan saya memiliki tiga atau empat tahun lagi (masa kerja), menurut saya. Saya ingin merayakan dua gelar atau lebih dan kemudian mengundurkan diri,” kata Jarvis. Meskipun gelar juara dunia Yamaha direbut oleh Fabio Quartararo. Kasus sulit lainnya untuk ditangani muncul, karena Fabio Quartararo sekarang semakin berani menekan Yamaha yang rumornya meminta bayaran tinggi dan mendikte pengembangan motor Yamaha M1. Itu semua tugas Jarvis, mungkin benar… Lin Jarvis mulai lelah.

Setelah 20 tahun bersama Yamaha, Lin Jarvis mempersiapakan dirinya untuk mengucapkan selamat tinggal pada MotoGP. Manajer asal Inggris itu kini telah berusia 64 tahun, dia sedang mempertimbangkan pengunduran dirinya. Managing Director sendiri mengatakannya dalam wawancara dengan media Motorsport-Total. “Saya lelah, krisis kesehatan memberi kami lebih banyak pekerjaan dan pada saat yang sama kami kehilangan sebagian kesenangan. Kami tidak bisa lagi pergi ke restoran, ada begitu banyak batasan dan kami tidak bisa lagi mengundang tamu”.Lin Jarvis

Bagi Yamaha ini adalah tahun-tahun yang sulit di MotoGP, ada kasus klep mesin dan pada tahun 2021 ada perceraian lebih awal dengan Maverick Vinales. Meskipun ada catatan positif dengan gelar juara dunia oleh Fabio Quartararo. Kasus sulit lainnya untuk ditangani muncul, karena Fabio Quartararo sekarang semakin berani menekan Yamaha yang rumornya meminta bayaran dan mendikte pengembangan Yamaha. Sebagai syarat untuk pembaruan kontrak, dengan gaji yang pasti lebih tinggi, dia juga meminta YZR-M1 diberi lebih banyak power di trek lurus (top speed).

Setelah Yamaha memenangkan gelar Dunia MotoGP 2015 dengan Jorge Lorenzo, tahun-tahun berikutnya Yamaha kesulitan. Valentino Rossi telah mengalami penurunan karena sakit dan masalah usia (banyak pembalap muda bermunculan) dan dengan Vinales terbelenggu dengan masalah ‘mental tempur’ nya, yang telah berkurang di saat-saat terakhir mereka. “Gelar Fabio, dalam arti tertentu, adalah hadiah untuk upaya itu. Saya masih termotivasi untuk melakukan pekerjaan saya. Tetapi hasil yang baik adalah kuncinya. Usia saya 64 tahun dan saya memiliki tiga atau empat tahun lagi (masa kerja), menurut saya. Saya ingin merayakan dua gelar atau lebih dan kemudian mengundurkan diri,” pungkas Jarvis..
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page