Pembalap Ayah-Anak Tersukses dalam Sejarah MotoGP

RiderTua.com – Pembalap ayah-anak tersukses dalam sejarah MotoGP… ‘Like father, like son’, pepatah ini berlaku untuk keluarga Gardner. Remy dinobatkan sebagai juara dunia Moto2 musim ini, 34 tahun berselang setelah Papanya Wayne Gardner memenangkan gelar 500 cc. Brembo yang telah menggeluti kejuaraan dunia balapan motor sejak 1978, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyusun daftar keluarga balap tersukses sepanjang sejarah GP.

Pembalap Ayah-Anak Tersukses dalam Sejarah MotoGP

Pabrikan rem asal Italia itu tidak membatasi diri hanya berdasarkan jumlah gelar dan kemenangan GP, ​​tetapi memprioritaskan tim ayah-anak di mana kedua belah pihak sama-sama sukses.

Juara 1: Roberts dengan 4 gelar Kejuaraan Dunia dan 32 kemenangan GP

Dengan membukukan 3 gelar 500cc yakni pada 1978, 1979 dan 1980 (keduanya di Yamaha) dan gaya balap revolusionernya, Kenny Roberts membuka jalan bagi kesuksesan besar Amerika Serikat di kelas utama. Kenny Roberts Jr. mengikuti jejak sang ayah di Suzuki pada tahun 2000. Sang putra mencatatkan 8 kemenangan GP di kelas utama, Ayahnya total 24 (22 di antaranya di kelas 500cc).

Juara 2: Gardner dengan 2 gelar juara dunia dan 24 kemenangan GP

Wayne Gardner menjadi juara dunia asal Australia pertama di kelas utama pada tahun 1987 bersama Honda. Dia mengumpulkan 7 kemenangan GP dalam perjalanannya meraih gelar. Pria yang kini berusia 62 tahun itu membukukan total 18 kemenangan. Sang putra, Remy Gardner baru saja dinobatkan sebagai Juara dunia Moto2. Dia akan melakukan debut MotoGP di Tech3-KTM tahun depan, dengan mencatat 6 kemenangan Moto2.

Juara 3: Nieto dengan 13 gelar Kejuaraan Dunia dan 91 kemenangan GP

Terlepas dari 12 + 1 gelar Angel Nieto, keluarga balap asal Spanyol itu tidak memimpin peringkat ini karena, Pablo tidak mampu meraih kesuksesan besar seperti ayahnya. Putra juara dunia itu hanya memenangkan 1 balapan dalam 10 tahun Kejuaraan Dunia 125cc (GP Portugal 2003). Papa Nieto sendiri mengumpulkan total 90 kemenangan GP di kelas 125, 80cc dan 50cc. BTW, keponakan Angel, Fonsi juga merupakan pemenang GP 5 kali.

Tempat ke-4: Rossi dengan 9 gelar dan 118 kemenangan GP

Prestasi yang ditorehkan Valentino Rossi jauh melampaui prestasi sang ayah. Graziano merayakan 3 kemenangan GP di kelas 250 cc dengan motor Morbidelli pada tahun 1979, tetapi harus menerima peringkat 3 di Kejuaraan Dunia. Di sisi lain, Valentino mengakhiri karirnya yang luar biasa 3 minggu lalu sebagai juara dunia 9 kali, pemenang GP 115 kali dan secara resmi sejak perpisahan di Valencia, dia dinobatkan sebagai legenda MotoGP.

Tempat ke-5: Bradl dengan 1 gelar dan 12 kemenangan GP

Stefan Bradl membawa keluarga balap asal Jerman yang paling sukses meraih gelar Moto2 pada 2011, setelah Papa Helmut harus bertahan dengan peringkat 2 di kelas 250cc bersama Honda dengan 17 poin di belakang juara dunia Luca Cadalora. Putranya juga memimpin dalam kemenangan GP, 7 banding 5. Dalam hal jumlah podium GP, Helmut Bradl masih memimpin dengan 21 banding 19.

Tempat ke-6: Graham dengan gelar juara dunia dan 10 kemenangan GP

Leslie Graham adalah juara dunia pertama kelas utama pada tahun 1949 di AJS, dan pada tahun 1952 dia kembali menjadi runner-up di MV Agusta. Secara total, dia meraih 8 kemenangan GP (500cc 5 kali, 350cc 2 kali, 125cc 1 kali). Dia meninggal dalam balapan GP di Isle of Man pada tahun 1953. Stuart tidak mampu menyamai level ayahnya. Tetapi dalam 23 kompetisi balap, dia hanya 14 kali naik podium, dan 2 kali sebagai pemenang yakni pada tahun 1967, sekali kelas 125cc dan 50cc.

Tempat ke-7: Pagani dengan gelar juara dunia dan 7 kemenangan GP

Pada tahun pertama sejarah GP, Nello Pagani dinobatkan sebagai Juara Dunia 125cc di Mondial, dengan 2 kemenangan dari 3 balapan. Pada tahun yang sama dia juga menang 2 kali di kelas 500cc dengan Gilera, tetapi gelar itu diraih Les Graham dengan selisih 1 poin. Alberto Pagani adalah runner-up 500cc pada tahun 1972, meskipun jauh di belakang Giacomo Agostini. Dia menyumbang 3 lagi untuk 4 kemenangan GP sang ayah.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page