Jago Strategi Ban, Dovi Sangat Berguna bagi Yamaha

1

RiderTua.com – Di Ducati, Andrea Dovizioso adalah pembalap yang jago menghemat ban untuk dipakai pada fase ‘duel akhir’ balapan. Dia terkenal sangat-sangat halus di throttle (smooth). Dia mengerti di mana dan kapan memacu motor hingga limit dan tahu cara menghemat ban untuk bagian terakhir balapan dan dia bisa lebih cepat. Tentu gaya halus ini akan diterapkan di Yamaha yang punya karakter berbeda, butuh waktu.. Namun sepertinya sangat cocok jika gaya smooth ini dipadukan dengan kelincahan M1 ditikungan. Ketrampilan menghemat ban ini bisa di jadikan pertimbangan pembalap lain Yamaha kedepan sebagai acuan.

Meskipun begitu Dovi belum mau memprediksi performanya, saat kembali ke MotoGP sebagai pembalap pengganti Morbidelli di tim Petronas SRT Yamaha di Misano. Seperti yang sudah diperkirakan, dia merasa kesulitan untuk membiasakan diri dengan M1 dengan mesin 1000 cc inline-4, yang membutuhkan gaya balap yang sama sekali berbeda, setelah hampir 9 tahun dengan mesin V4, 8 tahun di Ducati dan menjadi tes rider di Aprilia. “Tahun depan saya akan memiliki motor pabrikan tahun 2022 dari Yamaha di awal musim. Saya mengambil risiko di tim satelit namun saya tidak punya masalah sama sekali,” katanya…

Jago Strategi Ban, Dovi Sangat Berguna bagi Yamaha

Dovi kemudian mendarat antara posisi 20 dan 24 di setiap sesi latihan di GP Misano. Secara harfiah 3 kali di posisi terakhir (FP1, FP4 dan Q1), defisit awalnya 2,5 detik, dalam sesi pemanasan 2 detik. Dan di balapan, Dovi menyelesaikan race di posisi ke-21 atau yang terakhir dengan 42,587 detik setelah 27 lap.

Di Texas, dia berhasil membuat kemajuan. Dovi mengamankan posisi start tempat ke-14 di grid dari 21 rider dan menyelesaikan balapan di posisi ke-13 dan menghasilkan 3 poin. Kesenjangan dengan pemenang Marc Marquez menyusut menjadi 25,3 detik. Enam pembalap melintasi garis finis di belakang pembalap asal Italia itu.

Saat Dovi ditanya, apakah dia pernah merasa ragu dia bisa membuat comeback GP lagi setelah berpisah dari Ducati dan libur selama 1 tahun?.. Runner-up MotoGP 3 kali itu menjawab, “Saya belum pernah mengendarai Yamaha sejak 2012. Sejak saat itu saya tahu motornya banyak berubah. Tapi itu tidak menjadi masalah bagi saya di Misano. Karena sejak saat itu perubahan pribadi saya lebih besar ketimbang motor. Bagi saya, balapan tahun ini adalah tentang perbandingan dan mencoba berbagai hal.”

“Tahun depan saya akan memiliki motor pabrikan tahun 2022 dari Yamaha di awal musim. Sebelum comeback, saya tahu bahwa saya menunggangi motor Yamaha A-spec (2019) yang di atas kertas lebih lambat ketimbang motor pabrikan. Itu sebabnya saya tidak pernah membayangkan comeback dengan mudah. Pada awalnya, saya juga menekankan bahwa hasil tidak penting. Saya harus membiasakan diri dengan posisi baru di atas motor karena ukuran motor berbeda dari yang saya gunakan selama bertahun-tahun. Dan saya harus menyesuaikan gaya balap saya.”

“Sekarang kemungkinan itu muncul lagi setelah 8 atau 9 tahun kemudian. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan lebih cepat, lebih kuat atau yang terbaik dengan M1 ini. Tapi saya berkompetisi dengan pabrikan lain di MotoGP selama bertahun-tahun, dan selalu berencana untuk balapan dengan merek lain di Kejuaraan Dunia.”

Tim Satelit Bukan Masalah

“Tentu saja, saya lebih berisiko mendapatkan hasil yang biasa-biasa saja di tim satelit ketimbang di tim pabrikan. Tapi aku tidak peduli. Saya balapan untuk diri sendiri, saya memiliki hasrat yang diperlukan untuk itu. Saya punya minat besar untuk mengendarai motor yang sama sekali berbeda dan merek baru. Saya mengambil risiko ini dan saya tidak punya masalah sama sekali.”

Apa target Dovi untuk balapan pertama setelah comeback?.. “Saya pikir saya bisa bersaing dengan Valentino di kejuaraan kelompok usia 35+,” ujar Dovi sambil tertawa.

“Untuk saat ini, ini bukan tentang posisi. Karena semua pembalap biasa sangat cepat. Jika kita melihat 4 tahun ke belakang, ada kesenjangan yang jauh lebih besar antara yang pembalap pertama dan yang terakhir. Saya selalu menekankan bahwa hasil tahun ini tidak relevan. Jika mereka tidak memuaskan sejak awal, itu bukan masalah terbesar. Yang penting saya bisa merasa nyaman dengan motor. Dari hari ke hari, dari latihan ke latihan, itu akan menjadi positif.”

Catatan tambahan oleh Dovizioso, “Saya sangat beruntung, saya mendapatkan total 5 balapan dan 2 kali tes MotoGP tahun ini. Karena biasanya seorang pembalap yang berganti tim hanya menjalani 2 kali tes sebelum musim kembali dimulai. Dua kali tes di Sepang dan Lombok akan ditambahkan untuk saya pada bulan Februari. Itu memuaskan, karena memungkinkan saya untuk benar-benar melakukan adaptasi saya dengan tenang.”

1 COMMENT

Leave a Reply