Vinales: Alami ‘Mimpi Buruk’ Selama 3 Tahun

1

RiderTua.com – Maverick Vinales merasa bahwa balapan selama 3 tahun terakhir di Yamaha seperti mimpi buruk. Keluhan dia selama 3 tahun tak kunjung terselesaikan. Hengkangnya Maverick Vinales dari Yamaha pada akhir musim 2021 belum dikonfirmasi secara resmi hingga hari Senin. Tetapi di GP Belanda, meski pembalap berusia 26 tahun itu berhasil naik podium setelah finis ke-2, sebenarnya terlihat betapa dinginnya suasana di garasi-nya. Pada hari Jumat, konferensi pers online usai latihan bebas dibatalkan tanpa basa-basi lagi. Penjelasan resminya (alasannya), karena ada pertemuan teknis. Vinales kemudian berkata, “Kami dengan tim memutuskan untuk membatalkan pertemuan dengan media”. Mungkin bukan hal yang tepat untuk wawancara tentang hasil yang buruk di GP Jerman yang finish paling belakang. Salah satu alasan Vinales gabung Yamaha (2017) juga karena adanya Valentino Rossi, menjadi rekan Vale saat itu dan duduk diatas motor juara adalah impian (saat itu Suzuki masih tim konsesi, Suzuki kehilangan hak konsesi di MotoGP 2019). Pengembangan dan filosofi Yamaha selaras dengan karakter balap Quartararo, dan hasilnya seperti saat ini..

Vinales: Alami ‘Mimpi Buruk’ Selama 3 Tahun

“Sebagai manusia, hasil dari Sachsenring sangat menyakitkan. Itu tidak bisa diterima bagi saya sebagai pembalap. Sulit untuk dilupakan. Saya belum pernah berada di posisi itu dalam hidup saya, bahkan ketika saya mulai balapan. Itu menyakitkan dan membuat saya berpikir dan mempercepat banyak hal,” ujar Maverick Vinales usai GP Jerman.

Apa yang dimaksud pembalap berusia 26 tahun itu sekarang sudah jelas. Ketika ditanya tentang Yamaha saat ini, Vinales berkata, “Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Yamaha Jepang. Saya pikir mereka hebat, Presiden dan semua orang yang terlibat dalam proyek ini. Kami sangat antusias dan berkomitmen.”

Pada saat yang sama, pemenang balapan MotoGP 9 kali (1 kali dengan Suzuki, 8 kali dengan Yamaha) menambahkan, “Ketika mereka kembali merekrut saya pada tahun 2020, seakan tak percaya saya berkata ‘Apa?’. Karena saya tidak bisa memberikan hasil yang maksimal. Saya berkata kepada tim bahwa saya tidak tahu mengapa, tetapi saya tidak akan menyerah. Mereka telah memperpanjang kontrak saya selama 2 tahun.”

“Saya sangat menghormati Yamaha. Saya menghargai bahwa mereka menginvestasikan banyak waktu untuk saya. Kami mendapatkan hasil yang bagus, tetapi saya tidak tahu mengapa, saya tidak berhasil menjadi lebih cepat dan lebih konsisten. Saya hanya bisa berterima kasih kepada Yamaha atas kesempatannya. Mereka selalu baik kepada saya, itu yang paling penting,” kata papa Nina itu.

Apakah faktor dari sisi manusia atau teknis yang menjadi alasan? Bagaimanapun, Silvano Galbusera yang telah bekerja dengan pembalap asal Spanyol itu sejak GP Catalunya, adalah kepala kru ketiganya di tahun ke-5 bersama Yamaha.

Lingkungan bukanlah masalahnya bagi Vinales. “Saya lebih kecewa dari sisi teknis ketimbang sisi manusia. Saya sangat menghargai orang-orang di Yamaha. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang orang-orangnya, tetapi secara teknis saya bisa. Di tahun-tahun sebelumnya dan juga di 2018, sangat sulit. Pada tahun 2019 entah bagaimana kami menemukan jalan. Tetapi pada tahun 2020 kami kembali mengubah segalanya, kami mengganti motor dan kami kehilangan lagi,” imbuh pembalap asal Spanyol itu.

Saya merasa, datang ke balapan seperti mimpi buruk. Komentar saya sama selama 3 tahun. Saya bisa mengeluarkan catatan, itu komentar yang sama persis. Saya hanya ingin memaksimalkannya, saya ingin balapan, benar-benar balapan dan memberikan semua yang saya miliki. Itu sulit saat ini. Saya datang ke balapan dan hanya bertanya pada diri sendiri, masalah apa yang akan saya hadapi kali ini?”

“Di Sachsenring sebenarnya saya ingin datang di hari Jumat (hanya datang pas latihan bebas Jumat). Itu adalah akhir pekan yang membuat putus asa. Saya menjelaskan semuanya secara detail, tetapi kami tidak dapat meningkatkannya. Di Assen saya memiliki grip, trek lebih cocok dengan motor, jadi saya bisa cepat. Tapi saya jauh dari potensi penuh saya. Satu-satunya yang saya inginkan adalah mencapai potensi penuh saya,” tegas juara dunia Moto3 dari 2013 itu.

1 COMMENT

Leave a Reply