Marquez yang Dulu: Tak Terima Jika Finish ke-2, Harus Menang!

1

RiderTua.com – Dulu, Marc Marquez tak terima meski finis di tempat ke-2. Baginya hanya kemenangan yang terpenting. Sejak crash parah di Jerez pada 2020 yang mengakibatkan dia harus menjalani 3 kali operasi, 2 kali transplantasi tulang serta mengalami infeksi tulang, jelas sangat sulit bagi rider Repsol Honda itu menerima kenyataan hanya finis ke-7 dan 13. Bahkan di balapan kandangnya, dia tidak lolos ke Q2 dari 12 pembalap MotoGP tercepat dan Jack Miller berada di belakangnya. Tak hanya itu, rider asal Spanyol itu gagal finis setelah crash di tikungan 10 saat race hari Minggu di Montmelo. Meski begitu, Marc tak mau mengubah strateginya. Dia berkata, “Tes pada hari Senin lebih penting ketimbang race hari Minggu.”.. Semoga kondisinya cepat pulih seperti dulu lagi, karena hanya Marquez sendiri yang bisa mengalahkan dirinya..

Marquez yang Dulu: Tak Terima Jika Finish ke-2, Harus Menang!

Marc Marquez yang telah memenangkan 82 kali balapan itu mengatakan, “Tentu saja saya tidak senang dengan hasil balapan. Tapi di sisi lain, saya lebih suka jatuh setelah menunjukkan performa bagus, ketimbang hanya menyelesaikan balapan dan mencoba untuk tetap duduk di atas motor. Jadi saya senang setidaknya telah memberikan performa yang baik.”Marc Marquez Vs Marc Marquez- ridertua

Marc Marquez yang sejauh ini berhasil membukukan 56 kemenangan MotoGP, membuat kemajuan signifikan dalam tes Montmelo pada hari Senin. Dia melahap tidak kurang dari 87 lap dengan menggunakan sasis yang berbeda, termasuk versi terbaru. Dimana sasis ini telah diuji oleh Stefan Bradl selama lebih dari 200 lap seminggu sebelumnya di Jerez. Dia hanya kalah 0,654 detik pada waktu tercepat yang ditorehkan Maverick Vinales. Rekan setimnya Pol Espargaro juga keluar dari persaingan dengan baik, dengan duduk di tempat ke-6.

Rider berusia 28 tahun itu menambahkan, “Tes itu penting untuk masa depan kami. Selama tes hari Senin di Jerez pada 3 Mei, saya tidak bisa membalap terlalu banyak karena saya carsh sangat parah sehari sebelumnya. Selain itu, saat itu kesehatan saya lebih buruk ketimbang sekarang. Itu aneh di dua balapan terakhir di Mugello dan Montmelo. Karena saya melakukan kebalikan dari 2019. Saya tidak crash di latihan, tapi di balapan.”

“Saya mengambil risiko lebih banyak di kompetisi kali ini, tetapi saya tidak tahu batasannya. Tapi itu strategi saya, saya mengambil banyak risiko dalam balapan. Saya harus mengakui bahwa strategi yang saya susun tidak berhasil sekarang. Tapi nanti kami akan mencoba mengubahnya.”

Oleh karena itu, juara dunia MotoGP 6 kali itu hanya menyelesaikan kurang dari 8 lap dalam balapan pada hari Minggu. Dia sangat membutuhkan ‘jam terbang’ untuk menyesuaikan dengan performanya dulu..

“Saya takut kondisi fisik saya akan terganggu saat tes pada Senin sore. Tetapi saya tahu, bahwa di pagi hari saya akan punya tenaga penuh, karena hari Minggu saya hampir tidak mengikuti semua race (crash). Dan jujur, tes hari Senin lebih penting ketimbang race hari Minggu untuk masa depan kita. Aku tahu kita tidak akan menemukan 0,5 detik. Penting bagi kita untuk lebih memahami apa yang kita butuhkan untuk masa depan. Dan kami berhasil,” pungkas kakak Alex Marquez itu.

1 COMMENT

Leave a Reply