Hal Ini yang Akan Membuat Marquez Mengakhiri Karirnya di MotoGP

0

RiderTua.com – Kepada media asal Spanyol ‘Marca’, Marc berbicara tentang kemungkinan pensiun dan keputusan terpenting dalam karir balapnya. Setelah 9 bulan, akhirnya Marc Marquez kembali ke lintasan balap MotoGP. GP Portugal menjadi titik balik bagi Juara Dunia 8 kali itu kembali merajai balap di kelas utama. Upaya comaback ini berjalan sempurna. Rider Repsol Honda itu start di P6 dan finis di urutan ke-7. Setelah terpaksa beristirahat selama 265 hari, menjalani 3 kali operasi dan harus menahan sakit sekian lama, pembalap berusia 28 tahun itu mampu menjawab pertanyaan, seberapa kuat dia saat kembali.

Hal Ini yang Akan Membuat Marquez Mengakhiri Karirnya di MotoGP

Sebuah balapan pasti menuntut secara fisik, tetapi Marc Marquez menikmati penderitaannya dan menyelesaikan comebacknya di tempat ke-7. Dia hanya kalah 13 detik dari pemenang balapan Fabio Quartararo.

Saat Marc disinggung mengenai pensiun sebagai pembalap dia menjawab, “Saya tidak akan terima dengan diri saya sendiri, jika saya harus mengakhiri karir saya karena cedera. Tidak ada pembalap yang ingin mengalaminya. Waktu ideal untuk pensiun adalah saat pembalap menginginkannya, bukan saat cedera yang memaksa mereka untuk berhenti. Saya juga tidak ingin balapan, jika tidak ada lagi ruang di lintasan untuk saya. Tentu saja saya akan menerimanya jika tubuh tidak memungkinkan lagi. Tetap saja, saya senang bisa kembali naik motor sekarang. Saya menikmatinya.”

Selain itu, Marquez juga ditanya tentang keputusan terpenting dalam karir balapnya. Pembalap kakak Alex Marquez (LCR Honda) itu menjawab, “Saya balapan ketika saya berusia 11 tahun. Saat itu struktur tim saya sudah berubah, dan ada peluang untuk beralih ke Dani Amatriain dan Aprilia. Saya memutuskan untuk tetap menggunakan Monlau dan Honda. Saya tetap bersama Emilio Alzamora, karena saya lebih menyukai motornya dan saya pikir itu adalah langkah yang menentukan.”

Di kelas MotoGP, Marc Marquez duduk di atas Honda RC213V. Sementara di kelas yang lebih kecil, dia mengendarai motor KTM, Derbi dan Suter. Dia selalu sukses. Di kejuaraan dunia balap motor dia meraih 82 kemenangan, 35 kali finis di tempat kedua dan 17 kali finis di tempat ketiga dalam 207 balapan.

 

Leave a Reply