Joan Mir: Balapan di Eropa akan Berbeda dari Qatar

0

RiderTua.com – Joan Mir berujar, balapan di Eropa akan berbeda dari Qatar, kemungkinan pembalap, tim atau motor yang mendominasi akan berubah… Juara bertahan Joan Mir berada di peringkat ke-6 di Kejuaraan Dunia setelah melakoni dua balapan MotoGP di Qatar. Pembalap berusia 23 tahun itu adalah juara dunia MotoGP pertama dari Red Bull Rookies Cup. Mir berkompetisi di seri junior pada 2013 dan 2014, di mana dia finis ke-2 di peringkat keseluruhan di tahun keduanya di belakang Jorge Martin. Pembalap Suzuki itu juga mengungkapkan kekagumannya pada pembalap sensasional Moto3, Pedro Acosta. Dia juga berharap untuk tampil lebih baik di Portimao. Tenang… ini baru satu sirkuit, resep Joan Mir tahun lalu adalah: yang konsisten adalah yang berpeluang besar menjadi juara dunia..

Joan Mir: Balapan di Eropa akan Berbeda dari Qatar

Minggu lalu, Joan Mir dibuat kagum dengan talenta Rookies dari kejuaraan lain di kancah MotoGP di Qatar. Pedro Acosta yang berusia 16 tahun dari Red Bull KTM Ajo, berhasil memenangkan balapan Kejuaraan Dunia Moto3 di musim keduanya setelah start dari pit lane, karena dia masih kesulitan di FP2.

“Itu adalah balapan Moto3 yang sangat menyenangkan. Pedro Acosta melakukan pekerjaan yang luar biasa, kemenangan pertama yang luar biasa. Masa depan cerah terbentang di depannya,” kata Joan Mir, memuji rekan senegaranya itu.

Balapan MotoGP pada hari Minggu kemarin menciptakan gap yang sangat dekat. 15 besar dipisahkan hanya dengan 8,928 detik setelah 22 lap. Dimana hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah GP. “Setelah beberapa hari di Qatar, kami semua tahu bagaimana performa motor. Selama tes, kami semua melihat motor mana yang harus dikalahkan.”

“Pada akhirnya, Yamaha menang dan Ducati juga. Jadi kami tidak terlalu jauh dengan penilaian pertama kami,” komentar Mir, yang tidak sepenuhnya puas hanya berada di posisi ke-4 dan ke-7 dalam dua balapan di Qatar.

“Saya pikir kami melakukan pekerjaan dengan baik. Tapi saya bisa melihat bahwa saya tidak memiliki motor tercepat di lintasan lurus, sangat sulit di belakang Ducati,” keluhnya.

“Ban aus, slipstream. Itu menyatukan segalanya. Kami berada di Qatar selama beberapa hari, semua pembalap sudah tahu treknya dengan sempurna, semua orang tahu persis cara membalap disana. Di Eropa akan berbeda lagi, dan kami akan berusaha untuk lebih baik.”

Bagaimana sikap Mir menghadapi GP Portugal pekan depan? Tahun lalu, pada balapan perdana Kejuaraan Dunia di Portimao dia absen, tapi gelar Juara Dunia sudah di tangan.

Sambil tertawa dia menjawab, “Dengan sikap positif. Ini mungkin bukan trek terbaik bagi kami, tetapi hal positifnya adalah ini bukan Qatar. Ini jelas merupakan trek yang berbeda. Saya menantikan balapan akan dimulai di Eropa lagi. Saya mengharapkan hasil yang lebih baik dan bekerja pada akhir pekan yang lebih ‘normal’. Saya harap kami dapat melakukan pekerjaan dengan baik di Portugal.”

Leave a Reply