Luca Marini: Pangkas Gap Kurang dari 2 Detik, Bos Senang!

0

RiderTua.com – Luca Marini: Memperpendek jarak (gap) kurang dari 2 detik dari pembalap tercepat di grid… Rookie tim Esponsorama Avintia Luca Marini, pada tes hari keempat di Qatar mengalami peningkatan. Pembalap berusia 23 tahun itu mengurangi selisih jarak ke pembalap tercepat menjadi kurang dari 2 detik (1,778 sec). Sebagai rookie terbaik ketiga, pembalap asal Italia itu merasa puas dengan penampilannya pada hari Kamis. Pembalap VR46 berkonsentrasi pada kecepatan balapannya (race pace) bukan mencari waktu tercepat seperti sesi kualifikasi. Sepertinya Luca dan Rossi akhirnya bisa ketemu di trek setelah “janjian” di trek lurus untuk latihan start …

Luca Marini: Memperpendek Jarak Kurang dari 2 Detik

Pada tes Qatar hari Kamis, Luca Marini punya alasan untuk bergembira. Karena di penghujung hari, untuk pertama kalinya dia tertinggal kurang dari 2 detik di belakang waktu tercepat Maverick Vinales.

Setelah melahap 53 lap, dia finis di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1: 55,022 menit 1,778 detik di belakang pembalap pabrikan Yamaha itu. Torehannya ini membuat Marini menjadi rookie MotoGP terbaik ketiga, di belakang Jorge Martin (ke-14 dari Pramac Ducati) dan rekan setim Avintia Enea Bastianini yang finis ke-15.

Namun alih-alih mengejar waktu, pembalap VR46 berkonsentrasi pada kecepatan balapannya (race pace). Marini mengatakan, “Kami bekerja sangat keras pada hari Kamis, terutama di bagian belakang motor. Pada akhirnya, kami menemukan set-up bagus yang memungkinkan saya untuk meningkatkan kemampuan di tikungan. Kami juga mengambil langkah maju dalam mengubah arah. Di penghujung hari, saya mencoba simulasi balapan yang bagus.”

Ruben Xaus

Sang Bos Senang

Setelah menunggangi motor MotoGP selama 5 hari, rookie asal Italia itu menemukan caranya menaklukkan Ducati Desmosedici GP19 dengan lebih baik. “Saya memiliki perasaan yang baik, juga terkait dengan komponen fisik. Saya berhasil memahami ban lebih baik pada sesi yang lebih lama.”

“Kecepatan saya tidak buruk. Selama jangka waktu yang lama saya memperhatikan betapa banyak kerusakan pada ban depan di sisi kanan, tetapi saya bisa menanganinya. Pada sore hari saya turun ke trek dengan ban medium, tetapi segera menyadari bahwa ban yang lebih soft adalah pilihan yang lebih baik bagi saya, karena suhu yang menurun,” imbuh runner-up Moto2 tahun lalu, mencoba menganalisis kesannya pada motor Ducati.

Sementara itu manajer tim Ruben Xaus, puas dengan perkembangan anak asuhnya itu. “Kami sudah mulai mengenali otomatisme pertama dengan Luca, semuanya tampak lebih alami saat dia keluar di lintasan. Saya sangat menyukai cara kerjanya yang tepat dan konsisten.”

“Dia bekerja keras untuk dirinya sendiri, di penghujung hari dia menyelesaikan long runs (simulasi) 20 lap, di mana dia selalu melaju tinggi 1:55. Saya senang, itu titik awal yang baik ketika kami menganggap itu adalah jarak jauh pertamanya di Ducati,” kata pria 42 tahun itu, senang dengan kemajuan Marini.

Leave a Reply