Nissan Mau Menutup Pabrik Lagi, Kali Ini di Filipina

0

RiderTua.com – Entah mengapa Nissan mau menutup satu pabrik lagi setelah melakukannya di Indonesia pada tahun lalu. Nampaknya apa yang terjadi pada merek mobil ini masih belum berakhir dan mereka harus bertahan ditengah kondisi tersebut. Nissan mau menutup pabrik yang ada di Filipina. Dengan ini total ada dua pabrik yang sudah ditutup di kawasan Asia Tenggara, menyisakan Thailand sebagai pabrik utamanya.

Nissan Mau Menutup Pabrik yang Ada di Filipina

Selama beberapa tahun belakangan, Nissan menghadapi berbagai cobaan yang berat sejak Carlos Ghosn tersangkut skandal keuangan. Apalagi diperparah dengan kondisi pasar yang menurun sepanjang tahun 2020 membuat Nissan harus melakukan banyak penyesuaian. Seperti restrukturisasi besar-besaran yang membuat mereka harus ‘mengorbankan’ salah satu pabriknya.

Indonesia menjadi negara pertama yang dituju Nissan untuk ditutup pabriknya disana. Sebelum ditutup, sebelumnya Nissan sudah lama memproduksi sejumlah mobil secara lokal, dari X-Trail sampai Grand Livina. Kini hanya Livina yang dirakit lokal sampai sekarang, meski produksinya ditangani oleh Mitsubishi.

Nissan mau menutup pabrik

Andalkan Model Dari Thailand

Setelah Indonesia, kali ini giliran pabrik di Filipina yang akan ditutup mulai bulan Maret mendatang. Pabrik yang berlokasi di Sta. Rosa tersebut disebut sudah cukup lama berdiri dan biasanya mampu memproduksi hingga 4,5 ribu unit dalam sebulan. Pabrik tersebut juga menjadi tempat produksi sedan Nissan Almera.

Nissan memang tak mau melakukannya karena mereka tahu penutupan ini akan berdampak pada 133 pekerjanya disana. Tapi apa boleh buat, kondisi sekarang yang tak menentu ditambah dengan keadaan Nissan saat ini membuat mereka tak memiliki pilihan lain selain menutup pabrik yang ada di Filipina. Alhasil Nissan harus mendatangkan produknya dari Jepang maupun Thailand, seperti Indonesia.

Tentu Nissan bukan menjadi merek pertama yang berhenti produksi di negara tersebut. Sebelumnya ada Isuzu yang menutup tempat perakitan D-Max pada tahun 2019 lalu, disusul Honda setahun setelahnya. Sehingga hanya menyisakan Toyota dan Mitsubishi yang pabriknya masih berdiri di negara tetangga.

Leave a Reply