RiderTua.com – Nah ini menarik untuk dibahas nih: Setelah laris manis diburu konsumen, Honda mulai mengirim puluhan unit Prelude ke konsumen, dengan 20 unit yang dikirim lebih dulu. Memang masih ada target ratusan unit yang harus dikirim, tapi ini sudah menjadi awal bagus bagi merek otomotif asal Jepang tersebut.
All New Prelude Jadi Buruan Banyak Orang
Melihat dari desain Honda Prelude, mungkin ada yang menganggap modelnya kurang cocok kalau dijual di tengah tingginya tren mobil SUV di pasar roda empat. Tapi justru model seperti ini yang paling banyak diincar konsumen mengingat modelnya berupa sportcar bermesin hybrid. Terlebih nama Prelude sudah lama dikenal di pasarnya, dan kembalinya model ini menjadi momen yang nggak boleh dilewatkan oleh pecinta sportcar.

Sejak pertama kali diperlihatkan ke publik, ada 100 unit Honda Prelude yang disediakan, tapi semuanya ludes terjual dalam waktu tiga hari saja. Lalu mereka menambah 180 unit untuk stok tahun ini, dan seperti sebelumnya semua unitnya ludes dalam waktu singkat, dan mereka sudah nggak bisa restock sampai tahun depan. Jadi untuk sekarang mereka harus mengirim total 280 unit mobil ke garasi konsumen yang sudah memesan.
Sebagai permulaan, Honda mengirim 20 unit ke konsumen, dan ini artinya tinggal 260 unit lagi yang harus dikirim. Memang semua unitnya masih didatangkan langsung dari Jepang, dan mobil seperti ini jelas nggak bisa dirakit lokal di Indonesia begitu saja seperti HR-V dan Brio. Sebenarnya tidak hanya Prelude yang tidak dirakit lokal, karena semua sedannya juga masih diimpor, baik itu City maupun Civic, termasuk varian Type R.

Sportcar HEV
Honda Prelude yang sekarang berbeda dengan yang dulu, karena modelnya tampil lebih modern dan sporty, serta mengusun desain lebih sporty ketimbang model lawasnya. Meski mengusung mesin hybrid, performanya masih tetap dijaga agar tetap memberikan pengalaman berkendara maksimal seperti mobil sport pada umumnya. Tentunya mesin hibridanya ini bisa meminimalkan emisi yang dihasilkan, dan bisa lebih hemat bensin.
Lalu ada S+ Shift yang memberikan pengalaman berkendara lebih responsif dan presisi saat berakselerasi di jalan, dan fitur ini didesain sesuai dengan filosofi ‘Joy of Driving’. S+ Shift memang tidak bisa ditemukan pada mobil Honda lainnya, dan memang didesain untuk mobil seperti Prelude agar bisa lebih enteng saat dibawa melaju kencang di jalan atau di lintasan sirkuit. Performa menjadi prioritas untuk sportcar, tapi Honda juga harus merancangnya agar lebih menyenangkan saat dikendarai.

Banyak Peminat
Sebenarnya Prelude nggak hanya laris di Indonesia saja, di Jepang saja modelnya sudah dipesan lebih dari 2 ribu unit, bahkan Honda sempat kewalahan mengurusinya. Jelas karena mereka tidak hanya mengurusi pesanan dari konsumen Jepang saja, karena Prelude sudah dijual di pasar global artinya mereka mendapat lebih banyak pesanan lagi. Tapi ini bukan menjadi masalah baginya, asalkan kalau mobil anyarnya ini masih mendapat sambutan baik dari pasarnya dan dipesan lebih dari ribuan unit sejak pertama kali dirilis.
Lawan Prelude di Indonesia mungkin lumayan sedikit, apalagi versi ramah lingkungannya nggak begitu banyak dijual. Tapi bukan berarti peminat mobil sport disini juga sedikit, mengingat ada banyak merek yang berjualan mobil jenis ini dengan pilihan yang sangat beragam di pasarnya. Belum lagi ada kemungkinan produsen bisa menjual sportcar listrik, seperti BYD yang pernah mengenalkan salah satu produknya Yangwang tahun lalu.

Kalau dengan melihat kondisi sekarang sih ya, Prelude masih punya banyak ruang untuk bermanuver, karena belum banyak rival yang menjadi lawan sepadannya disini. Honda nampaknya masih sanggup nih meladeni banyaknya pesanan mobil sport-nya ini di Indonesia, sementara mereka juga mengurus penjualan mobilnya yang menurun drastis belakangan ini. Jelas ini bisa mengancam pangsa pasarnya kalau dibiarkan begitu saja, terlebih makin banyak merek otomotif baru yang berdatangan ke sini.






