RiderTua.com – Kenapa ya.. setelah sekian lama XPeng berjualan mobil di Indonesia, baru dua model yang dijualnya sejauh ini, yaitu X9 dan G6? Meski G6 nggak begitu terkenal ketimbang X9, sebenarnya modelnya tetap laris terjual di pasarnya sampai sekarang..
SUV XPeng Masih Ada Peminat di Pasarnya
Kabar XPeng G6 sejak diluncurkan pertama kali di Indonesia nyaris tidak terdengar sama sekali meski menjadi salah satu pemain di pasar SUV mewah. Padahal modelnya menjadi salah satu pesaing dari SUV Lexus, Mercedes-Benz, sampai BMW, tapi jelas ketiga merek ini terlalu kuat untuk dihadapinya. Terlebih XPeng baru menjual dua model, dengan X9 yang paling laris terjual dan G6 punya peminat lebih sedikit ketimbang MPV mewah tersebut.

Ini terlihat jelas dari penjualannya yang mencapai 300 unit, tapi belum jelas apakah ini penjualan yang didapat hingga bulan lalu atau penjualannya ini didapat selama sebulan. Apalagi G6 yang terjual ini semuanya berupa varian Pro, dan varian Standard sudah tidak dijual lagi sejak tahun lalu, mungkin karena peminatnya yang lebih sedikit ketimbang Pro. Tapi XPeng masih belum mau menjelaskan soal nasib varian Standard sepanjang tahun 2025.
Varian Pro sendiri dibanderol Rp 670 juta, dan harganya ini masih lumayan terjangkau untuk SUV mewah bertenaga listrik murni. Biasanya model seperti XPeng G6 dibanderol lebih mahal lagi, bahkan ada yang tembus lebih dari Rp 1 miliar, seperti sejumlah lini model BMW iX series yang dijualnya di Indonesia sejauh ini. Tentu ini membuatnya lebih unggul dari rival sekelasnya, tapi kalau kompetitornya berupa merek seperti Lexus hingga BMW, cukup sulit bagi merek asal China ini untuk bersaing.

SUV Listrik Canggih
Tentunya karena dijual sebagai mobil mewah, G6 sudah dilengkapi dengan sejumlah fitur canggih di dalamnya, salah satunya dalam paket Smart Tech Cabin. Paket ini punya fitur dari panoramic glass roof with smart dimming, sistem audio Dynaudio 16 speaker, sampai tri-screen interactive (HUD AR, layar tengah touchscreen 15,6 inci, panel instrumen digital 10,25 inci). Ada juga teknologi XPilot 4.0 yang bisa memudahkan penggunanya ketika menyetir mobil di jalan, dan fitur semacam ini belum banyak ditemukan pada model sekelasnya, setidaknya untuk sekarang.
Meski hanya menawarkan penggerak roda belakang alias RWD, mobil bisa menghasilkan tenaga 292 ps dan torsi 440 Nm, dan akselerasi 0-100 km/jam bisa dilibas dalam waktu 6,7 detik saja. Baterai lithium ferro-phosphate (LFP) yang diusungnya punya jarak tempuh maksimal 600 km, dan bisa diisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu 12 menit saja. Sementara desain eksteriornya sudah cukup keren dengan pintu frameless dan full LED light bars yang menjadi ciri khas produknya XPeng.

Lawannya Tesla Model Y
Dimensinya yang cukup besar membuatnya menjadi lawannya Tesla Model Y, hanya saja Model Y belum diproduksi lokal, tapi tidak dengan G6 yang sudah dirakit di Indonesia. Terlebih selisih harganya yang sangat jauh berbeda mungkin sudah membuat G6 unggul jauh dari rivalnya tersebut, meski ini bukan berarti Model Y menjadi satu-satunya rival di kelasnya. Masih ada banyak model lainnya yang menjadi lawan beratnya XPeng G6, dan tidak sedikit ada yang berupa produknya merek ternama.
XPeng baru menjual dua model sejauh ini, tapi bukan berarti mereka hanya menjual model ini saja. Mereka sebenarnya punya rencana untuk membawa model lainnya ke sini, dan P7 menjadi model yang bakal dijualnya di Indonesia, tapi tanggal peluncurannya belum diputuskan. Kalau sudah waktunya, mereka bakal mengumumkannya, dan untuk sekarang mereka hanya berjualan dua model saja.

Menurut info yang dirangkum admin dari berbagai sumber, X9 sendiri disebut lebih laris ketimbang G6, tapi catatan penjualannya masih jadi misteri juga hingga kini loh. Padahal X9 menjadi lawan beratnya Denza D9, namun hasil penjualan tiap bulannya belum juga ketahuan, sementara rivalnya terus mencetak hasil yang memuaskan…






