Dovizioso yang Tersia-sia dan ‘Ku Menangis’

Dovizioso yang Tersia-sia dan 'Ku Menangis'
Dovizioso yang Tersia-sia dan 'Ku Menangis'

RiderTua.com – Dovizioso yang tersia-sia dan ‘Ku Menangis’ di Ducati, dia yang terabaikan setelah bertahan selama 8 tahun… Pembalap berjuluk ‘Desmo Dovi’ itu menjadi joki terbaik di tim pabrikan Ducati sejak 2013. Meski Dovi telah ikut mengembangkan Desmosedici. Namun apa yang terjadi selanjutnya?.. Juara dunia 5 kali, Jorge Lorenzo malah diletakkan di depan hidungnya dengan bayaran sebesar 12,5 juta euro. 10 kali lipat lebih besar dari yang diterima Dovi yang hanya 1,2 juta euro. Pembalap asal Spanyol itu ternyata merupakan kegagalan terbesar dan termahal dalam sejarah MotoGP Ducati. Mungkin benar adanya jika membayangkan gaji dan perlakuan yang tidak adil ini, siapapun bisa berucap ‘Ku Menangis’..

Dovizioso yang Tersia-sia dan ‘Ku Menangis’

Andrea Dovizioso memberi Ducati posisi runner-up tiga kali dalam beberapa tahun terakhir dan memenangkan balap MotoGP 15 kali. Namun manajernya, Simone Battistella mengakhiri kebersamaan mereka usai GP Austria (15 Agustus) pada hari Sabtu, dan mengumumkan perpisahan di akhir musim 2020 ini.

Beberapa waktu lalu sudah dibahas, tentang bagaimana Dovi telah dilecehkan oleh manajemen tinggi Ducati selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, Dovi telah mengorbankan diri setelah kemenangan pertamanya pada 2016, untuk melakukan pekerjaan pengembangan untuk musim 2017 dan 2018.

Namun apa yang terjadi selanjutnya? Juara dunia 5 kali, Jorge Lorenzo malah diletakkan di depan hidungnya dengan bayaran tahunan sebesar 12,5 juta euro. 10 kali lipat lebih besar dari yang diterima Dovizioso yang hanya menerima gaji tahunan sebesar 1,2 juta euro. Pembalap asal Spanyol itu ternyata merupakan kegagalan terbesar dan termahal dalam sejarah MotoGP untuk Ducati.

Meski begitu, Dovizioso menyelamatkan kehormatan bos Ducati dengan meningkatkan dirinya, berkat bantuan pelatih mental profesional dan melalui peningkatan latihan. Dan sejak saat itu, terlihat Marc Marquez sering melakukan duel yang ketat dengannya.

Dovizioso yang Tersia-sia dan 'Ku Menangis'
Dovizioso yang Tersia-sia dan ‘Ku Menangis’

Tak Tahu Berterima Kasih

Tapi Ducati tak tahu terima kasih. Di penghujung 2016, Dovi harus gelisah tentang: apakah dia atau Andrea Iannone yang bertahan di tim resmi setelah musim 2016. Karena itu, dia harus menerima potongan biaya lebih dari 50 persen untuk tahun 2017.

Pada bulan Juli dan Agustus 2019, pembalap dari Italia itu dilecehkan lagi oleh Ducati. Yakni ketika kembalinya Jorge Lorenzo yang menjadi sorotan publik di tengah musim di GP Spielberg.

Karenanya, Dovi tak kaget saat di Ducati Corse, usai tontonan aneh di kualifikasi 1 di MotoGP Aragon 1. Danilo Petrucci bahkan tak teringat secara retrospektif bahwa pembalap nomor 04 itu satu-satunya penantang gelar bagi The Reds 2020. Pada 17 Oktober, ‘Petrux’ berada di belakang rekan satu timnya itu di Q1 dan melejit ke Q2 berkat slipstreamnya. Dovi gagal lolos langsung ke Q2 karena perilaku ini, bahkan tidak ada semangat sebuah tim lagi (team Order)..

Saat ini muncul pertanyaan, apakah Ducati selalu yakin bahwa Dovi tidak mampu menjadi juara dunia? Pada 2013 dia bergabung dengan tim resmi Ducati sebagai rekan setim Nicky Hayden. Karena setelah kepergian Casey Stoner, tidak ada pembalap pemenang yang mau berkutat dengan mesin V4 yang sulit dikendalikan dari Borge Panigale.

Kritikan Pembalap = Menghujat Manajer

Sementara Marquez didukung penuh oleh Honda, HRC dan Repsol. Bukan Cal Crutchlow, Johann Zarco atau Takaaki Nakagami bahkan adiknya sendiri Alex Marquez dengan ‘manut’ saja dibawa ke tim pabrikan, atas permintaan Marc Marquez. Sementara Dovizioso tidak mendapat pengakuan yang pantas diterimanya di Ducati.

Dovi untuk pertama kalinya, secara terbuka mengungkapkan kelemahan Desmosedici GP19 di GP Sachsenring 2019. Bagi Gigi Dall’Igna, desainer Ducati dan general manager Ducati Corse, yang dipuja tanpa batas di Italia, kritik ini rupanya merupakan sebuah hujatan.

Tidak ada penantang gelar lain sekaliber Marquez, Vinales, Quartararo, Rins atau Mir yang secara serius tertarik dengan kontrak Ducati pada tahun 2021. Tetapi Ducati telah memiliki Jack Miller, Pecco Bagnaia, dan Johann Zarco untuk mengancam Dovi. Dan membujuk Dovi untuk tetap tinggal jika dia bersedia dengan gaji yang dipotong lagi.

Dovizioso Ducati MotoGP
Dovizioso yang Tersia-sia dan ‘Ku Menangis’

Itulah mengapa pembalap setia pabrikan Ducati itu, mengalami penghinaan yang tak terlukiskan. Dan kelihatannya tidak pernah berakhir. Dan bisa ku menangis jika membayangkan betapa kejamnya Ducati atas dirinya .. Sementara kini hanya Dovi yang mampu dengan serius menantang Marquez, dan tidak ada seorang pun di Ducati yang mencapai hasil yang hampir sama dengannya. Bahkan kini orang yang berjasa di Ducati itu mengumumkan bahwa dirinya pengangguran..

Be the first to comment

Leave a Reply