Kolaborasi Ducati, Sky VR46 dan Dorna Orbitkan Marini!

Kolaborasi Ducati, Sky VR46 dan Dorna Orbitkan Luca Marini
Kolaborasi Ducati, Sky VR46 dan Dorna Orbitkan Luca Marini

RiderTua.com – Kolaborasi Raul Romero, Ducati, Sky VR46 dan Dorna orbitkan Luca Marini.. Bos Leopard Racing bantah turun di kelas MotoGP berebut dengan VR46… Meskipun tim Leopard Racing telah berhasil memenangkan gelar dunia Moto3. Tetapi menurut Christian Lundberg, kejuaraan dunia MotoGP masih terlalu besar untuk tim Flavio Becca itu. Meski begitu, dia mengaku jika turun di kelas tertinggi balap motor sedunia itu tetap menjadi tujuan utama.

Kolaborasi Romero, Ducati, Sky VR46 dan Dorna Orbitkan Luca Marini

Untuk diketahui, pemilik Tim Leopard Racing yakni Flavio Becca adalah mantan tukang batu. Dia kemudian berubah menjadi ‘juragan’ real estate kaya di Luksemburg. Timnya pernah memenangkan Kejuaraan Dunia Moto3 pada 2015 bersama Danny Kent. Sementara pada 2017 bersama Joan Mir, dan pada 2019 dengan Lorenzo Dalla Porta di Honda.

Andrea Locatelli, Joan Mir, Fabio Quartararo, Miguel Oliveira, Danny Kent (2016)

Untuk musim 2016, tim balap ingin mengambil alih posisi MotoGP dari Forward-Yamaha. Tetapi kesepakatan itu tidak berhasil, dan Forward harus mundur dari Kejuaraan Dunia MotoGP di bawah tekanan dari Dorna, setelah pemilik tim Cuzari ditangkap.

Leopard Racing kemudian mencoba kemampuannya di Kejuaraan Dunia Moto2 bersama Kent dan Oliveira pada tahun 2016. Tetapi gagal pada usaha patungan dengan Kiefer Racing itu. Dan sejak saat itu mereka berkonsentrasi lagi pada kelas Moto3 250cc.

Dikutip dari Speedweek.com, pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknis Leopard Racing itu menjelaskan, “Musim 2016 adalah musim terburuk dalam hidup saya. Dimana saat itu saya kemudian kembali ke Red Bull-KTM dan menjadi runner-up Moto2 di sana.”

Pada 2020 tim Leopard bertarung di Kejuaraan Dunia Moto3, bersama pembalap Jaume Masia dan Dennis Foggia. Namun mereka hanya menempati urutan ke-6 dan 10 di klasemen sementara Kejuaraan Dunia.

Bos Becca Bermimpi Bisa Terjun ke MotoGP

Meski demikian, menurut Chief Financial Officer Massimo Vergini, sang pemilik tim yakni Flavio Becca terus memimpikan bisa terjun di Kejuaraan Dunia MotoGP. Dia ingin mengambil alih dua kursi Esponsorama Avintia Ducati (tempat Johann Zarco dan Tito Rabat pada tahun 2020).

Tetapi jika Raul Romero tidak dapat lagi membiayai tim, kedua tempat tersebut jatuh ke tangan Dorna. Dimana mereka kemudian akan mencari solusi yang berkelanjutan. Masih menjadi pertanyaan, apakah Leopard dapat menaikkan anggaran di MotoGP ?

Pada 2011 dan 2012, Becca telah menjalankan tim balap sepeda profesional Trek Leopard bersama Andy dan Franck Schleck, dan juara dunia time trial, Fabian Cancellara dari Luksemburg. Namun sayang, mereka mengalami kesulitan finansial pada awal musim kedua.

Kolaborasi Romero, Ducati, Sky VR46 dan Dorna Orbitkan Luca Marini

Raul Romero-Paolo Ciabatti

VR46 Luca Marini

Jadi Avintia bisa digeser oleh tim satelit Aprilia jika mereka pecah dengan Gresini akibat jatah tim satelit dan Gresini harus mencari tim (satelit) baru, misalnya dengan Suzuki. Atau kesepakatan akan dibuat dengan tim VR46 milik Valentino Rossi untuk tahun 2022. Dimana rumor ini tidak ada yang menyangkal, baik Rossi maupun manajer timnya Pablo Nieto.

Di tahun 2021 Romero masih akan menjalankan timnya, namun dengan dukungan dari Ducati, Sky VR46 dan Dorna. Sehingga Luca Marini dan Enea Bastianini dapat menyelesaikan musim pertama MotoGP mereka dengan menggunakan motor GP19 Ducati.

Tak Punya Tempat di MotoGP

Christian Lundberg, Direktur Teknis Leopard Racing itu mengaku jika mereka tak mendapatkan tempat di ajang MotoGP. Dia menjelaskan, “Tidak ada tempat bagi kami di MotoGP saat ini. Kami telah berbicara dengan Dorna selama beberapa waktu, tetapi sejauh ini tidak ada peluang untuk kami. Mungkin situasinya akan berubah dalam 1 atau 2 tahun kedepan. Itu akan lebih baik, karena kita belum siap untuk melangkah saat ini. “

Karena musim Moto3 dengan 2 pembalap akan menghabiskan biaya sekitar 1,5 hingga 1,8 juta euro. Sedangkan di MotoGP anggarannya mencapai 10 hingga 12 juta dan itupun sudah jatuh tempo. Dan kru teknis juga harus 3 kali lipat lebih banyak dari Moto3.

Lundberg menambahkan, “Kami tidak punya kesempatan untuk berlaga di Kejuaraan Dunia MotoGP tahun depan. Mungkin tahun 2022 masih terlalu dini bagi kami. Desas-desus saat ini tidak benar. MotoGP jelas merupakan Formula 1-nya balap motor, dan setiap tim berjuang untuk kategori ini. Nanti kami mau kesana. Tapi sekarang kami belum siap saat ini. “

Be the first to comment

Leave a Reply