Kenapa Ducati Lebih Kuat Setelah Red Flag?Ini Rahasianya

Di kelas MotoGP, dibutuhkan kapasitas tangki maksimal 22 liter. Di beberapa sirkuit dengan karakter stop-and-go, hal ini menyebabkan kekurangan bahan bakar saat balapan, misalnya di Motegi.

Andrea Dovizioso - Kenapa Ducati Lebih Kuat Setelah Red Flag

RiderTua.com – Di MotoGP Austria pertama (16/08) kemarin, kenapa Ducati lebih kuat setelah red flag dalam balapan yang diulang?.. Sementara KTM Pol Espargaro kedodoran karena kehabisan ban medium ( hal serupa dialami Jack Miller).. Semua tim tidak memperhitungkan balapan akan diulang, sehingga ban medium habis sebelum start. Namun ada hal lain mengapa Ducati Andrea Dovizioso lebih beringas setelah red flag? Bukan hanya masalah ban, ini rahasianya…

Kenapa Ducati Lebih Kuat Setelah Red Flag?

Pada start balapan pertama MotoGP Austria, Pol Espargaro merangsek tak tak terbendung di barisan depan (meskipun start dari pos-5) di grid. Tapi kemudian karena kecelakaan Zarco dan Morbidelli, di lap 9 balapan dibatalkan dan restart ( start ulang) untuk jarak baru yaitu 20 lap yang disepakati. Pol Espargaro kemudian kehabisan ban belakang medium baru, itulah sebabnya dia tidak bisa lagi medominasi seperti yang telah dia tunjukkan dalam sesi latihan bebas dan pemanasan.

Kenapa Kehabisan Ban Medium?

Karena ramalan cuaca, tidak ada seorang pun dalam tim yang menyangka akan terjadi red flag dan balapan diulang (dengan posisi start sesuai lap-9).. Sehingga semua ban medium telah habis sebelum start. Hal serupa terjadi dengan tim Pramac, Jack Miller yang kehabisan ban depan medium segar untuk start ulang.

Pol Espargaro bisa memulai dari posisi terdepan karena dia “menang” di balapan pertama, tetapi dia tidak dapat menggunakan hak istimewa-nya ini. Meski sempat berada di tiga besar selama lima lap, dia berhasil disalip oleh Alex Rins dan Joan Mir dari Suzuki. Dan setelah beberapa lap Pol bahkan harus mempertahankan diri dari rekan satu mereknya Miguel Oliveira di posisi kelima. Pol melebar dan Miguel melakukan kesalahan saat mencoba menyalip, sehingga kedua rider KTM jatuh bertabrakan di tikungan 4.

Ini Rahasianya

Pol Espargaro (KTM) tertinggal dalam balapan kedua (di start ulang) di GP Spielberg – Austria pada hari Minggu bukan hanya karena ban medium yang habis. Namun Ducati mampu menggunakan lebih banyak power mesin pada balapan kedua karena jarak balapan yang lebih pendek. Setelah restart, Ducati dapat menjalankan mesin dalam mode kualifikasi..!

Jadi ada alasan kedua kenapa Ducati Andrea Dovizioso lebih kuat di balapan kedua dibanding di balapan pertama. Sumber tenaga mesin Desmosedici V4 1000 cc adalah engine yang paling powerfull dari semua produsen. Oleh karena itu, tenaga yang sangat kuat bisa didapatkan Ducati dengan hanya 20 lap dari 28 lap aslinya ( karena semua tim boleh menambah bahan bakar)..

“Sebelum restart, semua tim diizinkan untuk menuangkan bahan bakar berapa pun ke dalam tangki. Pembalap Ducati memiliki power yang lebih besar dari pada balapan pertama. Itulah alasan kedua mengapa Pol tidak lagi begitu superior,” kata konsultan KTM, Heinz Kinigadner.

Di kelas MotoGP, dibutuhkan kapasitas tangki maksimal 22 liter. Di beberapa sirkuit dengan karakter stop-and-go, hal ini menyebabkan kekurangan bahan bakar saat balapan, misalnya di Motegi.

“Setelah red-flag, Race Direction akan mempertimbangkan terlebih dahulu berapa lap yang akan dilalui pada balapan kedua. Dan karena ‘prosedur quick start’, tidak ada waktu bagi petugas untuk memantau manuver pengisian bahan bakar dan mengontrol volume sprint. Itulah mengapa tim hanya menghitung ulang jumlah bahan bakar dan kemudian mengisi jumlah tambahan,” kata Stefan Bradl.

Be the first to comment

Leave a Reply