Ban Baru Michelin Menguntungkan Yamaha dan Suzuki?

Dengan libur panjang MotoGP kemarin, Honda dan Ducati diharapkan lebih bisa memahami bagaimana ban baru Michelin 2020 bekerja

Suzuki Yamaha

RiderTua.com – Dua minggu lagi Kejuaraan Dunia MotoGP akhirnya dimulai di sirkuit Jerez-Angel Nieto. Semua tim dan pembalap sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik dan diharapkan adanya kesetaraan level demi tontonan yang menarik. Namun yang tak kalah rumit adalah persiapan dari pemasok ban yaitu pabrikan Michelin. Merek ban asal Prancis ini harus menghadapi beberapa masalah, namun mereka mengklaim siap untuk memulai kejuaraan. Melanjutkan hasil tes pra musim yang tertunda lalu, apakah ban baru Michelin menguntungkan Yamaha dan Suzuki?

Dalam sebuah wawancara dengan media GPOne, Piero Taramasso, manajer lapangan yang bertanggung jawab atas perusahaan ban Prancis itu berkomentar bahwa tampaknya semua tim telah dapat memahami cara kerja ban baru.

Ban Baru Michelin Menguntungkan Yamaha dan Suzuki?

“Tahun 2020 sudah dimulai dengan baik dengan tes di Jerez dan Qatar, di mana kami memiliki ban belakang dengan struktur yang baik dan catatan waktunya sudah baik, lebih baik dari tahun sebelumnya. Ada tim yang dengan cepat menemukan set-up (Yamaha dan Suzuki), yang lain masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan, seperti Honda dan Ducati. Tetapi saya berpikir bahwa dengan istirahat (selama karantina). Mereka telah mampu menganalisis data dan sudah lebih memahami bagaimana ban bekerja,” ujar Taramasso.

Manager Michelin Piero Taramasso Foto motogp com
Manager Michelin Piero Taramasso Foto motogp com

Yang menjadi masalah bagi Michelin adalah pergeseran jadwal seri Jerez dari yang dulunya Mei beralih ke Juli. Perubahan ini mempengaruhi pekerjaannya. Tantangan pertama adalah di tengah musim panas. “Yang pertama kali adalah melompatnya kalender seri Jerez. Seharusnya digelar di bulan Mei dan sekarang kita balapan di bulan Juli, dengan suhu yang jauh lebih tinggi, kita bisa mengalami kenaikan suhu antara 10 dan 15 derajat lebih. Ini benar-benar perubahan terbesar”.

“Sementara seri GP lainnya yang dikonfirmasi pada tanggal yang sama dengan yang sebelumnya, atau paling tidak dalam perubahan suhu yang ekstrem. Di Le Mans mungkin bahkan suhu yang lebih rendah, tetapi untuk titik ini kami telah memilih senyawa untuk kondisi dingin yang ekstrem, itu akan cukup siap pada bulan Agustus karena mereka juga dapat bekerja dengan suhu aspal 10 derajat,” kata Piero pada media Italia.

MotoGP-rider

Balapan Makin Seru

Salah satu karakteristik MotoGP 2020 ini adalah ada beberapa sirkuit yang menyelenggarakan dua balapan pada dua akhir pekan berturut-turut. Seperti Jerez atau Misano, misalnya. Bagi Michelin ini mungkin berarti bahwa pada balapan kedua, jarak antara pembalap mungkin akan semakin dekat dan semakin seru.

“Ban belakang baru Michelin 2020 memiliki banyak cengkeraman, jadi tim harus bekerja pada keseimbangan dan perilaku motor. Sama seperti pembalap harus beradaptasi dengan pengereman dan akselerasi. Dengan dua balapan yang waktunya berdekatan, akan ada lebih banyak waktu untuk mendapatkan perasaan itu dan saya pikir bahwa di balapan kedua, dengan semua orang siap, kita akan melihat lebih banyak pertempuran”.

“Saya tidak akan terkejut jika melihat 15 pembalap dalam kisaran waktu satu detik dalam kualifikasi. Atau ada 3 atau 4 pembalap dalam lomba akan bergerombol. Dan saya pikir itu akan spektakuler dan dengan berbagai macam podium. Pembalap akan dapat mengeksploitasi performa motor dan ban secara maksimal. Dan tontonan akan lebih menarik”.

Dengan libur panjang kemarin, Honda dan Ducati diharapkan lebih bisa memahami bagaimana ban baru Michelin 2020 bekerja

1 Comment

Leave a Reply