Mission Impossible: Gelar Dunia Ke-10 Valentino Rossi?

Segalanya mulai berubah pada 1990-an, Loris Capirossi memenangkan gelar di kelas 125cc ketika dia berusia 17 tahun dan 165 hari, dan rekornya tetap tak terkalahkan.

RiderTua.com – Pada 8 Maret di MotoGP Qatar, Valentino Rossi secara resmi memulai musim ke-25 di Kejuaraan Dunia. Sebuah catatan lain yang bisa dibanggakannya, bahkan jika dirinya mungkin akan diliputi oleh sedikit penyesalan karena usianya yang semakin lanjut. Meski tidak muda lagi ( 41 tahun), namun sama seperti tujuan setiap pembalap di lintasan, dia memulai musim balap 2020 untuk memenangkan gelar dunia. Mission Impossible: Gelar Dunia Ke-10 Valentino Rossi?

Mission Impossible: Gelar Dunia Ke-10 Valentino Rossi?

Pertanyaannya adalah apakah dia akan mencapai mimpinya?. Apakah usianya akan menjadi kendala buatnya.. Ada beberapa pembalap berusia lebih dari 40 tahun yang masih mampu juara di masa lalu.

Era ‘Pembalap Tua’ Masih Punya Taring

Pembalap Jerman, Hermann Paul Muller, memegang rekor untuk senioritasnya, memenangkan gelar dunia ketika dia hampir berusia 46 tahun (tepatnya 45 dan 331 hari) dengan tim NSU. Tapi itu tahun 1955, era motor belum secanggih sekarang. Di masa lalu banyak pembalap ‘gila’, keberanian jauh lebih penting daripada telemetri..

Hal yang sama dapat dikatakan tentang Fergus Anderson atau Nello Pagani, dua juara dunia di kelas 500cc dan 125cc, masing-masing pada tahun 1949, tahun pertama Kejuaraan Dunia. Fergus Anderson juara dunia saat berusia 45 tahun pada kelas 350cc. Namun motor yang dipakai adalah teknologi lebih dari setengah abad yang lalu. Pada tahun-tahun itu, tidak ada keajaiban pembalap muda, yang harus dihadapi seperti dialami Rossi sekarang.

Catatan pembalap senior yang juara lainnya pada tahun 1980-an. Eugenio Lazzarini (Italia) juara di kelas 50cc pada tahun 1980 di usia 35 tahun, dan Stefan Dorflinger (Swiss) 5 tahun kemudian di kelas 80cc di usia 36 tahun. Kemudian ada Rolf Biland menjadi juara dunia pada tahun 1994, tetapi dia membalap pada seri Sidecar, kelas yang tidak persis tingkat kompetisinya seperti MotoGP saat ini.

Era Baru Pembalap Muda yang Berkuasa

Segalanya mulai berubah pada 1990-an, Loris Capirossi memenangkan gelar di kelas 125cc ketika dia berusia 17 tahun dan 165 hari, dan rekornya tetap tak terkalahkan. Valentino sendiri adalah bagian dari generasi itu, kejuaraan pertamanya dimenangkan pada usia 17 tahun. Pedrosa memegang rekor termuda di kelas 250cc, dengan gelar yang dimenangkan ketika dia berusia 19 tahun 18 hari.

Dalam beberapa tahun terakhir, Alex Marquez merupakan juara Moto3 termuda (berusia 18 tahun dan 200 hari), sementara Marc Marquez adalah yang termuda di kelas Moto2 (19 tahun dan 254 hari) dan di MotoGP (20 tahun dan 266 hari).

Jadi di era MotoGP baru yang modern ini ( Moto3, Moto2, dan MotoGP), catatan senioritas bukan milik pembalap tua. Di Moto3 (di mana usia maksimum adalah 28 tahun, berdasarkan peraturan), rekor juara dunia tertua adalah milik Cortese di usia 22 tahun, dan Elias di usia 27 tahun di kelas Moto2, di tahun pertama kejuaraan. Dan di MotoGP? Rekor itu sudah menjadi milik Valentino, ketika dia belum berusia 31 tahun.

Mission Impossible Valentino Rossi

Sekarang Rossi harus menghadapi lawan yang menurut usianya lebih pantas sebut dia ‘Ayah Rossi’. Mereka lebih pantas menjadi anak-anaknya Valentino. Sebut saja Fabio Quartararo, belum berusia 21 tahun. Dia 20 tahun lebih muda dari Rossi.

Namun, betapapun sulitnya, tidak ada pembalap yang berpikir tidak bisa memenangkan kejuaraan ketika dia sudah diatas motor. Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa Valentino saat ini hampir dikatakan sedang menghadapi tantangan yang mustahil (Impossible), tetapi sebagai pembalap yang sudah banyak makan asam garamnya dunia adu kencang semua bukan hal yang tidak bisa dilakukan sama sekali.

Dalam karirnya, Rossi beberapa kali sudah beradaptasi dari generasi ke generasi.. David Munoz, kepala mekanik generasi baru sekarang menjadi amunisi di garasinya. Bahkan motor Yamaha tampaknya menunjukkan peningkatan. Target pertama Rossi di balapan pertama harus meraih kemenangan (yang belum pernah diraihnya dalam dua tahun). Jika itu terwujud maka dia akan dapat berpikir dengan lebih baik. Kembali menjadi yang terbaik pada usia 41 tahun akan menjadi tonggak sejarah terakhirnya…. Impossible ?

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP7):

  1. Yamaha Akan Menerapkan Eksternal Flywheel Seperti Honda dan Ducati, Apa Kelebihannya?
  2. Kenapa Fans Valentino Rossi Tetap Setia Meskipun Dia Tidak Menang Lagi?
  3. Ketika Livery Suzuki Motocross Nempel di Suzuki GSX-RR MotoGP, Bagaimana Menurutmu?
  4. Hiroshi Ito dan Kazuhisa Takano, 2 Karakter Kunci Kembalikan Kejayaan Yamaha di MotoGP
  5. Andrea Pellegrini: Kenapa Teknik Braking Rossi Berubah Pakai 2 Jari?
  6. 5 Pembalap Ini Akan ‘Kehilangan’ Kursinya Jika Tampil Buruk di MotoGP 2020
  7. MotoGP 2020: Valentino Rossi Mencoba Pendekatan Baru dengan ‘Metode Vinales’

1 Comment

Leave a Reply