Opini : Valentino Rossi Harusnya Bisa Podium Duel dengan Marquez di GP Belanda !

0

Valentino Rossi harusnya bisa podium duel dengan Marquez

RiderTua MotoGP – Sirkuit Assen adalah “Teritori’ Yamaha data dan fakta menjadi bukti keperkasaan mesin inline disana… Namun menjadi akhir pekan nan suram bagi Velentino Rossi tahun ini.. Awal bencana itu dimulai hari Sabtu pada sesi latihan bebas ke-3 (FP3). Berikut cerita pekan kelam The Doctor di Assen.. Valentino Rossi harusnya bisa podium duel dengan Marquez

Valentino Rossi harusnya bisa podium duel dengan Marquez

Pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) pagi hari Rossi sejatinya tidak begitu buruk. Dia mampu mencatatkan waktu 5 besar tercepat (1.32.881) dan dipastikan akan lolos ke babak penyisihan utama atau Kualifikasi di Q2. Sangat disayangkan hanya sebuah kesalahan kecil yang dia buat dia harus rela catatan waktunya dihapus. Rossi menyentuh garis hijau saat keluar dari chicane terakhir. Kondisi ini memaksanya harus mengikuti Q1. Dengan keyakinan penuh berbekal kecepatan pagi hari dia merasa yakin bisa tercepat ke satu atau kedua di Q1 dan kemudian melenggang ke Q2.

Namun kenyataan berkata lain M1 Rossi memiliki lebih banyak masalah di sore hari pada suhu yang lebih tinggi, kehilangan banyak cengkeraman..!. Di dalam garasi tim Rossi beberapa orang bekerja hingga larut malam untuk menemukan solusi yang memungkinkan untuk mengambil langkah maju dalam balapan Minggu.

Hasil Kualifikasi GP Belanda 2019

Start belakang Bukan Masalah Bagi Rossi.. Tapi

Akhirnya Rossi harus memulai balapan dari posisi belakang ke-14. Start dari barisan belakang memang tidak masalah untuk tim pabrikan…( tapii itu dulu), setelah adanya regulasi baru penyetaraan perangkat lunak semua jadi beda. Performa motor hampir setara, akibatnya tim pabrikan tidak bisa “semena-mena” lagi. Untuk mengejar barisan depan Rossi harus menghabiskan banyak lapisan ban. Kesalahan sedikit membuat kerugian besar bahkan kondisi lintasan lebih hangat dari yang diperkirakan menambah berkurangnya daya cengkeram M1 Rossi.

Yamaha M1 kuat setalah 10 lap keatas

Performa Yamaha M1 saat hari balapan dilaporkan mencapai performa terbaiknya setelah 10 lap ke atas. Hal ini sesuai dengan pernyataan Morbidelli sesaat selesai balapan,

“Seri Assen adalah balapan yang sangat bagus, mungkin bukan yang terbaik, tetapi ketika cepat pada akhir perlombaan itu selalu lebih baik … Saya tidak memiliki stabilitas, tetapi kami berhasil meningkatkan cengkeraman. Mungkin itu tidak cukup dengan ban baru, saya tidak tahu mengapa, mungkin gaya balap saya atau sesuatu yang lain, tetapi dengan ban bekas, ya. Terutama di sepuluh lap terakhir balapan saya merasa sangat nyaman dan cepat “.

Dari pernyataan Morbidelli jelas Yamaha M1 kuat setelah 10 lap keatas, sebelum itu daya cengkeram kurang. Valentino Rossi jatuh di tikungan ke-5 saat balapan baru berjalan di lap ke-8. Artinya memang dalam kondisi ban yang kurang daya cengkeramnya Rossi memaksa untuk merangsek ke depan. Semua karena dia start dari posisi belakang.

Melihat waktu putaran terbaik Rossi 1.32.881 yang digagalkan akibat melewati garis batas lintasan seharusnya Rossi pantas untuk start di baris kedua.( Diantara Marquez dan Rins). Jika Rossi mulai dari grid-5 maka ;

  1. Tidak terlalu memaksa dan bisa berada di barisan depan, tidak terhalang pembalap medioker..
  2. Dengan berjalannya putaran sesuai keterangan Morbidelli motor akan kuat setelah 10 lap ( ingat gaya Rossi dan Morbidelli identik)
  3. Dengan motor Spek A, Valentino Rossi akan dengan mudah menggeser posisi Fabio Quartararo ( gap Fabio dengan Vinales dengan motor spek A, hampir 10 detik). Sementara cedera Fabio juga menjadi faktor penentu..
  4. Akan terjadi duel Marquez dan Rossi untuk podium-2 dan pemenangnya? ( Coba tebak siapa? )

Hasil Race GP Belanda 2019

sumber : crash.net(01/07/19)

Leave a Reply