Home MotoGP Gigi Dall’Igna: Pecco Bagnaia ‘Kembalinya Sang Juara’, Marc Marquez ‘Tidak Ada yang...

    Gigi Dall’Igna: Pecco Bagnaia ‘Kembalinya Sang Juara’, Marc Marquez ‘Tidak Ada yang Meminta Lebih Darinya’

    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pecco Bagnaia
    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pecco Bagnaia

    RiderTua.com – GP Mugello akhir pekan lalu bertepatan dengan 100 tahun Ducati. Gigi Dall’Igna dan seluruh petinggi Ducati jelas berharap meraih kesuksesan dalam balapan kandang mereka yang spesial. Bukan tanpa alasan, dalam beberapa tahun terakhir pabrikan asal Borgo Panigale itu menjadi acuan atau tolok ukur karena sangat mendominasi di MotoGP..

    Sirkuit Mugello adalah salah satu trek paling teknis sekaligus menantang di kalender MotoGP. Trek yang terletak di Tuscany itu menjadi barometer yang sempurna untuk mengukur kondisi sebenarnya dari setiap pabrikan. Dan satu-satunya pabrikan yang saat ini mampu mengobrak-abrik dominasi Ducati adalah Aprilia. Di awal musim, pembalap Aprilia Marco Bezzecchi berhasil memborong 3 kemenangan berturut-turut. Kemudian dalam 4 seri berikutnya Ducati 2 kali menang dan Aprilia juga 2 kali menang. Jadi dalam 7 seri pertama, Aprilia 5 kali menang sedangkan Ducati hanya menang 2 kali.

    Gigi Dall’Igna: Pecco Bagnaia ‘Kembalinya Sang Juara’, Marc Marquez ‘Tidak Ada yang Meminta Lebih Darinya’

    Tahun ini peta kekuatan di MotoGP sudah bergeser. Ducati tak lagi mendominasi bahkan tim pabrikan Ducati Lenovo belum memenangkan balapan sama sekali. Podium baru diraih di Catalunya dan Mugello berkat Pecco Bagnaia yang dua kali finis ke-3 berturut-turut.

    Pecco Bagnaia - Gigi Dall'Igna - Marc Marquez
    Pecco Bagnaia – Gigi Dall’Igna – Marc Marquez

    Penampilan Pecco di balapan kandangnya di Mugello sangat luar biasa. Usai start dengan mulus, dia melesat dan langsung memimpin balapan. Seolah dia kembali memegang ‘kontrol penuh’ dalam balapan yang menjadi salah satu ciri khasnya di musim-musim sebelumnya. Dengan sangat ambisius, juara dunia MotoGP 2 kali itu mencoba membangun gap sejak awal balapan. Namun sayangnya, Pecco gagal mempertahankan kecepatannya. Pada lap ke-14 dia disalip Marco Bezzecchi dan Pecco tak mampu membalasnya. Pada akhirnya rider berusia 29 tahun itu harus puas finis ke-3, sekaligus menyelamatkan ‘harga diri’ Ducati di Mugello.

    Di sisi lain, sang juara bertahan Marc Marquez hanya mampu finis di posisi ke-7. Mengingat kondisinya yang belum pulih sepenuhnya, daya juang rider berusia 33 tahun itu dalam balapan layak diapresiasi. Yup, hasil balapan bukan target utama Marquez di Mugello. Dia hanya ingin mengetes seberapa baik proses pemulihannya pasca operasi. Dan hasilnya, Marquez sangat bahagia karena bahunya tak lagi sakit usai diajak bertarung habis-habisan di lintasan.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Marc Marquez
    Marc Marquez

    Usai GP Italia di Mugello, Gigi Dall’Igna (general manajer Ducati Corse) mencoba menganalisa balapan serta memuji performa pembalapnya. Selain itu insinyur asal Italia itu juga menyoroti karakter sirkuit yang menantang dan peran strategi dalam hasil akhir.

    Di LinkedIn, Dall’Igna menulis, “Mugello terus membuktikan dirinya sebagai salah satu sirkuit paling menantang di dunia MotoGP, trek teknis, ‘panggung’ untuk balapan spektakuler di mana strategi dan manajemen adalah kunci, dan di mana mempertahankan kecepatan tinggi dan konsisten sangat penting. Pecco dan Marc memberikan yang terbaik, masing-masing sesuai dengan kemampuan mereka, menunjukkan bahwa mereka adalah juara sejati.”

    “Bagi Bagnaia ini adalah podium kedua berturut-turutnya, yang diraih dengan balapan penuh keberanian, berjuang hingga akhir, dan sebuah manuver brilian di akhir balapan yang pantas mengamankan posisi ke-3. Hari ini kita kembali melihat seorang juara, yang mampu mengirimkan sinyal kebanggaan yang kuat dan bermakna. Startnya dari grid sangat bagus, seorang protagonis sejati.”

    “Dia melaju ke posisi terdepan hanya setelah beberapa lap, balapan yang agresif dan cepat untuk tetap di depan dan mencoba membangun keunggulan seperti di masa lalu, dengan gaya yang telah ia tunjukkan selama bertahun-tahun. Dia bertahan selama mungkin, sebelum akhirnya menyerah kepada para rivalnya. Dengan gigih dia mempertahankan posisi ketiga, betapapun pentingnya, setelah penampilan yang solid dan meyakinkan yang memperkuat kepercayaan dirinya.”

    Marc Marquez
    Marc Marquez

    “Namun soal Marc, tidak ada yang meminta lebih darinya. Dia juga harus balapan meskipun kesakitan. Setelah finis di posisi ke-5 pada hari Sabtu (sprint), kondisi fisiknya yang masih sangat lemah tidak mencegahnya untuk berjuang seperti ‘singa’, membalas serangan demi serangan dari para rival yang berbahaya, hingga di lap-lap terakhir dia harus menghadapi penurunan performa yang jelas dan lebih dari sekadar dapat dimengerti. Selamat Marc, atas apa yang selalu kau berikan dan atas keberhasilanmu sebagai juara,” imbuh insinyur berusia 59 tahun itu.

    Gigi Dall’Igna juga memuji performa kuat Fabio Di Giannantonio. “Dan jangan lupakan Diggia yang selalu ada. Ya… ungkapan itu sendiri merupakan bukti kemampuannya. Finis ke-3 yang luar biasa di Sprint telah menempatkannya di antara para favorit, sedemikian rupa sehingga, seperti biasanya, finis ke-5 hampir terasa seperti kesempatan yang terlewatkan, mengingat awal yang buruk diikuti oleh kebangkitan yang menentukan yang sayangnya tidak cukup. Tetapi hal itu menunjukkan betapa berbakat dan tekadnya dia, jika memang perlu dikatakan. Mungkin terdengar berulang, tetapi tetaplah fokus dan berikan yang terbaik. Karena pada akhirnya, cara terbaik untuk menang adalah selalu mengetahui bahwa Anda telah memberikan yang terbaik. Go, Ducati!,” pungkasnya.

    Menjelang GP Hungaria akhir pekan ini, Pecco berada di peringkat 7 unggul 11 poin atas Marc Marquez yang berada di epringkat 8 dalam klasemen. Sementara Diggia masih menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen dengan menduduki peringkat 3.

    Pecco Bagnaia,. Francesco Bagnaia
    Pecco Bagnaia

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini