Sebulan Tukang Ojek di Papua Bisa Dapat Rp 40 Juta


ktm indonesia

(Foto: Tempo)

RiderTua Mobil – Layanan tukang ojek biasanya diandalkan ketika tidak sedang membawa kendaraan pribadi. Tak hanya sebagai transportasi di kota saja, tetapi juga di tempat wisata atau daerah yang tidak bisa dijangkau menggunakan mobil atau sejenisnya. Apalagi jika jaraknya cukup jauh atau medan jalannya yang sulit. Biasanya semakin jauh jarak tempuhnya, maka biayanya semakin mahal. Begitu juga yang terjadi di Papua. Dalam Sebulan Tukang Ojek di Papua Bisa Dapat Rp 40 Juta.

Baca juga: Inilah Kenapa Ojek Online vs Ojek Pangkalan bisa bacok-bacok’an.. !
(Foto: Detik)

Masih Terkendala Medan Jalan

Di Papua biaya yang dikeluarkan hanya untuk sekali naik ojek bisa mahal sekali. Di Kota Oksibil Pegunungan Bintang, tarif ojek disana bisa mulai dari Rp 50 ribu bahkan jutaan rupiah. Lalu bagaimana bisa semahal itu?

Papua memang merupakan provinsi paling timur di Indonesia dimana tidak banyak ditemukan kendaraan bermotor. Apalagi daerahnya masih banyak di wilayah terpencil. Sebagian daratan Papua adalah wilayah pegunungan. Jika seseorang ingin ke kota, bisa butuh waktu berhari-hari agar bisa sampai ke kota tujuan. Untuk itulah jasa tukang ojek dibutuhkan disana.

Kalau dihitung besar juga pendapatan tukang ojek disana. Namun hal ini tentu ada resiko yang harus ditanggung juga. Yaitu kalau mengangkut orang Papua asli dan jika orang tersebut jatuh maka akan dikenakan denda. Belum lagi harus mengganti rugi barang bawaannya. Tingkat keamanan juga belum memadai karena adanya gangguan dari kelompok separatis Papua. Ada banyak kasus tukang ojek yang ditembak kelompok separatis ini.

(Foto: MSN.com)

Kenapa penduduk Oksibil tak membeli motor atau mobil sendiri ?Tahukah anda jika untuk mendatangkan sebuah motor, biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 10 juta. Kalau mobil malah lebih edan lagi, bisa tembus hingga Rp 500 juta. Biaya mengantarkan mobil bisa jauh lebih mahal dari harga mobilnya. Weladalah !Itu karena pengirimannya menggunakan helikopter carteran dari Jayapura, Mas Bro !

Jalan yang dilalui cukup berbahaya, mulai jalan yang sudah rusak sampai berada di pinggir tebing curam. Sulit membayangkan bagaimana kehidupan para tukang ojek disana bertaruh nyawa hanya untuk mencari uang dari pekerjaannya tersebut. Diharapkan setelah jalan trans Papua sudah selesai, maka itu bisa meringankan beban para tukang ojek tersebut dan juga masyarakat Papua pada umumnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply