Mengunjungi Pameran Bus-Bus Jadul Ini Bisa Jadi Nostalgia

bus-klasik-milik-po-sumber-alam
(Foto: viva.co.id) bus-klasik-milik-po-sumber-alam

RiderTua.com – Anda adalah BusMania ? Pameran yang bertajuk “Indonesia Classic N Unique Bus 2018” ini layak anda datangi. Mengunjungi pameran bus-bus jadul ini bisa jadi nostalgia.

Baca juga: Bus Listrik Asli Buatan Indonesia Ini Sudah Standart Eropa dan Ternyata Laris

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Dengan tagline “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, pameran bus-bus zaman bahaeulah ini bertempat di Hall B JIE (Jakarta International Expo) Kemayoran Jakarta Pusat. Anda bisa bernostalgia zaman sekolah naik bus rame-rame atau bagi kids zaman now bisa mengenal bus jadul zaman dulu. Pameran ini diadakan mulai 22-24 Maret 2018.

Bus-bus klasik nan unik dari berbagai daerah seantero nusantara mejeng di pameran ini. Bus lansiran tahun 1960-1996 ini sudah banyak yang tidak dioperasikan lagi. Namun jangan salah bus-bus yang dipajang disini kondisi masih bagus.

Daftar bus yang mejeng di pameran ini :

  • Bus Mercedes-Benz DAMRI (1988) dari Bandung
  • Mercedes-Benz DAMRI (1995) dari Purworejo Jawa Tengah
  • Bus Fuso Colt Pownis (1989) dari PT. Timah Tbk Pangkal Pinang- Bangka Belitung
  • Mercedes-Benz PPD (1971) Superior Coach dari Jakarta
  • Bus Mercedes-Benz (1991) koleksi pribadi dari Jakarta
  • Mercedes Benz PPD (1991) Volgren dari Jakarta
  • Bus Hino AK koleksi pribadi dari Jakarta
  • Bus Hino medium (1984) koleksi PO. Maju Lancar Yogyakarta
  • Mercedes-Benz (1990) koleksi pribadi dari Jakarta
  • Bus Mercedes-Benz medium (1994) koleksi pribadi dari Jakarta
  • Bus Fuso (1963) koleksi PO. Sumber Alam dari Kutoarjo
  • Mercedes-Benz Vintage (2017) ini merupakan penampilan spesial dari PT. Transjakarta

Dari total 12 bus itu, ada 10 bus yang hanya mejeng di dalam ruang pameran. Sementara bus PPD Superior Coach (1971) dan bus DAMRI (1988) dari Bandung bisa anda naiki buat keliling areal parkir JIEXPO.

Teringat zaman dulu, mobil belum banyak kayak sekarang. Kemana-mana naik bus. Ke sekolah, ke rumah nenek, piknik rame-rame, wuih senengnya bernostalgia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*