Home Otomotif Nggak Hanya Honda, Penjualan Merek-merek Ini Turun Hingga Lebih Dari 20 Persen!

    Nggak Hanya Honda, Penjualan Merek-merek Ini Turun Hingga Lebih Dari 20 Persen!

    City car Honda Brio RS Bogor
    Honda Brio RS

    RiderTua.com – Meski dengan hasil penjualan hingga bulan lalu yang cukup memuaskan, sebenarnya ada banyak merek yang mengalami penurunan penjualan ketimbang tahun 2025. Bahkan beberapa diantaranya berupa merek asal China, yang seharusnya bisa mencetak hasil lebih bagus lagi.

    β–ΆDaftar Isi

    Penjualan Dari Merek Ini Turun Drastis Secara Wholesales dan Retail

    Sebelumnya Honda diketahui mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis dari lini mobilnya sepanjang Januari-Agustus 2026. Penjualan wholesales-nya turun 37,5 persen dan retail 36 persen, dan ini menjadi penurunan yang cukup signifikan bagi merek asal Jepang tersebut. Karena tidak biasanya mereka mengalami penurunan cukup tajam tersebut, dan jelas ini cukup berpengaruh pada hasil yang didapat untuk tahun 2026.

    Honda HR-V Australia
    Honda HR-V

    Honda memang cukup dikenal dengan berbagai macam produk roda empatnya yang bervariasi, dari hatchback, city car, sedan, SUV, MPV, sampai LCGC sudah ada disini. Tapi dengan ketatnya persaingan di pasar mobil, membuatnya semakin tertinggal dari kompetitornya, apalagi kalau rivalnya berasal dari China. Banyaknya mobil ramah lingkungan murah, baik itu hybrid, PHEV, maupun listrik, membuat penjualannya juga ikut terpengaruh.

    Ternyata tidak hanya Honda yang menurun drastis penjualannya selama Januari-Agustus, karena masih ada 12 merek mobil yang juga bernasib serupa. Dimulai dari merek asal Korea Selatan, yaitu Hyundai, yang penjualan wholesales-nya turun 11,1 persen dan retail 15,2 persen. Kelihatannya ini menjadi sesuatu yang harus menjadi perhatiannya, mengingat mereka baru menambah sejumlah model terbarunya sejak awal tahun, tapi itu belum cukup untuk menyelamatkan penjualannya.

    Hyundai Ioniq 5 Motor UK
    Hyundai Ioniq 5

    Merek Eropa Juga Kena Getahnya

    Dari Eropa ada Citroen dengan wholesales turun 12,6 persen dan retail 2,9 persen, tapi penjualan mobil Mercedes-Benz malah turun 19,9 persen secara wholesales dan 31,1 persen secara retail. Entah apa yang terjadi dengan merek asal Jerman tersebut, karena biasanya mereka bisa mencetak penjualan yang lebih tinggi, tapi kali ini mereka malah dibuat keok oleh hasil yang didapatnya. Merek lainnya seperti divisi mobil BMW Mini mencatat penurunan wholesales 5,3 persen dan retail 18,5 persen.

    Volkswagen dan Volvo juga mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan, bahkan penjualan wholesales dan retail VW turun hingga 22,6 persen 26,7 persen, sedangkan Volvo mencapai 17,9 persen. Volvo sendiri baru balik berjualan setelah absen selama beberapa tahun di Indonesia, tapi penurunan ini cukup menjadi perhatian soal apa yang terjadi dengan merek tersebut belakangan ini. Sementara VW sepertinya terpengaruh oleh ketatnya persaingan di pasar mobil listrik walau sudah punya ID Buzz rakitan lokal.

    Volkswagen ID Buzz Newsroom
    Volkswagen ID Buzz

    Merek China dan Jepang

    Dari merek China, Chery mengalami penurunan 39,7 persen untuk wholesales dan 36,9 persen untuk retail. Mungkin inilah yang menjadi alasan kenapa posisi Tiggo 8 dan 9 CSH di pasar PHEV tergeser oleh BYD Atto 1, apalagi dengan hasil penjualan kurang dari 1.000 unit per bulan. Kelihatannya mereka mulai kesulitan bersaing dengan rival senegaranya tersebut yang sudah sukses menghadirkan banyak model BEV dan satu model PHEV disini.

    Lain lagi dengan Denza yang turun penjualannya hingga 54,2 persen (wholesales) dan 52,3 persen (retail). Nampaknya mereka benar-benar membutuhkan model baru karena hanya menjual satu model saja, yaitu MPV premium D9, masih belum cukup untuk membuatnya bertahan di pasar mobil mewah. Neta justru lebih parah lagi, dengan penurunan wholesales 75,1 persen, jauh lebih tinggi ketimbang merek senegaranya tersebut, meski retail hanya turun 18,2 persen.

    Mobil listrik Denza D9 2
    Denza D9

    Ternyata ada juga merek Jepang yang nggak luput dari penurunan penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2026 kalau dibandingkan dengan tahun lalu. Lexus turun 18,9 persen secara wholesales dan 18,8 persen secara retail, dan Subaru turun 36,8 persen dan 45,3 persen. Nissan malah anjlok hingga 71 persen dan 60,4 persen, jauh lebih tinggi ketimbang dua merek senegaranya tersebut.

    Dari beberapa merek yang disebutkan ini, Neta dan Nissan yang turun drastis penjualannya kalau dibandingkan dengan tahun lalu. Neta sendiri mengalami krisis keuangan yang nyaris membuatnya bangkrut, sedangkan Nissan jarang merilis mobil baru di Indonesia.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini