RiderTua.com – Marco Bezzecchi menjadi pembalap pertama dalam sejarah yang membukukan catatan waktu di bawah 1:30 menit pada hari Sabtu di Misano. Rider Aprilia itu finis ke-2 dalam sprint race, setelah gagal mempertahankan posisinya dari Marc Marquez di tikungan pertama.
Dalam race hari Minggu, Bezzecchi bertekad tak mau kejadian dalam sprint terulang. Dia sekuat tenaga mempertahankan posisi terdepan dari serangan Marquez. Sayangnya di tikungan 13 yang berkecepatan tinggi, roda depannya selip yang membuatnya terjatuh dan mendarat di gravel.Β Ini merupakan kali ke-5 Bezz gagal mencetak poin pada race hari Minggu musim ini. Jelas ini sangat mengkhawatirkan.
Marco Bezzecchi Crash Saat Memimpin Balapan: Berat, Tapi Kita Tidak Bisa Memutar Kembali Waktu

Setelah kembali ke pit, selama beberapa menit Marco Bezzecchi duduk terdiam di garasi Aprilia. Dari wajahnya, terlihat sekali dia sangat kecewa. Impian meraih kemenangan atau setidaknya naik podium di hadapan para tifosi, ambyar di lap pertama. Setelah tenang, kemudian dia menganalisis data bersama krunya.
Bezzecchi menegaskan bahwa dia tidak melakukan kesalahan saat start. Dia juga menepis anggapan bahwa dia terlalu memaksakan diri karena ini merupakan balapan kandangnya dan juga Aprilia. “Saat start dari posisi terdepan, tentu kita ingin menang. Tidak peduli, apakah itu di Misano atau di trek lain. Semuanya berjalan lancar, tetapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 13 dan bagian depan motor kehilangan cengkeraman,” ungkap rider berusia 27 tahun itu.
Menurut Bezzecchi, tangki bahan bakar yang penuh juga ikut berperan dalam crash tersebut. “Dengan tangki penuh, kita harus menentukan titik pengereman dengan lebih presisi. Di bagian tikungan yang cepat, motor terasa sedikit tidak stabil. Saat saya mengerem, saya tidak bisa mempertahankan racing line yang ideal,” jelasnya.
Hasil ini jelas sangat mengecewakan terutama bagi tim Aprilia, yang sebelumnya sangat bersemangat dengan livery spesial yang mereka kenakan di Misano. Karena Bezzecchi DNF, Martin hanya finis ke-5, Raul Fernandez finis ke-6, dan Ai Ogura absen karena cedera, Aprilia harus kehilangan status sebagai pemimpin klasemen konstruktor. Tetangganya Ducati berhasil mengkudetanya dengan keunggulan amat tipis hanya 2 poin.

Selain itu, pembalapnya Jorge Martin juga kehilangan posisinya sebagai pemimpin klasemen pembalap yang kini ditempati Marc Marquez dengan perolehan poin yang sama yakni 274 poin. Namun karena jumlah kemenangan Marquez lebih banyak, maka dialah yang berhak menjadi pemuncak klasemen.
Sementara itu Bezzecchi bertahan di peringkat 3 dalam klasemen dengan mengumpulkan 241 poin, tertinggal 33 poin dari Marquez dan Martin. Padahal usai balapan di Mugello akhir Mei lalu, dia masih unggul 102 poin atas Marquez. Kini keunggulan itu bak hilang ditelan bumi. “Ini memang berat, tapi kita tidak bisa memutar kembali waktu,” pungkas rider berjuluk Simply The Bezz itu.












