RiderTua.com – Tentu tidak mengherankan kalau mobil seperti Tiggo 8 CSH menjadi mobil PHEV paling laris di Indonesia selama beberapa bulan terakhir. Namun kini harganya mengalami kenaikan, dan ini juga dialami oleh model Tiggo CSH lainnya, termasuk model dari merek lain.
▶Daftar Isi
Tiggo CSH Naik Harganya Mulai Bulan Ini
Chery menjadi merek yang tidak bisa diragukan lagi kalau membahas penjualan mobil ramah lingkungannya di Indonesia. Bagaimana tidak, model yang dihadirkannya cukup beragam dan punya banyak varian, dengan Tiggo CSH yang menjadi andalannya di pasar PHEV maupun HEV. Tiggo 8 CSH menjadi model yang paling diunggulkan di pasar PHEV, bahkan setelah posisi teratasnya direbut mobil barunya BYD.

Tapi jelas mobil seperti ini tidak bisa menghindari kenaikan harga mobil di bulan September, dan Chery mulai menaikkan harga mobilnya tersebut. Tiggo 8 CSH Premium awalnya dibanderol Rp 519,9 juta kini menjadi Rp 529,9 juta, sementara versi Comfort dari 449,9 juta menjadi Rp 459,9 juta. Anehnya varian AWD-nya nggak ada kenaikan harga apapun, sehingga modelnya tetap dipatok Rp 579,9 juta, tapi harganya menjadi yang paling mahal dari dua varian sebelumnya.
Tidak hanya Tiggo 8 CSH, model lainnya juga naik harganya. Seperti Tiggo 9 CSH yang kini dibanderol Rp 749,9 juta, Tiggo Cross CSH Rp 339,8 juta, dan C5 CSH Rp 409,9 juta. Kalau diperhatikan, kenaikan harganya mencapai Rp 10 juta, cukup drastis untuk mobil seperti ini, meski sebenarnya keempat mobil ini tidak hanya yang naik harganya di bulan September 2026.

Xforce HEV Naik Harganya
Meski mobil hybrid terbarunya Mitsubishi ini baru dirilis beberapa bulan lalu, nyatanya mereka sudah menaikkan harga Xforce HEV. Dari Rp 445 juta kini menjadi Rp 460 juta, tapi harganya tersebut masih lumayan terjangkau untuk mobil seperti ini, terlebih dengan permintaannya yang masih cukup tinggi. Entah apa kenaikan harga tersebut muncul karena harga promonya sudah habis atau memang sudah waktunya untuk diubah harganya.
Yang jelas, mereka kini mematok harga baru untuk mobil barunya mulai bulan ini, tapi berbeda dengan mobilnya Chery, kenaikan harganya hanya mencapai Rp 5 juta saja. Tidak terlalu signifikan, tapi perbedaan harganya sudah sangat jelas, meski itu bukan menjadi masalah bagi konsumennya, bahkan kalaupun hanya satu varian yang disediakan. Tetap saja, kehadiran Xforce HEV sudah dinanti sejak modelnya dirilis di Thailand sekitar tahun lalu.

Dua Mobil Hybrid Suzuki
Kalau Mitsubishi hanya ada satu model, Suzuki justru punya dua mobil HEV yang naik harganya, atau lebih tepatnya model MHEV. Yang pertama yaitu Fronx, dengan harga awal Rp 286,9 juta-Rp 331,3 juta kini menjadi Rp 288 juta-Rp 334,4 juta. Kenaikan harga ini berlaku untuk semua varian yang dijualnya, kecuali varian Kuro, jelas karena varian tersebut baru dirilis dua bulan sebelumnya.
Grand Vitara justru naik harganya, dari Rp 416 juta dan Rp 419 juta naik menjadi Rp 419,3 juta dan Rp 422,3 juta. Kelihatannya ini menjadi kenaikan harga yang lumayan drastis, meski tidak separah Chery, tapi setidaknya kedua mobilnya ini tetap dibanderol terjangkau. Apalagi dengan modelnya yang dicari oleh banyak konsumen hingga sekarang, termasuk Fronx yang diandalkannya sebagai mobil mild hybrid unggulannya.

Segmen mobil hibrida sebenarnya masih dipimpin oleh Toyota Kijang Innova Zenix HEV, tapi harganya di bulan ini nggak ikut naik. Begitupun dengan Veloz HEV yang masih mempertahankan harga lamanya, setidaknya untuk sekarang, termasuk model HEV lainnya seperti Alphard hingga Yaris Cross. Honda yang juga menjual banyak model e:HEV kelihatannya belum berani menaikkan harganya, dari HR-V sampai Step WGN masih mematok harga lama.
Kalau dilihat, segmen HEV dan PHEV kini semakin sesak dengan banyaknya model anyar dari produsen asal China. Walau di pasar PHEV masih kalah jauh dari kompetitornya tersebut, lain lagi di pasar HEV, dengan Toyota yang memegang pangsa paling tinggi ketimbang rivalnya.












