RiderTua.com – Belakangan ini VW masih terus melakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan diri dari penurunan pendapatan dan penjualan yang didapat. Sehingga ini yang menjadi alasannya untuk membuat program Future Plan 2030, dimana salah satu rencananya berupa pemangkasan separuh lini produknya.
▶Daftar Isi
Future Plan 2030 Jadi Strategi Barunya Dalam Beberapa Tahun ke Depan
Sebenarnya Volkswagen bukanlah merek yang asing lagi bagi konsumen di pasar global, karena mereka punya berbagai macam produk yang ditawarkan. Dari mobil SUV sampai mobil listrik sudah dijual di beberapa negara, tak terkecuali Indonesia, meski hanya segelintir model yang dibawa ke sini. Tapi setidaknya ini menjadi modalnya untuk menghadang kompetitor di pasar roda empat, sementara mereka terus menambah lini produknya.

Namun baru-baru ini Volkswagen sudah menyusun rencana untuk melakukan restrukturisasi secara besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan. Melalui program bernama Future Plan 2030, mereka bakal melakukan penyesuaian terhadap lini produknya, dimana mereka bakal memangkas separuh lineup miliknya. Artinya jelas kalau mereka harus memotong 50 persen produk yang dijualnya selama ini, dan tidak lagi tersedia mulai 2035.
Lebih parahnya lagi, disebutkan 75 persen mobilnya bakal menawarkan lebih sedikit varian dan konfigurasi ketimbang lini model yang sekarang. Jadi tidak ada lagi pilihan mobil dengan lebih dari tiga varian dan menawarkan penggerak atau transmisi yang lebih beragam. Semua ini dilakukan demi menghemat pengeluaran yang dipakai untuk membuat mobil serta mengurangi volume produksi, tapi ini bisa meningkatkan skala ekonominya.

Produksi Mobil Dikurangi
Soal volume produksi mobil, Volkswagen juga akan melakukan ini, karena angka produksi 500 ribu unit mobil per tahun dianggap terlalu tinggi baginya. Tentu ini berarti mereka harus menutup sejumlah pabriknya yang ada di Jerman, tapi mereka masih belum memastikan nasib pabriknya yang berlokasi di Hanover, Neckarsulm, Zwickau, dan Emden. Mereka masih harus mengkaji ulang rencananya tersebut sebelum melakukan pemangkasan produksinya.
Jelas mereka harus mengevaluasi rencana tersebut mengingat pabriknya ini menangani produksi sejumlah mobil listrik dalam ID Series, dari ID 3, ID 4, ID 5, ID 7, dan ID Buzz. Belum lagi pabrik ini menangani produksi sejumlah mobil dari Audi dan Cupra, dan kalau dikurangi volume produksi atau bahkan ditutup jelas ini berdampak pada produksi model-model tersebut. Ini juga belum termasuk dampaknya ke pekerjanya, dan VW bakal memangkas 50 ribu pekerjanya, dan ini juga berdampak pada posisi manajemennya.

Targat 9 Juta Unit Mobil
Meski kelihatannya sebagai perombakan yang cukup masif, ini tidak membuat target penjualannya berubah. Dimana Volkswagen menargetkan bisa menjual 9 juta unit per tahun, dan mungkin angka tersebut terlalu tinggi setelah mereka melakukan restrukturisasi besar-besaran baik dari sisi produksi maupun tenaga kerjanya. Apalagi jumlah pabrik produksinya berkurang demi menghemat pengeluaran yang dipakai untuk merakit dan mengembangkan mobil.
Sementara itu di Amerika Utara, mereka berencana untuk menghentikan penjualan mobil yang dianggap nggak selaris dulu. Jetta disebut-sebut menjadi salah satu diantara mobil yang bakal disetop penjualannya di sana, sementara model lainnya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Untuk produk elektrifikasinya tentu mreka nggak berani menyetopnya, setidaknya kalau peminat mobil listrik masih cukup tinggi.

Di Indonesia, VW baru menjual beberapa model disini, dan segelintir model sudah dirakit lokal, termasuk MPV listrik ID Buzz. Sehingga mereka bisa menjualnya dengan harga terjangkau dan tidak perlu mengimpornya langsung dari luar negeri, walau ID Buzz mendapat perlawanan dari kompetitor di segmennya. Terlebih merek China semakin menjadi-jadi dengan produk elektrifikasinya, dari Denza D9 sampai XPeng X9 menjadi lawan yang cukup tangguh baginya.
Meskipun begitu, mereka nggak terlalu peduli dengan hasil penjualan, asalkan mereka bisa menghadirkan produk unggulannya disini sudah lebih dari cukup. Mereka juga bisa merakit beberapa modelnya disini agar tidak terlalu tergantung pada impor mobil CBU.












