RiderTua.com – Super One benar-benar menjadi primadona baru di pasar BEV di Indonesia sejak diluncurkan beberapa minggu lalu. Bagaimana tidak, model ini sudah dipesan 180 unit meski unitnya dibatasi sebanyak 100 unit untuk tahun ini.
100 Unit Super One Disediakan Untuk Tahun Ini
Kehadiran Honda Super One langsung menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen Indonesia, sebab modelnya sudah dinanti sejak pertama kali diperlihatkan ke pasar global beberapa bulan lalu. Apalagi dengan harga kurang dari Rp 500 jutaan sudah bisa membawa pulang mobil mungil ini. Tentu tidak mengherankan mengapa model seperti ini langsung menjadi buruan banyak orang begitu modelnya diluncurkan di GIIAS 2026.

Sebenarnya Honda Super One dibatasi unitnya sebanyak 100 unit saja untuk tahun ini, dan jelas bisa ditebak kalau semua unitnya langsung ludes terjual begitu pemesanannya dibuka. Ini bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan lagi, mengingat mobil seperti Super One selalu menjadi incaran banyak orang, tapi entah mengapa mereka hanya membatasinya sebanyak 100 unit. Kalau dilihat, modelnya tidak seperti Prelude yang ditempatkan di kelas lebih tinggi lagi dan dibanderol lebih dari Rp 500 juta.
Honda melakukan ini hanya sekedar untuk mengetes seperti apa peminatnya di Indonesia, kalau jumlahnya banyak, mereka bisa terus menjualnya tanpa membatasi unitnya. Bahkan setelah semua unit untuk tahun 2026 ludes terjual, masih ada konsumen yang memesannya. Disebutkan mereka mendapat tambahan 80 unit dari konsumen, dan tentunya angka ini bakal terus meningkat tiap bulannya.

Banyak Peminat
Memang Honda sudah nggak bisa mengirim lebih banyak unitnya untuk tahun ini, tapi mereka cukup senang dengan banyaknya pesanan yang melebihi kuota tahun 2026. Ini membuktikan kalau mobil seperti Super One bisa mendapat banyak peminat di Indonesia begitu modelnya dirilis. Hatchback mungil seperti ini juga kini mendapat banyak peminat karena model barunya selalu diluncurkan tiap tahunnya.
Segmennya kini sudah diisi oleh banyak kompetitor, bahkan sebagian besar merupakan produk dari merek China. Dari BYD Dolphin dan Atto 1, Geely EX2, Wuling Binguo, Cloud EV, dan Aira-Air EV, Chery Q, sampai BAIC T1 menjadi lawan yang cukup tangguh untuk dihadapinya. Tidak sedikit diantaranya dibanderol kurang dari Rp 200 juta, seperti Atto1 varian STD dan Aira EV.

Rival yang Tangguh
Honda sudah tahu kalau ini bakal terjadi, dimana Super One harus berhadapan dengan banyak rival yang cukup tangguh. Tapi mereka tetap pede dengan mobil barunya ini, dan mereka siap menggempur segmen hatchback listrik dengan Super One yang dibanderol cukup terjangkau. Sebab model e:N1 kalau dijual di pasarnya harganya bisa tembus lebih dari Rp 1 miliar, terlalu mahal untuk mobil SUV seperti ini, dan inilah yang membuatnya menyediakan unitnya sebagai mobil sewaan.
Meski mereka baru menjual satu model, bukan berarti mereka hanya menyediakan Super One saja. Honda bisa saja membawa mobil listrik lainnya ke Indonesia kalau ada permintan di pasarnya, tapi untuk model SUV mungkin mereka harus berpikir dua kali sebelum bisa menjualnya. Terlebih model seperti e:N1 kelihatannya belum cukup untuk menarik perhatian banyak orang layaknya Super One.

Untuk sekarang Honda Super One menjadi satu-satunya model BEV yang dijualnya di Indonesia, sementara produk ramah lingkungannya masih didominasi oleh mobil hybrid. Dari HR-V, Step WGN, sampai Prelude sudah cukup laris terjual di segmennya masing-masing dan mencetak hasil penjualan yang cukup memuaskan, apalagi untuk Prelude yang baru dirilis sejak awal tahun ini. Step WGN dan HR-V e:HEV tetap diandalkannya meski berada di tengah ketatnya persaingan di pasar SUV dan MPV hybrid.
Karena mereka sudah menjual mobil hybrid dan listrik, mungkin ada yang menduga kalau Honda bakal membawa model PHEV setelahnya. Soal ini nampaknya mereka nggak punya modelnya untuk sekarang karena ingin fokus jualan model yang sudah ada.












