RiderTua.com – Pedro Acosta pernah menang di Aragon ketika menjalani debutnya di Moto2 pada 2022. Hebatnya, dia berhasil meraih podium setelah finis ke-3 pada musim pertamanya di MotoGP pada 2024. Setahun kemudian, rider berusia 22 tahun itu finis di posisi ke-4 bersama tim pabrikan Red Bull KTM.
“Biasanya, Aragon adalah trek yang bagus bagi saya dan KTM. Di musim rookie, saya meraih dua podium di sini. Kami akan mengerahkan 100 persen kemampuan dari paket motor kami. Pada akhirnya, semua bergantung pada seberapa cepat motor Ducati dan Aprilia di sini. Di Silverstone, kita melihat bahwa ketika empat motor Aprilia tak tertandingi, sulit bahkan untuk sekadar memikirkan soal podium,” ujar Acosta.
Pedro Acosta: Pasti Ada Alasan, Mengapa Ada ‘Tikungan Marc Marquez’ di Aragon!

Bisa dibilang Marc Marquez adalah ‘king of Aragon’. Juara dunia 9 kali itu memenangkan 9 Grand Prix di sana yakni pada 2013, 2016, 2017, 2018, 2019, 2024, dan 2025. Bersama Ducati, Baby Alien tak tertandingi mulai dari sesi latihan, sprint race, hingga race utama dalam 2 tahun terakhir.
Apakah calon rekan setimnya itu kembali tak terkalahkan tahun ini? “Marc adalah pembalap yang harus dikalahkan, meskipun dia sempat kesulitan di Silverstone. Pasti ada alasan, mengapa sebuah tikungan di sini dinamai menurut namanya,” ujar Acosta sambil tersenyum merujuk pada Tikungan 10.
Juara dunia Moto2 2023 itu melanjutkan, “Namun seperti yang saya katakan, ‘jika Ducati tak tertandingi di sini, akan ada 5 motor Ducati di barisan depan. Jika Aprilia tampil kuat, keempat pembalap mereka akan berada di depan’. Terkadang sangat sulit bagi kami untuk memangkas jarak dengan mereka. Meski begitu, ini hanya masalah waktu.”

Menjelang GP Aragon, KTM mendapat izin dari MotoGP untuk melakukan revisi pada mesin RC16 di markas mereka di Munderfing-Austria. Beberapa komponen mekanis dari pemasok yang mengalami kerusakan dan memengaruhi performa sudah diganti.
Apakah akhir pekan ini tenaga KTM RC16 akan lebih besar ketimbang sebelumnya? “Menurut saya tidak, tapi itu juga tidak membuat saya khawatir. Kami memiliki ketersediaan tenaga mesin yang sama seperti tahun lalu dan balapan-balapan belakangan ini. Jika ada tambahan tenaga, itu bagus. Tapi hal itu di luar kendali saya. Saya selalu memberikan kemampuan terbaik saya,” jawab Acosta santai.
Tim Tech3 KTM baru saja mengumumkan secara resmi perekrutan Luca Marini mulai 2027. Apakah adik legenda MotoGP Valentino Rossi itu merupakan pilihan yang tepat bagi KTM? “Kalau mereka memilihnya, berarti ya. Saat di VR46, dia pernah meraih pole position. Dia juga menjalani beberapa balapan yang bagus bersama Honda. Selain itu, dia sangat konsisten dan juga pembalap yang bagus dalam membantu pengembangan motor. Menurut saya, KTM akan memiliki line-up pembalap yang kuat,” pungkas Acosta.

Tahun depan, Acosta akan pindah ke tim pabrikan Ducati Lenovo. Saat ini rider asal Murcia Spanyol itu menempati peringkat 7 dengan perolehan 163 poin, sekaligus menjadi pembalap KTM terbaik dalam klasemen… Apakah Acosta tahun depan masih bilang Who? 🤭












