Home Otomotif Produksi Mobil Neta di Indonesia Masih Lanjut Hingga Akhir 2026?

    Produksi Mobil Neta di Indonesia Masih Lanjut Hingga Akhir 2026?

    Neta V II
    Neta V II

    RiderTua.com – Meski ada banyak merek otomotif asal China yang sukses berjualan mobil di Indonesia, tidak semuanya bisa mencetak kesuksesan serupa. Bahkan ada yang kini terseok-seok akibat kalah saing di pasarnya, serta krisis keuangan cukup parah nyaris membuatnya bubar.

    β–ΆDaftar Isi

    Tidak Semua Merek Sesukses BYD Dkk?

    Merek tersebut adalah Neta, dan memang belakangan ini mereka tidak terlihat sama sekali di pasar mobil listrik. Seharusnya sepanjang tahun ini mereka bisa menambah lebih banyak model anyar yang ditawarkannya, jadi tidak hanya selalu mengandalkan dua model saja yang baru diisi oleh model V-II dan X. Tapi tiba-tiba saja mereka harus mengubah rencananya setelah mengalami krisis keuangan yang sangat parah.

    Neta X 2
    Neta X

    Bagaimana tidak, akibat krisis keuangan yang menimpanya di China, membuat Hozon Auto harus melakukan restrukturisasi besar-besaran demi menyelamatkan Neta. Namun ini berdampak serius pada operasionalnya di seluruh dunia, dan Indonesia termasuk di dalamnya, dengan produksinya sudah dihentikan sejak bulan Juli 2025. Itupun catatan penjualannya tidak begitu bagus seperti merek senegaranya, dengan ratusan unit terjual selama dua tahun sebelumnya.

    Tahun 2024 mereka menjual 570 unit, sebelum turun menjadi 406 unit di tahun selanjutnya, dan tahun ini sepertinya tidak ada satupun unit yang terjual. Memang ini membuatnya tertinggal lebih jauh dari kompetitor senegaranya, tapi merek sudah tidak punya pilihan lain. Sementara itu, Hozon Auto sempat menyebut proses restrukturisasinya bisa rampung sekitar pertengahan tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar lebih lanjut.

    Neta V 3
    Neta V

    Tunda Produksi

    Handal Indonesia Motor yang menangani produksinya Neta juga mengkonfirmasi produksinya sudah disetop sejak tahun lalu, tapi mereka hanya menundanya saja. Kalau pihak prinsipal sudah selesai melakukan restrukturisasi dan penjualannya bisa dimulai, Handal bakal memulai lagi produksinya. Tetap saja, belum ada kejelasan kapan Hozon menyelesaikan semuanya sebelum tahun 2026 berakhir, setidaknya untuk sekarang.

    Untuk produksinya, Handal sudah menangani perakitan mobil dari merek China lainnya, seperti Chery hingga Jetour. Bahkan kalaupun jumlah merek yang ditanganinya terus bertambah, mereka nggak merasa kesulitan sama sekali dan tetap merakit mobil tanpa masalah apapun. Untuk saat ini Handal menunggu keputusan lebih lanjut dari Hozon Auto, apa produksi Neta disini masih tetap lanjut hingga akhir 2026 atau tidak.

    Neta V II Indonesia
    Neta V II

    Ketinggalan Cukup Jauh?

    Kalaupun mereka bisa melanjutkan produksinya disini, Neta sudah dipastikan tertinggal sangat jauh dari kompetitor senegaranya. Dengan banyaknya merek baru yang berdatangan ke sini, belum lagi banyak model BEV murah yang dijual, membuat produsen semakin melesat ke posisi teratas. Terlebih BYD dkk terus melakukan ekspansi pasarnya sampai ke luar negeri, dan lini produknya terus ditambah tiap tahunnya.

    Memang pasarnya akan terus berkembang meski Neta tidak lagi membawa model anyar ke sini. Kondisi yang dialaminya ini sudah tidak bisa dihindari, dan mau tak mau mereka harus mengurangi biaya operasionalnya agar bertahan lebih lama di pasar BEV yang kini persaingannya berjalan semakin ketat. Kalau Hozon belum juga mengumumkan rampungnya proses restrukturisasinya, dikhawatirkan mereknya ini sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi.

    Penjualan Mobil listrik BYD M6
    BYD M6

    Pasar mobil listrik kini cukup ramai diisi oleh berbagai merek dari China, dari BYD, GWM Ora, Geely, Chery, dan masih banyak lagi. Diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, tapi bagi merek yang kena masalah seperti Neta bakal terus tertinggal dari kompetitor. Bahkan kini merek Jepang mulai berjualan mobil listrik, seperti yang dilakukan Toyota dan Suzuki melalui model SUV listrik kembarnya.

    Memang tidak hanya merek ini saja yang kalah saing dari merek lebih kuat lagi di China, tapi siapa tahu jumlahnya lebih banyak dari yang diperkirakan. Ini terjadi akibat dampak perang harga di pasar mobil listrik, namun dampaknya tidak terasa disini, malah tren mobil listrik terus meningkat tiap tahunnya. Apalagi mobil PHEV yang sebelumnya tidak punya banyak peminat kini dicari banyak orang.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini