Home Otomotif BAIC Bakal Rakit Baterai Mobilnya di Indonesia Mulai 2027?

    BAIC Bakal Rakit Baterai Mobilnya di Indonesia Mulai 2027?

    BAIC Arcfox T1 electrive com
    BAIC Arcfox T1 electrive com

    RiderTua.com – Setelah menghadirkan T1 sebagai mobil listrik pertamanya, mereka jelas sudah menyiapkan produksinya disini. Tidak sampai disitu, mereka juga menyiapkan produksi baterainya sekaligus, walau produksinya kemungkinan baru bisa dimulai sekitar tahun 2027.

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua
    Daftar Isi

    Mobil Listrik T1 Disambut Baik di Pasarnya

    Sebelumnya BAIC hanya menjual satu mobil ramah lingkungan di Indonesia, yaitu BJ30 HEV yang menjadi incaran banyak orang setelah dirilis tahun lalu. Meski mengusung desain retro-modern, modelnya langsung laris manis karena dibanderol cukup terjangkau untuk model seperti ini. Terlebih modelnya yang sudah dirakit lokal memudahkannya untuk mengirim unit ke konsumen yang sudah memesan.

    BAIC BJ30 Indonesia
    BAIC BJ30 Indonesia

    Kini BAIC menghadirkan T1 sebagai mobil listrik pertamanya disini, dan ini menjadi pencapaian baru lainnya bagi merek asal China tersebut. Karena dengan kehadiran T1, mereka bisa memulai penjualannya di pasar mobil listrik setelah sekian lama, apalagi modelnya bakal dirakit lokal layaknya tiga mobil yang dirilis sebelumnya. Walau T1 baru bisa diproduksi disini mulai pertengahan tahun 2027 mendatang, setidaknya mereka sudah menyiapkan tempat untuk merakitnya.

    Tapi ini saja belum cukup kalau komponen dalam negerinya masih rendah, apalagi baterainya masih didatangkan dari luar negeri. Inilah yang membuatnya berencana melakukan investasi sebesar Rp 65 miliar di Indonesia agar mereka bisa merakit baterainya secara lokal. Mereka akan fokus untuk melokalisasi baterainya untuk sekarang sebelum target TKDN mobil listrik ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan.

    BAIC Arcfox T1
    Arcfox T1

    TKDN BEV di Indonesia

    Mobil listrik yang dirakit lokal diwajibkan memiliki komponen dalam negeri sebesar 40 persen hingga akhir tahun ini. Mulai tahun 2027 sampai 2029 bakal ditingkatkan menjadi 60 persen, dan tahun 2030 naik lagi menjadi 80 persen, dan inilah yang harus dikejar BAIC. Karena kalau mobil listriknya tidak punya TKDN sebesar 60 persen sebelum memasuki tahun 2027, bisa-bisa banderolnya bakal lebih mahal lagi, dan mungkin ini juga berpengaruh pada penjualan T1 nantinya.

    Meski mereka merakit baterainya secara lokal, sel baterainya masih didatangkan dari luar negeri karena mungkin cukup sulit baginya untuk merakit lokal komponen yang satu ini. Tapi untuk sebagian besar komponennya masih bisa diproduksi disini, jadi nggak usah khawatir soal harganya yang bakal mempengaruhi harga jual mobilnya. Entah kapan mereka bakal memulai produksi baterainya ini, tapi mungkin diusahakan sebelum T1 diproduksi sekitar bulan Juli 2027.

    BAIC Arcfox T1 VOI
    Arcfox T1 VOI

    BEV Pertama

    BAIC kini menyediakan mobil listrik pertamanya melalui T1 yang sebenarnya berupa produk dari Arcfox di kampung halamannya. Tapi mereka memilih menjualnya sebagai produknya sendiri di Indonesia agar mereka bisa memperluas lini mobil yang ditawarkan bagi konsumen, sekaligus memulai elektrifikasi. Meski BJ30 HEV sudah mendapat sambutan bagus, mereka butuh model yang setidaknya bisa meramaikan pasar mobil listrik disini.

    Setelah T1 dirilis, mungkin mereka akan membawa model Arcfox lainnya, yaitu T5, namun tidak diluncurkan tahun ini, mungkin sekitar tahun depan atau beberapa bulan ke depan. Dengan persiapan produksi baterai yang dilakukannya, BAIC bakal sibuk hingga akhir tahun ini untuk menyiapkan semuanya. Tapi sepertinya ini tidak akan menganggu jadwal peluncuran mobil barunya, entah itu model ramah lingkungan atau konvensional.

    BAIC X55-II Oto
    BAIC X55-II Oto

    Kini mereka punya empat model yang ditawarkan disini, terdiri dari dua model bermesin bensin X55-II dan BJ40 Plus, serta dua model ramah lingkungan BJ30 HEV dan T1. Dari keempatnya, BJ40 Plus sejauh ini yang paling laris terjual karena mengusung desain retro-modern, dan cukup tangguh dibawa kemana saja. Begitupun dengan BJ30 HEV yang terlihat tangguh tapi tetap ramah lingkungan karena mengusung teknologi hybrid.

    Mereka nggak takut harus menghadapi ketatnya persaingan di pasar SUV yang kini makin disesaki oleh model baru, dan tidak sedikit diantaranya berupa produk dari merek senegaranya. Tetap saja BAIC masih ingin menghadirkan lebih banyak mobil baru untuk dijualnya disini, termasuk menghadirkan hatchback seperti T1.

    © ridertua.com

    Informasi resmi jadwal pameran, tiket, daftar lengkap peserta dapat diakses melalui situs resmi GIIAS disini 👇 Official Media Partner GIIAS 2026 - Ridertua

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini