RiderTua.com – Di pasar Jepang, Honda CB400 Super Four dan Kawasaki Z650RS sama-sama menawarkan konsep naked bike bergaya klasik yang mengutamakan kenyamanan berkendara di jalan raya. Keduanya mengusung desain retro yang terinspirasi dari motor-motor legendaris Jepang, namun memiliki pendekatan berbeda dalam hal mesin, karakter berkendara, dan teknologi.
Secara konsep, CB400 Super Four mempertahankan filosofi naked sport klasik dengan mesin empat silinder segaris yang halus dan berputar tinggi, menjadi penerus salah satu model paling ikonik di Jepang. Sementara Z650RS memadukan desain retro era Z-series dengan mesin dua silinder modern yang lebih ringan, bertorsi besar, dan mudah digunakan untuk aktivitas harian.
▶Daftar Isi
Honda CB400 Super Four: Empat Silinder Legendaris yang Kembali Hadir

Honda CB400 Super Four menggunakan mesin inline 4 silinder 399cc DOHC 16-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 57,6 hp pada 11.500 rpm dan torsi 38 Nm pada 9.750 rpm. Karakter mesinnya sangat halus dengan putaran tinggi yang menjadi ciri khas motor empat silinder Honda, memberikan sensasi berkendara yang unik dan semakin langka di kelas menengah.
Desainnya tetap mempertahankan identitas CB klasik, lampu depan bulat LED, jok datar, serta knalpot bergaya tradisional, meski tangkinya agak modern. Dibanding Z650RS, tampilannya lebih autentik sebagai penerus langsung keluarga CB Super Four yang telah menjadi ikon selama puluhan tahun.

Karakter berkendaranya mengutamakan keseimbangan antara kenyamanan dan performa. Handling yang lincah dipadukan dengan distribusi bobot yang baik membuat motor ini nyaman digunakan di jalan perkotaan maupun saat menikmati jalur pegunungan khas Jepang. Suara khas mesin empat silinder juga menjadi daya tarik utama bagi para penggemar motor klasik Jepang.
Fitur yang ditawarkan meliputi throttle-by-wire, riding mode, Honda Selectable Torque Control (HSTC), assist & slipper clutch, quickshifter opsional, panel instrumen TFT color dengan konektivitas smartphone, lampu full LED, serta ABS dual-channel.
Keunggulan terbesar CB400 Super Four adalah mesin empat silinder yang halus, karakter berkendara yang khas, serta nilai historis yang sangat kuat sebagai salah satu naked bike legendaris Jepang. Di Jepang, harganya 998.800 yen atau sekitar Rp 111,6 jutaan.
Kawasaki Z650RS: Retro Modern yang Ringan dan Bertorsi Besar

Kawasaki Z650RS mengandalkan mesin 2 silinder parallel-twin 649cc DOHC 8-klep pendingin cairan yang menghasilkan tenaga 67 hp pada 8.000 rpm dan torsi 63 Nm pada 6.700 rpm. Mesinnya menawarkan tarikan kuat sejak putaran rendah hingga menengah, sehingga terasa lebih responsif untuk penggunaan harian dibanding karakter mesin empat silinder berkapasitas lebih kecil.
Desain Z650RS terinspirasi dari Kawasaki Z900 Super Four tahun 1970-an dengan tangki bergaya tear-drop, lampu depan bulat LED, velg palang model ala jari-jari, serta pilihan warna retro. Dibanding CB400 Super Four, tampilannya lebih modern meski tetap mempertahankan nuansa klasik yang kuat.

Dalam penggunaan sehari-hari, Z650RS masih terasa ringan dan mudah dikendalikan, meski bobot 188 kg yg sedikit lebih berat, serta posisi berkendara yang santai. Handling yang lincah dipadukan dengan torsi melimpah membuat motor ini nyaman digunakan di dalam kota maupun touring jarak menengah.
Fitur yang tersedia meliputi lampu full LED, panel instrumen kombinasi analog-digital dengan layar LCD, assist & slipper clutch, ABS dual-channel, traction control (KTRC), serta konektivitas smartphone melalui aplikasi Rideology.
Keunggulan terbesar Z650RS adalah torsi yang besar, bobot yang ringan, kemudahan berkendara, serta desain retro-modern yang menarik. Di Jepang, Kawasaki Z650RS dipasarkan sebesar 1.089.000 yen atau sekitar Rp 121,6 jutaan.
| Aspek | Honda CB400 Super Four | Kawasaki Z650RS |
|---|---|---|
| Mesin | 4 silinder inline 399cc DOHC 16-katup pendingin cairan | 2 silinder parallel-twin 649cc DOHC 8-katup pendingin cairan |
| Transmisi | Manual 6-percepatan | Manual 6-percepatan |
| Tenaga | 57,6 hp pada 11.500 rpm | 67 hp pada 8.000 rpm |
| Torsi | 38 Nm pada 9.750 rpm | 63 Nm pada 6.700 rpm |
| Karakter | Halus, putaran tinggi, khas mesin 4 silinder | Torsi besar di putaran bawah-menengah, responsif |
| Desain | Naked retro klasik bergaya CB Super Four | Retro-modern terinspirasi Kawasaki Z-Series |
| Suspensi Depan | Upside Down (USD) | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Monoshock Pro-Link | Horizontal Back-link Monoshock |
| Rem | Cakram depan-belakang dengan ABS dual-channel | Cakram depan-belakang dengan ABS dual-channel |
| Bobot | 187 kg | 188 kg |
| Fitur | Throttle-by-Wire, riding mode, HSTC, assist & slipper clutch, quickshifter opsional, panel TFT berwarna, konektivitas smartphone, lampu full LED, ABS dual-channel | Lampu full LED, panel kombinasi analog-LCD, assist & slipper clutch, KTRC, ABS dual-channel, konektivitas Rideology |
| Keunggulan | Mesin 4 silinder yang halus, karakter khas, dan nilai historis tinggi | Torsi besar, bobot ringan, mudah dikendarai, dan desain retro-modern |
| Harga | 998.800 yen (sekitar Rp 111,6 jutaan) | 1.089.000 yen (sekitar Rp 121,6 jutaan) |












