Home MotoGP Senna Agius: Naik ke MotoGP Bukan Karena Saya Orang Australia

    Senna Agius: Naik ke MotoGP Bukan Karena Saya Orang Australia

    Senna Agius
    Senna Agius

    RiderTua.com – Sejak beberapa bulan yang lalu, nama Senna Agius kerap jadi bahan ‘rasan-rasan’ di paddock GP. Rider berusia 21 tahun itu dianggap sebagai kandidat yang cukup menjanjikan untuk dipromosikan naik ke MotoGP bersama tim Tech3-KTM pada 2027.

    2026 merupakan musim ke-3 Agius di kelas Moto2. Saat ini atau setelah 10 seri, dia menempati peringkat 3 dengan perolehan 123 poin atau tertinggal 62,5 poin dari pemimpin klasemen sekaligus rekan setimnya di tim LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP Manuel Gonzales. Dia selalu konsisten bertarung di barisan depan melawan pembalap-pembalap papan atas seperti Manu, Izan Guevara, David Alonso, dan juga Dani Holgado.

    Senna Agius: Naik ke MotoGP Bukan Karena Saya Orang Australia

    Senna Agius mengatakan, “Ya, saya sangat senang dengan perkembangan dan kedewasaan saya tahun ini. Bersama-sama, kami berhasil membuat kemajuan yang signifikan, termasuk dalam hal profesionalisme di pit lane dan etos kerja kami. Kami benar-benar naik ke level yang baru dan hal itu terlihat dari konsistensi hasil yang kami raih.”

    Senna Agius
    Senna Agius

    “Motto saya di pit lane tahun ini cukup sederhana, balapan yang sederhana adalah balapan yang cepat. Kami hanya melakukan pekerjaan kami, fokus pada diri sendiri, dan tetap tenang. Itulah kuncinya,” ungkapnya.

    Secara mental, Agius juga merasa jauh lebih dewasa ketimbang sebelumnya. “Tahun ini secara mental saya menjadi jauh lebih stabil, baik saat berada di bawah tekanan maupun saat masa-masa sulit. Itu adalah hal yang dibutuhkan seorang atlet profesional untuk selalu berada di puncak. Saya membuat langkah besar dalam hal itu, oleh karena itu saya sangat puas. Itulah perbedaan musim ini. Selain itu, saya baru berusia 21 tahun dan ini tahun ke-3 saya. Saya semakin berpengalaman dan itu terlihat jelas,” tegasnya.

    Penampilan Agius yang kuat dan mengesankan, menjadi sorotan beberapa bos tim MotoGP dan salah satunya pemilik tim Tech3 Gunther Steiner. Namun rider asal Australia itu tidak sendiri. Dia harus bersaing melawan kandidat lain yakni Manuel Gonzalez dan juga Luca Marini. Sama seperti Agius, kedua pembalap ini juga kerap dikaitkan dengan tim Tech3.

    Tahun depan, GP Australia tidak lagi digelar di Phillip Island melainkan di sirkuit jalanan Adelaide. Dan satu-satunya pembalap Australia di MotoGP yakni Jack Miller diperkirakan akan meninggalkan MotoGP setelah musim ini. Itulah sebabnya, Agius kini menjadi tumpuan dan harapan besar negaranya sebagai perwakilan Australia di MotoGP.

    Senna Agius - Diogo Moreira
    Senna Agius – Diogo Moreira

    Namun Agius menegaskan bahwa statusnya sebagai warga negara Australia bukanlah alasan utama dibalik terpilihnya dia untuk naik ke kelas utama tahun depan. “Tidak, itu tidak membantu saya. Tentu saja, akan menjadi hal yang bagus untuk Australia dan semua pihak jika hal itu benar-benar terjadi. Namun itu bukan faktor penentu, apakah saya akan mendapat kesempatan atau tidak. Itu sepenuhnya bergantung pada performa saya di lintasan. Tidak ada hal lain yang lebih penting. Tidak masalah dari negara mana saya berasal,” tegasnya.

    Agius menambahkan, “Jika saya naik ke MotoGP tahun depan, saya akan merasa sangat bangga. Karena saya sudah bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan ini. Untuk Australia, akan sangat penting kembali memiliki pembalap di grid. Tetapi saat ini, hal itu tidak memberikan keuntungan tambahan bagi saya secara pribadi.”

    Apakah ada perkembangan terbaru dalam proses negosiasinya selama beberapa pekan terakhir? “Saya rasa tidak,” ungkap Agius.

    Valentino Rossi - Senna Agius - Casey Stoner
    Valentino Rossi – Senna Agius – Casey Stoner

    Apakah ada tenggat waktu terkait keputusan itu? “Tidak. Saya rasa KTM dan Gunther tahu bahwa mereka adalah opsi terakhir yang tersisa. Tidak ada arah lain bagi kami saat ini. Gunther pernah berkata, ‘jika berada di posisi terakhir, maka kita memegang semua kartu’. Itu benar sekali. Mereka yang memutuskan kapan, dan itu tidak masalah sama sekali,” jelas rider IntactGP itu.

    Meski situasi kontrak menimbulkan tekanan tersendiri, Agius memilih untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia bertekad akan tetap fokus pada balapan musim ini. “Tentu saja, itu memberi kami tekanan dan memunculkan banyak spekulasi. Tapi saya sepenuhnya fokus pada trek balap. Saya sedang dalam fase yang sangat baik saat ini. Saya mengerti bahwa dalam situasi mereka mereka juga harus ‘wait and see’,” pungkasnya.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini