RiderTua.com – Masih ingat Evalia? Salah satu mobil MPV boxy ini pernah meramaikan segmennya di Indonesia sebelum tiba-tiba lenyap tanpa peringatan apapun. Tapi belakangan ini muncul kabar soal kembalinya model tersebut sebagai model generasi terbaru, sayangnya hanya dijual di China saja.
▶Daftar Isi
‘Evalia’ Generasi Terbaru Bakal Diluncurkan Empat Bulan Lagi
Meski Nissan sudah tidak menjual Evalia di Indonesia, modelnya tetap dijual di pasar global, tapi kebanyakan dijual sebagai mobil niaga dengan nama NV200. Memang model seperti ini lebih cocok dijual di segmen blind van maupun minibus, tapi bukan berarti peminatnya lebih sedikit dari mobil penumpang. Malah mobil seperti NV200 dicari banyak orang di luar negeri karena ukurannya yang cukup besar, sehingga bisa memuat banyak barang bawaan maupun penumpang di dalamnya.

Evalia masih dijual di China sampai sekarang, dan inilah yang membuat Nissan merombak total mobil MPV-nya ini agar terlihat lebih modern dan tetap menarik perhatian konsumen. Dari sejumlah spyshot yang beredar, model ini punya desain lebih boxy tapi terlihat lebih modern ketimbang modelnya yang sekarang, karena model lamanya masih terkesan ketinggalan zaman. Kesan modern-nya juga masih terasa hingga ke bagian dalam kabin, benar-benar memperlihatkan bagaimana seriusnya Nissan dalam mengembangkan model ini.
Meski terlihat berubah drastis, MPV tersebut masih mempertahankan siluet khasnya yang membuatnya berbeda dengan MPV lainnya. Seperti desain jendelanya yang tetap dipertahankan, tapi kaca sampingnya bisa dibuka turun-naik layaknya kaca jendela di bagian sisi depan mobil. Pelek alloy serta handle pintunya punya desain baru yang juga membuatnya lebih modern.

Mobil MPV ‘Mewah’
Desain fascia Evalia juga terlihat lebih modern, sehingga membuatnya bersanding dengan model seperti Elgrand yang ikut mendapat model generasi baru. Meski sebagai mobil PHEV, grille-nya dibuat lebih simpel tapi desainnya juga dibuat menyatu dengan bentuk lampu depannya yang lumayan gede untuk MPV boxy. Untuk mobil seperti ini, bentuk fascia-nya tetap menyesuaikan bentuk mobilnya, namun masih bisa memperlihatkan kesan futuristik.
Dasbornya sudah dilengkapi dengan headunit model floating, setir dua palang, panel instrumen digital, sampai sejumlah tombol untuk mengatur beberapa fitur. Bahkan kalaupun disulap jadi minibus sekalipun, ini sudah terlihat cukup mewah untuk model seperti Evalia. Jelas mobil seperti ini harus tampil modern karena dijual di Negeri Tirai Bambu, dimana persaingannya berjalan cukup ketat dan kebanyakan menawarkan tampilan mewah tapi dibanderol terjangkau.

Mesin PHEV
Sebelumnya Evalia memakai mesin bensin 1.600 cc naturally-aspirated, dan mesin inilah yang diandalkannya selama beberapa tahun. Tapi karena memakai model all new, Nissan harus menggantinya dengan versi lebih ramah lingkungan, yaitu pilihan mesin plug-in hybrid (PHEV), namun speknya belum ketahuan untuk sekarang. Sebenarnya ada juga pilihan mesin bensin biasa berkapasitas 2.000 cc, dan ini ditujukan bagi konsumen yang mencari mobil komersial ringan alias LCV.
Rencananya mereka bakal meluncurkannya sekitar bulan Oktober mendatang, dan sayangnya model ini hanya akan dijual di China saja. Entah apa ada potensi modelnya bisa dijual di luar negeri, tapi sudah ada yang terlanjur menghentikan penjualannya, seperti di Indonesia. Apalagi ada kemungkinan mereka tidak lagi menyasar pasar MPV.

Sebagai model LCV, membuatnya tampil modern mungkin dianggap berlebihan, tapi ini sudah bukan menjadi sesuatu yang aneh lagi. Lihat saja apa yang dilakukan Suzuki terhadap Carry, dimana mereka membuatnya lebih modern dan tetap laris manis di segmennya. Meski sebagian besar produsen ogah membuat mobil niaganya menjadi lebih modern karena biasanya konsumen nggak peduli sama tampilannya, asalkan daya angkutnya cukup besar darn harganya murah.
Mobil seperti Evalia mungkin tidak bisa dijual lagi disini, terlebih setelah Serena e-Power dihadirkan sekitar dua tahun lalu dan menjadi sorotan di segmennya.






