Home MotoGP Bos Aprilia: Belum Pulih Aja Marc Marquez Sudah Menakutkan, Apalagi Kalau Fit...

    Bos Aprilia: Belum Pulih Aja Marc Marquez Sudah Menakutkan, Apalagi Kalau Fit 100 Persen

    Massimo Rivola - Marc Marquez
    Massimo Rivola - Marc Marquez

    RiderTua.com – Aprilia menghadapi persoalan internal mulai GP Catalunya, Hungaria, dan sekarang Ceko. Tak habis-habis Massimo Rivola (CEO Aprilia) dibikin pusing pembalapnya. Pertama di Catalunya, Raul Fernandez menabrak Jorge Martin sehingga keduanya crash dan gagal mencetak poin. Saat masuk garasi Martin yang marah mendorong tubuh manajer tim Paolo Bonora dan kebetulan insiden tersebut tertangkap kamera MotoGP, lalu viral. Usai kejadian, Rivola langsung mendatangi garasi tim Trackhouse untuk menegur manajer tim Davide Brivio.

    Kedua, kejadian di Balaton Park dimana Martin menjadi memicu crash massal yang menjatuhkan 4 pembalap lainnya termasuk rekan setimnya Marco Bezzecchi yang sedang berjuang memperkokoh posisinya sebagai pemimpin klasemen. Kejadian ini kabarnya sempat membuat garasi Aprilia memanas, karena gara-gara Martin akhirnya Bezz gagal mencetak poin yang penting.

    Bos Aprilia: Belum Pulih Aja Marc Marquez Sudah Menakutkan, Apalagi Kalau Fit 100 Persen

    Marc Marquez 2
    Marc Marquez

    Dan yang ketiga terjadi akhir pekan lalu di Brno, dimana Marco Bezzecchi telah memukul dan menampar seorang marshal usai crash dalam sprint race. Kejadian tersebut ter-skip dari siaran langsung di televisi dan baru viral di media sosial beberapa saat kemudian. Dan MarcoBezz kemudian dihukum skorsing larangan balapan pada hari Minggu. Aprilia mengajukan banding atas hukuman tersebut kepada Stewards FIM, karena menilai hukuman tersebut terlalu berat. Menurut mereka, dulu pernah ada kejadian serupa namun tidak ada hukuman apa-apa.

    CEO Aprilia Massimo Rivola mengatakan, “Kami meminta maaf kepada Marshal tersebut. Kami tidak dapat mentolerir tindakan semacam itu, tapi hukuman tersebut tidak proporsional. Awalnya kami mengira Bezz akan didenda dalam nominal yang cukup besar atau kalau tidak kena penalti turun grid, kami tak menyangka dia dilarang ikut balapan.

    “Pada situasi seperti ini sangat penting untuk bertindak sebagai tim yang kompak, seperti yang kami lakukan untuk Jorge ketika dia mengalami masalah. Saya rasa Marco cukup kuat untuk bangkit kembali. Dan dengan dukungan tim, dia akan menjadi lebih kuat lagi. Dia akan tahu bagaimana cara untuk bangkit dan langsung bereaksi dengan baik,” imbuh bos asal Italia itu.

    Massimo Rivola - Marc Marquez - Aprilia
    Massimo Rivola – Marc Marquez – Aprilia

    Akhir pekan ini balapan selanjutnya akan digelar di Belanda. “Assen adalah sirkuit yang indah. Kami masih harus menjalani tes besok, dan untungnya dia bisa kembali mengendarai motor. Saya yakin dia akan merespon situasi ini dengan cara yang tepat,” jelas Rivola.

    Rivola mengungkapkan bahwa Bezzecchi hanya mengkhawatirkan motornya. “Ya. Jika menonton video dengan saksama, pada awalnya sebenarnya dia tidak marah. Dia terlihat berjalan menjauh dari motornya, lalu dia langsung berlari begitu mendengar mesin motornya meraung di rpm yang tinggi. Roda berputar dengan kecepatan 165 km/jam dan melemparkan serpihan ke mana-mana,” jelasnya.

    Rivola melanjutkan, “Bayangkan apa yang bisa terjadi jika motor tetap menyala dan bergerak sendiri. Saya tidak tahu, di mana kami akan menemukannya kembali. Meskipun begitu, tindakannya tetap tidak dapat diterima. Reaksinya muncul dari persepsi bahaya, tetapi saya tegaskan kembali bahwa itu bukan perilaku yang dapat diterima.”

    Soal situasi Aprilia sendiri, Rivola menjelaskan, “Seperti yang selalu saya katakan, ketika semuanya berjalan baik kami bukanlah ‘orang jenius’, dan ketika semuanya berjalan buruk kami bukanlah ‘orang bodoh’. Kami terus bekerja tanpa terlalu memperhatikan klasemen. Saya rasa kami memiliki motor yang kompetitif dan para pembalap yang sangat kuat.”

    Massimo Rivola - Ai Ogura
    Massimo-Rivola – Ai Ogura

    “Ai Ogura membuktikannya lagi hari ini. Pada saat yang sama, kami harus memberi selamat kepada para rival kami. Ducati berhasil membuat kemajuan yang sangat signifikan, terlepas dari berbagai masalah yang kami hadapi. Marquez sudah menakutkan bahkan ketika dia tidak dalam kondisi terbaiknya. Kalau dia fit, bahkan dia akan lebih menakutkan,” tegasnya.

    Apakah tekanan sebagai pemimpin klasemen yang membuat situasi menjadi sulit bagi Aprilia? “Pertanyaan bagus. Ketika kita sedang memperjuangkan sesuatu yang sangat penting, stres pasti akan meningkat. Dari sudut pandang tertentu, saya senang melihat hal itu. Saya sendiri dalam peran saya, masih harus meningkatkan kemampuan dalam mengelola para pembalap. Tetapi saya lebih suka memiliki pembalap yang sesungguhnya, orang-orang yang sesungguhnya, yang bereaksi secara emosional,” jelas Rivola.

    Rivola menambahkan, “Jelas, saya mengecam apa yang terjadi. Tapi saya ingin kata-kata saya ditafsirkan dengan benar. Reaksi itu salah. Tetapi pada saat yang sama, para pembalap ini sudah memberikan sesuatu yang lebih dari itu. Mereka membalap dengan ‘hati’, bukan hanya dengan ‘kepala’. Dan saya menyukai pembalap-pembalap seperti ini, meskipun dalam kasus ini perilakunya benar-benar layak untuk dikecam.”

    Klasemen Usai Race MotoGP Ceko 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Ceko 2026

    Saat ini Bezzecchi hanya unggul 8 poin dari Martin dan unggul 40 poin dari Marc Marquez yang naik ke peringkat 4 dalam klasemen setelah finis ke-3 dan menang di Brno.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini