RiderTua.com – Meskipun pace Pecco Bagnaia mulai mengendur, Fabio di Giannantonio kehabisan waktu untuk menyerangnya pada race hari Minggu MotoGP Ceko. Rider VR46 Ducati itu gagal meraih podium dan akhirnya finis di posisi ke-4 hanya kalah 0,169 detik di belakang Pecco dan 2,424 detik dari pemenang Marc Marquez. Ini merupakan hasil P4 keduanya di Brno, setelah pada sprint race hari Sabtu dia juga finis di posisi yang sama.
Situasi tersebut membuat Diggia mengeluarkan ‘joke’ bahwa mungkin dia harus memakai helm ‘medali kayu’ yang dipakai bosnya Valentino Rossi di Mugello pada 2004 silam. “Saya pulang membawa medali kayu dengan dua kali P4-P4. Jadi mungkin di balapan berikutnya, saya akan menggunakan helm Vale yang pernah dipakainya di Mugello beberapa tahun silam,” ujar rider asal Roma Italia itu sambil tertawa.
Fabio di Giannantonio: Di Balapan Berikutnya Saya akan Pakai Helm ‘Medali Kayu’ Milik Valentino Rossi yang Dipakainya di Mugello 2004

Sebagai informasi, pada 2004 Valentino Rossi memperkenalkan helm dengan desain ‘medali kayu’ setelah rentetan podiumnya yang sangat panjang akhirnya berhenti menjelang GP Mugello. Menariknya, The Doctor memakai helm unik tersebut saat meraih kemenangan di balapan kandangnya di Mugello.
“Di Italia kami punya ‘joke’ bahwa jika finis ke-4 maka kita mendapatkan medali kayu. Setelah 23 podium berturut-turut, saya finis ke-4 di dua balapan terakhir. Jadi kami memutuskan untuk membuat desain helm dengan gambar medali yang terbuat dari kayu dengan tulisan besar angka 4 dalam huruf Romawi di bagian depan!” ujar Rossi waktu itu.
Diggia menjelaskan, “Dalam musim yang panjang seperti ini, finis P4 sangat penting jika kita tidak bisa meraih hasil yang lebih baik. Jadi ini adalah akhir pekan yang positif dalam hal itu karena kami berhasil mengumpulkan banyak poin.”
Dengan Marco Bezzecchi dihukum skorsing dilarang ikut balapan pada hari Minggu di Brno, Diggia berhasil memangkas selisih poinnya dari pemimpin klasemen itu menjadi 23 poin. Ini artinya, perebutan gelar dunia terbuka lebar bagi Diggia. “Perebutan gelar benar-benar terbuka, antara peringkat 1 dan 7 ada selisih 1,5 balapan akhir pekan,” ujar rider berusia 27 tahun itu.

Saat ini rentang selisih 1,5 balapan akhir pekan atau 55,5 poin mencakup Bezzecchi, Jorge Martin, di Giannantonio, Marc Marquez, Ai Ogura, Pedro Acosta, dan Bagnaia.
Dalam race hari Mingggu, Diggia mengaku melakukan kesalahan di fase awal balapan meskipun dia sangat cepat di penghujung balapan dan bahkan mencetak lap tercepat di last lap. “Saya melakukan kesalahan di lap pertama ketika Marc menyalip saya. Saya benar-benar ingin berada di depan. Karena kurang sabar, saya terlalu cepat menarik gas di tikungan 3. Hal ini membuat bagian belakang saya selip, saya kehilangan momentum dan kehilangan banyak posisi. Di situlah saya merusak balapan saya,” ungkapnya.
Diggia melanjutkan, “Kemudian saat saya kembali mengejar posisi itu, tentu saja selalu tampak spektakuler. Pertunjukan yang luar biasa, dan juga menyenangkan bisa mencetak rekor lap baru. Tapi sayangnya tidak ada poin tambahan untuk itu. Saya harus lebih baik dan saya harus terus belajar.”

“Dalam balapan panjang, saya selalu sedikit kesulitan di lap-lap awal. Kami juga mencoba memahami, apa yang dapat kami lakukan dengan motor ini karena keseimbangan berubah cukup banyak dari awal hingga akhir balapan. Saya jauh lebih cepat di akhir balapan. Selain itu, saya rasa hari ini masalah saya hanya kurang sabar,” imbuhnya.
Bagaimana cara Diggia memperbaiki kelemahannya itu? “Melakukan yoga di rumah,” pungkasnya sambil tersenyum.
Usai GP Ceko, Diggia masih bertahan di peringkat 3 dengan perolehan 157 poin dalam klasemen dan unggul 17 poin dari Marc Marquez yang naik ke peringkat 4 setelah finis ke-3 dan menang di Brno.






