RiderTua.com – Dengan GIIAS 2026 yang semakin dekat, banyak merek yang mempersiapkan diri untuk membawa sejumlah produk terbarunya. Tapi tidak untuk merek yang satu ini, dimana mereka malah membatalkan peluncuran mobil barunya.
▶Daftar Isi
Dua Mobil Barunya Batal Diluncurkan Tahun Ini?
GAC Aion seharusnya bisa memakai kesempatannya untuk merilis mobil barunya di pameran otomotif, tapi kali ini mereka urung melakukannya. Padahal mereka sudah menyiapkan dua model anyar untuk dijual di Indonesia, dan mereka bisa saja meluncurkannya di GIIAS 2026. Sebab mereka punya peluang untuk memperlihatkan modelnya ke konsumen yang sudah menantikan modelnya sejak lama.

Jadi apa alasannya? Aion mengaku harus melakukan ini setelah melihat kondisi di pasar roda empat di Indonesia belakangan ini, dimana kondisinya tidak begitu bagus. Dengan harga bahan bakar yang naik dan nilai jual mata uang yang tidak stabil membuatnya harus membatalkan peluncuran model anyarnya. Memang ini sudah menjadi keputusan yang tepat, terlebih kalau melihat hasil penjualan mobil sepanjang Mei lalu.
Penurunan drastis ini jelas membuat merek lainnya cukup kesulitan mencetak penjualan lebih tinggi dari yang diperkirakan, dan Aion menjadi salah satu yang terdampak penurunan ini. Bahkan setelah mengandalkan model anyar speerti UT sekalipun, sepertinya ini belum cukup untuk meningkatkan penjualannya. Belum lagi persaingan di pasar mobil listrik yang sangat ketat menyulitkannya untuk mengungguli kompetitornya.

Model Anyar yang akan Dirilis
Sebenarnya model apa yang sudah disiapkannya? Model pertama yaitu E9, dan model ini sudah dijual duluan di Singapura, dan seharusnya Indonesia juga ikut kebagian modelnya sekarang. E9 sendiri akan dijual sebagai mobil plug-in hybrid atau PHEV, jadi membuatnya tidak bisa menjadi lawan sepadannya sejumlah rival senegaranya. Sebab Denza D9, XPeng X9, dan Maxus Mifa 9 memakai tenaga listrik murni alias BEV, tapi Toyota Alphard HEV mungkin masih bisa karena memakai mesin bensin.
Model kedua yaitu Emzoom, tapi bedanya dengan lini model sebelumnya, Emzoom memakai mesin bensin 1.500 cc turbo. Mungkin kedengarannya menjadi sesuatu yang menarik, tapi seperti E9 modelnya tidak bisa diluncurkan untuk sekarang karena harga bahan bakarnya yang lumayan mahal. Terlebih untuk mobil seperti Emzoom, mengisi bensinnya saja bisa memakan biaya lebih mahal lagi.

Tetap Dijual?
Ini bukan berarti E9 dan Emzoom tidak dijual di Indonesia, dan Aion masih tetap menjualnya kalau sudah waktunya. Untuk model seperti E9 mungkin saja bisa diluncurkan tahun ini, sebab penjualan mobil PHEV masih cukup tinggi di tengah kenaikan harga bensin. Beda lagi dengan Emzoom, dimana mereka harus berpikir dua kali sebelum bisa menjualnya disini karena memakai mesin bensin tanpa teknologi ramah lingkungan.
Sejauh ini mereka sudah punya banyak model BEV yang dijual disini, dan UT hingga V menjadi andalannya sampai sekarang. Meskipun di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, mobil listrik menjadi pilihan bagus di tengah naiknya harga bahan bakar karena tidak perlu memakai bensin lagi. Model dengan harga terjangkau juga menjadi incaran banyak orang, dan inilah yang membuat UT dan V laris manis di pasarnya masing-masing.

Entah apakah E9 dan Emzoom bisa dirakit lokal setelah diluncurkan resmi, apalagi untuk model seperti E9. Sebagai mobil mewah, biasanya model seperti ini didatangkan langsung dari luar negeri karena sejumlah alasan seperti menjaga kualitasnya. Jelas mobil berkualitas premium tidak bisa dirakit sembarangan, dan produsen harus merakitnya di tempat asalnya agar kualitasnya terjaga.
Emzoom mungkin cukup berbeda karena modelnya bisa saja diproduksi di Indonesia, terlebih mereka sudah berpengalaman merakit model ramah lingkungan. Belum jelas apakah mesinnya didatangkan dari luar negeri atau juga diproduksi lokal, tapi setidaknya ini sudah menjadi sesuatu yang bagus kalau bisa dirakit. Karena mereka bisa mengurangi impor dari luar negeri.






