RiderTua.com – Enea Bastianini berhasil memecah dominasi Ducati di Mugello. Rider Tech3 KTM itu menutup sesi pra kualifikasi Jumat sore di posisi ke-3 tertinggal 0,103 detik di belakang pembalap tercepat Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati). Dia satu-satunya pembalap KTM yang berhasil masuk 10 besar atau yang langsung lolos ke Q2..
Sedangkan rekannya Pedro Acosta yang biasanya menjadi pembalap KTM terbaik, hanya berada di posisi ke-13. Bahkan rider berusia 22 tahun itu sampai mengatakan, “Kita harus mempelajari data Enea. Tampaknya dia lebih unggul dibandingkan kita di trek yang punya banyak tikungan mengalir dan cepat (flowing).”
Enea Bastianini: Top Speed Bukanlah Masalah Kami! Kelemahan Kami Justru Pada Traksi dan Akselerasi

Enea Bastianini menegaskan bahwa dia tidak punya ‘rahasia’ khusus dibalik kecepatannya di Mugello. Menurutnya, rahasianya hanya satu yakni sekarang dia sudah lebih memahami karakter RC16 tunggangannya. “Selama tes pada hari Senin di Barcelona, kami mencoba ‘sesuatu’ yang membantu saya. Saya harap itu juga bekerja dengan baik di Mugello,” ujarnya.
Berkompetisi di balapan kandangnya juga memberinya motivasi tambahan. “Saya suka Mugello!” ujar Bestia sambil tersenyum.
Namun Bestia juga mengungkapkan bahwa RC16 masih punya kelemahan. “Keseimbangan kekuatan antara 5 pabrikan di MotoGP sudah banyak berubah sepanjang musim ini. Dan seberapa cepat kami di lintasan lurus, juga sangat bergantung pada grip. Di Barcelona, kami sangat kompetitif dalam hal top speed karena gripnya buruk dan itu dialami semua pembalap. Di Mugello, treknya punya grip yang lebih baik tapi justru tidak banyak membantu kami dalam hal akselerasi,” jelas rider asal Rimini Italia itu.

Bestia menegaskan bahwa pabrikan lain mampu memanfaatkan cengkeraman ban dengan lebih efektif sehingga tenaga mesin bisa tersalurkan ke aspal dengan lebih baik. “Top speed bukanlah masalah kami, itu sudah pasti. Dari gigi keempat hingga keenam, tenaga kami sangat besar. Kalau kami bisa sedikit peningkatkan performa saat keluar tikungan, maka kami akan kompetitif di setiap trek,” tegas rider berusia 28 tahun itu.
Meskipun RC16 miliknya masih belum memiliki keseimbangan yang sempurna, Bastinini berhasil menjadi pembalap tercepat KTM pada hari Jumat di Mugello. “Terutama di tikungan cepat, roda belakang saya cenderung sedikit tidak stabil dan saya juga kurang merasakan grip pada ban depan. Kondisi seperti ini sering terjadi di sore hari dan ketika ban mulai aus, serta ketika saya harus berkendara di belakang beberapa pembalap. Ketika saya berkendara sendirian, masalahnya tidak terlalu terasa,” ungkap Bestia.
Bastianini ingin masalah tersebut selesai sebelum sprint race Sabtu sore. “Saya berharap bisa start dari depan. Jadi, kita harus cepat menyelesaikan masalah ini. Kalau berhasil, maka kita bisa menjalani akhir pekan dengan baik. Menurutku solusinya terletak pada aerodinamika. Downforce adalah salah satu area masalah kami,” ujar rider yang tahun depan dikabarkan akan bergabung dengan tim Trackhouse Aprilia untuk menggantikan Ai Ogura yang pindah ke tim pabrikan Yamaha.

Bestia menambahkan, “Kami sudah melakukan beberapa perubahan, khusus untuk trek ini. Tetapi hanya perubahan kecil. Kami sangat kuat dalam pengereman, itu adalah keunggulan terbesar kami dan saya ingin memanfaatkankannya semaksimal mungkin.”
Saat ini Bastianini berada di peringkat 12 dengan perolehan 39 poin dan rekan setimnya Maverick Vinales yang baru saja pulih dari cedera berada di peringkat 20 dengan 5 poin dalam klasemen.






