Home MotoGP Pecco Bagnaia: Bahas Insiden GP Catalunya bersama Luca Marini, Franco Morbidelli, dan...

    Pecco Bagnaia: Bahas Insiden GP Catalunya bersama Luca Marini, Franco Morbidelli, dan Valentino Rossi

    Kimi Antonelli - Valentino Rossi - VR46
    Kimi Antonelli - Valentino Rossi - VR46

    RiderTua.com – Pecco Bagnaia berhasil memenangkan MotoGP Mugello dalam 3 tahun berturut-turut (2022, 2023, dan 2024). Tapi saat mengendarai Desmosedici GP25 yang menyulitkannya, rider Ducati Lenovo itu hanya finis di posisi ke-4 tahun lalu. Di sisi lain, rekan setim barunya Marc Marquez berhasil memenangkan race utama di hadapan pada tifosi.

    Apakah Pecco bisa kembali memenangkan GP Mugello dengan Desmosedici GP26 kali ini? “Kita harus realistis. Jelas, Fabio Di Giannantonio selangkah lebih maju dengan paket motor kami. Aprilia sangat kuat dan KTM biasanya juga kuat di sini,” jawab juara dunia MotoGP 2 kali itu tak mau berekspektasi terlalu tinggi.

    Pecco Bagnaia: Membahas Rentetan Insiden di Barcelona Bersama Luca Marini, Franco Morbidelli, dan Valentino Rossi

    Pecco Bagnaia - Valentino Rossi - Marco Bezzecchi
    Pecco Bagnaia – Valentino Rossi – Marco Bezzecchi

    Francesco Bagnaia mengaku bahwa dirinya masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati GP26. “Dalam dua musim terakhir saya tidak bisa beradaptasi baik dengan motor dan kesulitan untuk tampil kompetitif. Kami sedang mengerjakannya dan mencari solusi, tetapi ini adalah proses yang panjang dan kombinasi dari banyak faktor.”

    Pecco berhasil meraih podium pertamanya musim ini di GP Catalunya meskipun itu merupakan podium ‘hibah’ setelah Joan Mor yang sedianya finis ke-2 kena penalti karena melanggar aturan tekanan ban. Podium terakhirnya diraih di GP Jepang 2025 saat Pecco memenangkan race utama. Rider berusia 29 tahun itu merasa ada kemajuan. “Sekarang saya merasa lebih baik di atas motor, hanya saja hasilnya belum datang,” tegasnya.

    Apa kenangan indah yang Pecco miliki saat masih kecil ketika nonton balapan di Mugello? “Pertama, kemenangan Valentino Rossi pada 2004. Ketika hujan deras sempat menghentikan jalannya balapan dan Vale memenangkan balapan saat restart. Kedua adalah duel antara Marco Simoncelli dan Mattia Pasini pada 2009. Saat itu Sic dan Pasini bertarung dalam kondisi sulit dengan sangat agresif, seperti balapan saat sesi latihan. Itu duel yang sangat indah dan seru untuk ditonton,” jawab putra Pietro Bagnaia itu.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Insiden Race MotoGP Catalunya 2026 - Acosta - Alex Marquez
    Insiden Race MotoGP Catalunya 2026 – Acosta – Alex Marquez

    Marc Marquez melakukan comeback setelah cedera di Mugello. “Jika dia kembali, berarti dia merasa siap untuk bertarung. Tadi pagi saya sempat ngobrol dengannya. Dia tidak mengkhawatirkan kakinya, tapi justru bahunya,” ungkap Pecco.

    Saat membahas soal keselamatan, Pecco meminta lebih banyak pembalap hadir dalam rapat Safety Commission. “Cuma setengah jam. Tetapi banyak yang beralasan harus menjalani fisioterapi atau sedang bekerja di garasi,” ujar rider Ducati Lenovo itu agak kesal.

    Pecco juga mengungkapkan bahwa dia membahas rentetan insiden yang terjadi di Barcelona bersama dua rekannya yang tergabung dalam VR46 Riders Academy Luca Marini, Franco Morbidelli, dan sang guru Valentino Rossi. Menurutnya, start ketiga bisa dilaksanakan kalau semua pembalap dalam kondisi yang baik. Setelah crash di start kedua bersama Johann Zarco dan Marini, Pecco harus memakai ban depan bekas sesi kualifikasi dan ban belakang bekas dari latihan hari Jumat.

    Insiden Johann Zarco Luca Marini Pecco Bagnaia Barcelona 2026
    Insiden Johann Zarco – Luca Marini – Pecco Bagnaia – Barcelona 2026

    “Itu bukan situasi yang ideal. Semua pembalap harus berkompetisi dalam kondisi yang sama,” tegas Pecco.

    Pecco tidak menyalahkan perangkat holeshot atas insiden yang kerap terjadi di tikungan pertama. “Masalahnya bukan terletak pada teknologi. Tanpa alat itu, motor justru sering wheelie di lintasan lurus. Penyebab utamanya adalah prosedur start. Semua pembalap ingin merebut banyak posisi di tikungan pertama, karena setelah itu menyalip menjadi sangat sulit. Selalu ada tekanan di tikungan pertama,” pungkas suami Domizia Castagnini itu.

    Tekanan juga dirasakan Pecco Bagnaia saat melihat klasemen. Menjelang GP Mugello, dia berada di peringkat 8 dengan perolehan 63 poin. Kalau dia bisa mendapatkan hasil yang bagus di balapan kandangnya, bisa jadi Pecco akan naik peringkat. Mengingat, selisih poinnya dengan Ai Ogura yang berada di peringkat 5 hanya 15 poin saja.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini