RiderTua.com – Pembaca RiderTua yang budiman, ada info terbaru nih. Jorge Martin tampil solid pada seri ke-3 musim 2026 di GP Amerika. Meski baru saja pulih dari cedera parah, rider tim pabrikan Aprilia itu berhasil finis di posisi ke-2 pada race utama di COTA yang notabene merupakan sirkuit yang paling menantang secara fisik.
Martin finis tepat di belakang rekan setimnya Marco Bezzecchi yang sukses memenangkan balapan utama. Podium 1 dan 2 untuk Aprilia, sungguh prestasi yang jarang bisa diraih di era seperti sekarang ini. “Jujur, saat datang ke sini saya tidak menyangka hasilnya akan seperti ini. Saya mencoba sedikit menurunkan ekspektasi, terutama untuk tim, agar mereka tidak berpikir ini saatnya untuk menang, karena kami belum siap,” tegas Martinator.
Jorge Martin: Di Jerez Semuanya akan Kembali Normal, Ducati akan Kembali Mendominasi

Jorge Martin mengungkapkan bahwa dirinya menerapkan strategi balapan yang tak biasa. “Saya start dengan luar biasa dari sisi luar, strategi yang sempurna. Saya memilih bermain sabar. Saya memutuskan untuk tetap di belakang mereka selama beberapa lap, dan mungkin itulah hasil yang saya dapat kemudian,” jelas juara dunia MotoGP 2024 itu.
Saat mencoba menyerang, Martin justru kehilangan keunggulan. “Ketika saya mencoba menyalip Pedro Acosta, saya tidak punya lagi tenaga ekstra seperti di beberapa lap pertama. Saya hampir jatuh karena tekanan ban saya sangat tinggi. Saya berhasil melakukan penyelamatan yang spektakuler yang menyelamatkan balapan saya. Saya ingat, saat itu kaki saya berada di bawah roda. Saya sudah nyaris terjatuh,” jelas rider asal Madrid Spanyol itu.

Martin melanjutkan, “Setelah nyaris crash, saya mulai merasa lebih baik lagi. Lalu saya kembali mengejar grup di depan dan memanfaatkan kesempatan ketika performa Pedro menurun. Untungnya tekanan bannya bermasalah dan saya pun menyalipnya.”
Saat sudah didepan, Martin ingin mencoba kembali mengulang strategi sebelumnya. “Saya bilang, oke mari kita coba strategi seperti kemarin. Namun, kondisi fisik membatasinya. Lengan kiri saya benar-benar sakit. Beberapa lap terakhir sangat berat bagi saya. Saya memberikan yang terbaik, saya mengerahkan semua kemampuan saya di lintasan dan itu membuat saya bangga,” ujar rider berusia 28 tahun itu yang kalah hanya 2 detik dari rekan setimnya sekaligus pemenang Marco Bezzecchi.
Martin menambahkan, “Pada hari Jumat, saya kesulitan sekali hanya untuk bisa lolos ke Q2. Dan hari ini, saya nyaris menang. 4 podium berturut-turut sungguh luar biasa. Kami harus tetap fokus dari balapan ke balapan. Tapi kami masih harus meningkatkan performa di sesi kualifikasi, karena di situlah banyak menentukan kemenangan.”

Ketika Pol Espargaro bertanya kepada Martin, apakah ini momen kebangkitannya setelah musim yang sulit? “Bahkan saya sendiri tidak menyangka bisa sampai pada level fisik seperti ini. Kondisi fisik saya belum 100 persen pulih,’ jawabnya.
Target Martin sekarang sangat jelas yakni mencetak poin sebanyak mungkin untuk mengakhiri musim dengan kuat. “Saya rasa bagian tersulit tahun ini akan segera datang. Bertahan dalam 2 atau 3 balapan kedepan dengan hasil yang aman dan terus mencetak poin. Finis ke-5, ke-8, apa pun hasilnya itu sudah bagus. Di Jerez, semuanya akan kembali normal. Ducati akan kembali mendominasi,” tegas Martin memperingkatkan bahwa pabrikan asal Borgo Panigale itu akan kembali kuat di sirkuit Ricardo Tormo pada 24-26 April mendatang.

“Akhir tahun, biasanya adalah waktu terbaik saya. Tetapi saya tidak ingin terburu-buru,” pungkasnya. Dari pernyataannya jelas bahwa saat ini Martin ingin membangun kembali performa terbaiknya, lalu dia akan gas pol di akhir musim.
Usai seri ke-3 di Austin, Martin berada di peringkat 2 tertinggal hanya 4 poin dari rekan setimnya Marco Bezzecchi yang memimpin klasemen setelah menyapu bersih 3 kemenangan dalam 3 race pertama musim 2026.









