RiderTua.com – Untuk kalian yang rutin mampir ke RiderTua. Uccio Salucci merupakan sahabat, asisten, sekaligus tangan kanan dari legenda MotoGP Valentino Rossi. Selama Rossi berkompetisi dan meniti karir balapnya, Uccio selalu setia mendampinginya. Kini dia dipercaya menjabat sebagai Direktur tim VR46 yang berkolaborasi dengan Ducati di MotoGP…
Dalam sebuah podcast, Uccio menceritakan sejarah awal berdirinya tim VR46 dari mulai terjun di kelas kecil hingga berhasil menembus MotoGP. Dia ingat bahwa semuanya bermula dari telepon Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) pada 2013. Saat itu perusahaan media Sky Italia baru saja mendapat hak siar MotoGP dan ingin mendirikan tim balap.
Uccio Salucci: Joan Mir Memang Terkadang Tampil Sedikit Lebih Baik Daripada Luca Marini, Tetapi Itu Hanya Penampilan Sesaat yang Tidak Terlalu Berarti

Uccio Salucci mengatakan, “Sebenarnya saya selalu ingin melakukan ini. Ketika saya bersama Vale, saya adalah asistennya, mentornya, apa pun sebutannya. Tetapi saya selalu punya passion untuk mengelola sebuah tim. Mungkin saya terlalu percaya diri atau terlalu bersemangat, tetapi kemudian Carmelo menelepon. Dari situlah tim Sky VR46 lahir pada 2014. Telepon tersebut terjadi pada Juni 2013, dan kami mulai membangun tim untuk musim 2014.”
Tim Sky VR46 dibentuk hanya berselang beberapa bulan setelah Akademi VR46 didirikan, sehingga tim tersebut menjadi tempat yang ideal untuk mengembangkan pembalap muda. “Musim pertama kami pada 2014 dimulai dengan 2 pembalap, Romano Fenati dan Pecco Bagnaia. Saya menyukai Pecco. Saya mengikutinya sejak dia balapan di Kejuaraan Italia (CIV) dan juga saat dia membalap untuk tim Italia,” ungkap Uccio.

Alessio Salucci menambahkan, “Saya bisa melihat situasinya tidak begitu bagus, dan dari wajahnya terlihat bahwa dia tidak menikmati balapan. Suatu hari saya bertemu dengannya di toko Dainese dan saya berkata kepadanya, ‘hei, kamu perlu ‘mematahkan lengan’mu, kamu harus lebih berani dan menikmati balapan’. Dan kemudian saya bertemu ayahnya Pietro Bagnaia di antara dua motorhome di paddock. Dan begitulah petualangan Pecco dimulai.”
Seiring berjalannya waktu, tim VR46 terus berkembang dan kemudian merambah kelas Moto2. Bersama Pecco Bagnaia dan Luca Marini, tim menorehkan hasil yang gemilang. “Saya rasa kami melakukan pekerjaan yang luar biasa di Moto2. Bahkan kami berhasil mengalahkan dua tim besar saat itu yakni tim milik Aki Ajo dan tim Marc VDS. saya meniru semua yang mereka lakukan, saya menghabiskan berjam-jam di depan garasi mereka, untuk melihat peralatan apa yang mereka gunakan. Akhirnya kami berhasil mengalahkan mereka, dan itu adalah kepuasan yang luar biasa,”ungkap Uccio.
Uccio melanjutkan, “Kemudian pada 2019 Nicolo Bulega bergabung bersama kami di Moto2, tapi hasilnya naik turun. Namun kami kembali kuat pada 2020 dengan Marini dan Marco Bezzecchi. Kami sukses memenangkan entah berapa banyak balapan, banyak sekali. Sayangnya, kami kalah dalam perebutan gelar dunia dari Enea Bastianini dengan selisih hanya 4 poin.”

2 tahun kemudian atau pada 2022, tim VR46 terjun ke MotoGP setelah mengambil alih slot milik tim Esponsorama. “Kami memulai pada 2022 dengan Marco Bezzecchi dan Luca Marini. Pasangan pembalap yang benar-benar ‘produk’ asli dari Tavullia, yang praktis merupakan pembalap asli Italia,” ujar Uccio.
Uccio juga memuji performa Bezzecchi yang musim ini tampil kuat bersama Aprilia dan Marini yang saat ini meningkat pesat bersama Honda. “Menurutku sekarang Bezzecchi adalah pembalap yang harus dikalahkan. Marini sedang bangkit. Memang, Joan Mir terkadang tampil sedikit lebih baik daripada Marini dalam beberapa balapan, tetapi itu hanya penampilan sesaat yang sebenarnya tidak terlalu berarti. Di sisi lain, Marini memimpin proyek dari produsen sepeda motor terbesar di dunia. Dan akhirnya dia berhasil menunjukkan apa yang sejak dulu dia yakini, yakni orang yang hebat sekaligus pembalap yang hebat,” pungkas Alessio Salucci.









