RiderTua.com – Balik lagi bareng RiderTua. Rookie dari tim LCR Honda Diogo Moreira menjalani debutnya di MotoGP dengan sangat mengesankan. Juara dunia Moto2 2025 itu finis di posisi ke-13 dan mencetak 3 poin pada balapan pembuka musim di GP Thailand. Tentu, ini awal yang menjanjikan bagi pembalap asal Brasil itu dalam perebutan gelar rookie etrbaik musim ini melawan rookie tim Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu.
Musim ini, untuk pertama kalinya tidak ada pembalap asal Asia di tim satelit LCR Honda. Sebelumnya Takaaki Nakagami menempati kursi ke-2 di tim milik Lucio Cecchinello itu selama 7 tahun. Dan pada 2025 rider asal Jepang itu digantikan pembalap asal Thailand Somkiat Chantra. Namun sayangnya, suksesornya tersebut gagal memenuhi ekspektasi dan terpaksa harus didepak dari MotoGP (kini balapan di Superbike) setelah hanya menjalani 1 musim di kelas utama. Pada 2026, HRC (Honda Racing Corporation) merekrut Diogo Moreira. Karena Moreira bukan pembalap dari Asia, maka Idemitsu pun mundur sebagai sponsor dan kini digantikan Pro Honda..
▶Daftar Isi
Pemilik Tim LCR: Kami Ingin Mempertahankan Diogo Moreira Pada 2027 Tapi Keputusan Akhir Tetap Ditangan HRC

Karena Diogo Moreira memiliki kontrak langsung dengan HRC, ini artinya tim LCR tidak bisa terlibat dalam menentukan masa depannya. Secara formal, kerjasama kedua belah pihak hanya sampai akhir 2026.
“Diogo Moreira memiliki kontrak 2 tahun dengan HRC dengan opsi perpanjangan 1 musim lagi. Ini berarti dia terikat dengan HRC. HRC menempatkannya ke tim saya untuk musim 2026. Jadi rencananya, kami ingin melanjutkan kerja sama dengannya pada 2027. Tetapi keputusan akhir ada di tangan HRC,” tegas Lucio Cecchinello.
Teorinya, Honda dapat mempromosikan Moreira ke tim pabrikan kapan saja. “Secara teori, ya. Dan keputusan seperti itu biasanya tidak diambil secara mendadak. Faktanya, kami bekerja sama erat dengan HRC. Bukan berarti saya diberitahu di menit-menit terakhir dan kemudian harus panik untuk mencari pengganti. Keputusan seperti itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Dan jika hal seperti itu terjadi, HRC pasti juga akan membantu mencari pembalap lain,” imbuh Cecchinello.

Sama seperti pabrikan lain, kini 4 pembalap MotoGP Honda terikat kontrak langsung dengan HRC. “Benar. Sama seperti kebanyakan pabrikan, di mana para pembalap juga terikat kontrak langsung dengan pabrikan,” tegas Cecchinello.
Meski begitu, tim LCR tetap dilibatkan dalam perencanaan pembalap. “Ketika saya mengatakan bahwa kami melakukannya bersama-sama, itu berarti HRC memberi tahu saya tentang rencana mereka dan kemudian kami memutuskan bersama dengan gambaran yang lebih jelas,” lanjut bos tim berusia 59 tahun itu.
Pindah dari Moto2 ke MotoGP adalah salah satu tantangan terbesar dalam balap Grand Prix. Selain itu, Honda RC213V dinilai sebagai salah satu motor yang paling sulit dikendarai di grid. Saat ini, pabrikan berlogo sayap emas itu juga sudah mengerjakan mesin 850cc untuk 2027. Oleh karena itu, Cecchinello tidak berekspektasi Moreira bisa langsung meraih hasil apik dalam debutnya musim ini dan meminta semua pihak untuk bersabar karena dia masih dalam proses belajar dan beradaptasi.
“Saya rasa target utama Honda adalah untuk kembali menjadi pabrikan t

erkuat di MotoGP. Dan saya percaya Honda akan melakukan segala yang mungkin untuk memberikan keempat pembalap dengan peralatan yang sama,” jelasnya.
Jika sebelumnya Idemitsu menjadi sponsor utama untuk motor kedua, kini Honda sendiri yang mengambil alih peran tersebut. Cecchinello mengaku bahwa dia tidak pernah terlibat langsung dalam kesepakatan sebelumnya antara Honda dan Idemitsu. “Saya tidak pernah menjadi bagian dari kerjasama sebelumnya antara Honda dan Idemitsu. Oleh karena itu saya tidak mengetahui semua detailnya. Saya hanya diberitahu bahwa mereka mengakhiri kerjasama dan memulai proyek baru,” jelasnya.
Yang jelas, Honda selalu ingin mempertahankan pengaruhnya yang besar atas pembalap kedua di tim LCR. “Saya hanya bisa memastikan bahwa Honda selalu sangat termotivasi untuk mendukung pembalap kedua di tim saya dan memiliki kendali tertentu di sana,” ungkapnya.

Manajemen finansial tim juga terbagi dua. Untuk pembalap pertama, Cecchinello sendiri yang mencari sponsor. Tapi untuk motor kedua lebih banyak dikendalikan oleh pabrikan. “Bisa dibilang, pembalap pertama punya tanggung jawab yang lebih besar kepada kami. Sedangkan untuk pembalap kedua, pada dasarnya mereka memberi ruang iklan untuk kami dan kami menggunakannya untuk menutup sebagian biaya operasional tim,” pungkas bos LCR yang pernah membalap pada 1993 hingga 2003 itu.
BTW, pembalap pertama tim LCR Johann Zarco memiliki kontrak langsung dengan HRC hingga akhir 2027.

Tukar Tempat dengan Luca Marini?
Menarik juga kalau skenarionya sedikit “diacak”. Bukan tidak mungkin ada opsi tukar kursi sementara antara Diogo Moreira dan Luca Marini untuk melihat potensi sebenarnya. Moreira bisa saja dicoba di tim pabrikan agar mendapat paket motor dan dukungan teknis yang lebih penuh, sementara Marini tetap dilibatkan di LCR dengan peran kuat dalam pengembangan motor. Selama ini Marini dikenal cukup detail dalam memberi masukan teknis….banyak yang bilang inputnya ‘cospleng‘, alias akurat dan membantu arah pengembangan. Kalau skema seperti ini dicoba, bisa jadi Honda justru mendapat dua keuntungan sekaligus: talenta muda yang diuji di level pabrikan dan pengembangan motor yang tetap berjalan stabil.










