RiderTua.com – RiderTua readers sekalian, Pol Espargaro memberikan penilaiannya terkait jalannya free practice hari Jumat pada seri pembuka musim 2026 di GP Thailand. Pertama, tes rider KTM itu menyoroti performa Jorge Martin yang baru saja pulih dari cedera. Rider Aprilia itu sempat crash hari itu.
“Crash tidak membantu kelancaran jalannya latihan hari itu. Itu juga sedikit mengacaukan rencananya, karena dia harus menggunakan set ban tambahan di pagi hari dan mungkin harus membayar mahal di sore hari. Meski begitu, tampaknya Jorge semakin membaik sedikit demi sedikit,” ujar Pollycio.
Pol bisa memakluminya, mengingat Martin datang dengan persiapan yang kurang ideal setelah absen dalam tes selama 3 hari di Sepang. Walaupun belum memiliki feel yang baik seperti pembalap lainnya, catatan waktunya mencerminkan bakat dan kecepatannya, meskipun dia belum mencapai potensi penuhnya.
Pol Espargaro: Ducati Melakukan Banyak Kesalahan dalam Race Pace yang Tercermin Dalam ‘Run’ Marc Marquez yang Banyak Error

Kedua, menurut Pol Espargaro beberapa pembalap Ducati mengalami masalah konsistensi. “Jika kita melihat lap tercepat, itu memang cepat. Tetapi mereka juga melakukan banyak kesalahan dalam race pace dan kita bisa melihat hal itu tercermin dalam lap-lap Marc Marquez, dengan banyak error terutama saat mengerem dia sering selip,” jelas Pol.
Pol juga menekankan bahwa bagian belakang motor dan sensitivitas saat pengereman memengaruhi saat masuk tikungan dan akselerasi. Hasilnya, performa menjadi tidak konsisten meskipun menggunakan ban baru.

Pol memuji reaksi santun Alex Marquez saat terlibat insiden dengan rekan setim sementaranya Michele Pirro. Saat Alex melakukan time attack, dia mendapati Pirro melaju pelan tepat di racing linenya. Untung saja rider Gresini itu tidah menabrak tes rider Ducati itu. Dan sebagai akibatnya, Pirro diganjar penalti turun 3 posisi di grid start.
“Sudah selesai. Kita bisa melihat, dia langsung meminta maaf. Jelas Alex sangat gentlement dan menerimanya tanpa masalah. Tetapi syukurlah itu tidak merugikannya, tidak lebih dari sekadar kekhawatiran dan amarah sesaat. Dia masih bisa memperbaiki catatan waktunya. Tetapi itu adalah momen yang sangat menegangkan. Kita tidak pernah melihat Alex Marquez melakukan itu. Tetapi dalam kondisi hujan dan ban yang terbatas, adrenalinnya sangat tinggi,” ujar Pol.
Alex Marquez juga memanfaatkan kesempatan dalam sesi tersebut untuk melakukan uji coba pertama sistem komunikasi antara pit box dan pembalap, menggunakan getaran pada tulang di belakang telinga tanpa menggunakan earphone. “Mereka menyalakan motor dan menguji sistem transmisi audio. Letaknya di bawah helm, di bagian punuk belakang. Pesan untuk pembalap tidak melalui earphone, melainkan melalui getaran di tulang tepat di bawah telinga. Rasanya sangat aneh, karena pesan datang dalam bentuk getaran, bukan suara,” jelas rider berusia 34 tahun itu.

Pol juga menyoroti performa kuat Pedro Acosta yang menunjukkan konsistensi dan kecepatan selama sesi FP1 pagi hari. “Pagi ini sepertinya semua KTM mengalami masalah kecuali Acosta, terutama dalam hal kecepatan. Dia menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Setelah Marco Bezzecchi, menurut saya pembalap terbaik berikutnya adalah Pedro Acosta yang berkendara sangat cepat, sangat konsisten, dan mencetak banyak lap bagus,” ujarnya.
Honda mengalami kesulitan dengan kompon ban yang digunakan di Thailand. “Ya, mereka memang sedikit lebih kesulitan daripada di Malaysia. Di sini, mereka kesulitan dengan karkas ban yang sedikit lebih keras dan beban panas yang sangat tinggi. Jadi peningkatan itu bukan hanya soal waktu, tetapi juga konsistensi. Sangat penting untuk cepat, bukan hanya dalam satu lap saja, tetapi dalam banyak lap dan juga dalam kondisi yang berbeda, di sirkuit yang berbeda, dalam suhu yang berbeda, seperti yang terjadi di Thailand ini,” pungkas adik Aleix Espargaro (tes rider Honda) itu.
BTW, sprint race (Sabtu 28 Februari) dan race utama (Minggu 1 Maret) GP Thailand akan dilaksanakan pada pukul 15.00 atau 3 sore WIB.









